Saturday, November 26, 2005
MUI Minta Kalla Hati-hati
JAKARTA - Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla tentang pengawasan beberapa pesantren yang diduga terkait dengan terorisme telah menimbulkan keresahan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Kalla berhati-hati mengeluarkan pernyataan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam seusai bertemu Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis (20/10). Ikut hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua MUI Amidhan, Umar Shihab, dan Nazri Adlani.

Menurut Ichwan, MUI mendukung penuh langkah pemerintah memberantas terorisme. Namun upaya penanggulangan harus ditempuh dengan cara-cara bijaksana. "Harus dihindari ucapan-ucapan yang dikemudian hari bisa menimbulkan masalah. Kita tidak ingin menyelesaikan masalah tetapi kemudian menimbulkan masalah baru."

Delegasi MUI datang untuk melakukan klarifikasi atas pernyataan Kalla yang meminta agar dua sampai tiga pesantren dibatasi ruang geraknya, terkait dengan aksi terorisme di Indonesia. Dalam pertemuan itu, Kalla sebagaimana dikatakan Ichwan, tidak menyebutkan pesantren yang akan dibatasi ruang geraknya. Kalla malah meminta MUI agar menyosialisasikan pengajaran agama Islam yang benar, seperti masalah jihad.

Ketua MUI Umar Shihab berjanji akan melakukan sosialisasi tersebut. Dalam waktu dekat, MUI akan merealisasikan hal itu ke seluruh pelosok Indonesia. "Sosialisasi bisa dalam bentuk pembagian buku-buku serta pengajaran langsung kepada pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia," katanya.

Mengenai kemungkinan penutupan pesantren yang dimaksud Kalla, Umar mengatakan, jika memang terbukti telah meresahkan masyarakat, MUI tidak segan-segan menutup pesantren-pesantren tersebut.

Harus Menyusup

Mantan Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengatakan, dalam mengungkap otak pelaku tindak terorisme, tidak bisa dilakukan dengan cara sweeping, tetapi dengan cara penyusupan ke dalam pesantren yang dicurigai bertindak secara radikal.

Intelijen harus dikirim ke pesantren yang dicurigai. ''Hal itu adalah salah satu strategi yang harus dilakukan daripada melakukan sweeping ke pondok pesantren yang tidak akan membawa hasil maksimal,'' katanya.

Usulan Wapres untuk melakukan sweeping, kata dia, adalah usulan yang sangat politis sehingga tidak akan menyentuh substansinya. ''Ini tidak akan bermanfaat dan berkesan membabi buta,'' ujarnya.

Hendropriyono menilai, tindakan pengawasan yang dilakukan intelijen untuk mengungkap otak pelaku terorisme di Indonesia tidak bisa maksimal.

''Itu terjadi karena kita tidak memiliki sistem atau kebijakan yang sama di dalam menjalankan tindakan pengintaian dan tidak berdasarkan pada supremasi sipil.''

Dengan demikian, yang diperlukan saat ini adalah persamaan persepsi tentang kebijakan strategis yang harus dipayungi oleh undang-undang. ''Kalau bicara soal teknis dan taktis kita sudah lebih dari cukup. Banyak yang cukup latihan sehingga soal itu tidak perlu dikhawatirkan,'' tandasnya.

Ditanggapi Santai

Pernyataan Jusuf Kalla bahwa pemerintah telah mengawasi beberapa pesantren yang dianggap beraliran keras, ditanggapi santai oleh Pesantren Al-Mukmin di Ngruki, Sukoharjo dan Pesantren Darusy Syahadah di Gunungmadu, Simo, Boyolali. Dalam sejarah, kedua pesantren ini memiliki catatan tersendiri dengan masa lalu para pelaku teror di tanah air.

Sebagaimana diketahui, Kalla telah memerintahkan Menag Maftuh Basyuni untuk mengawasi satu dua pesantren yang dinilai mengajarkan kekerasan.

Kalla tidak menyebutkan nama pesantren itu. Namun dia memberikan sinyal untuk menutup pesantren tersebut, seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Yaman untuk menghadapi aliran garis keras.

Humas Pesantren Ngruki Irsyad Fikri mengaku tidak merasa ada perlakuan yang berbeda dari pemerintah terhadap pesantrennya. Menurut dia, memang selama ini dilakukan pengawasan oleh Depag karena pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan swasta yang menerima dan mengasramakan ratusan siswa dari berbagai daerah. "Dari dulu hingga sekarang, kami selalu melaporkan jumlah serta nama-nama santri yang kami terima. Hal itu juga dilakukan oleh pesantren yang lain. Itu memang salah satu tugas Depag mengawasi proses pembelajaran di pesantren sebagai lembaga pendidikan agama yang legal," kata dia.

Pesantren Al-Mukmin Ngruki selalu mendapat perhatian sehubungan dengan kasus-kasus teror. Sejumlah alumni pesantren ini disangka menjadi pelaku teror. Sebut saja Fathurrohman Al-Ghozy, Ali Gufron alias Muklas, Aris Sunarso alias Zulkarnaen, Asmar Latinsani, Hutomo Pamungkas alias Mubarok, dan lain-lainnya.

Pesantren lain yang alumninya juga memiliki catatan tersangkut kasus terorisme adalah Pesantren Darusy Syahadah di Gunungmadu, Simo, Boyolali. Beberapa lulusan pesantren yang belajar di Pakistan pernah dideportasi bersama Rusman Gunawan, adik Hambali, dengan tudingan memperlancar aliran dana bagi kegiatan teror.

Seorang pengelola Pondok Pesantren Darusy Syahadah Mustaqim, juga buru-buru membantah jika pesantrennya mendapat pengawasan khusus dari pemerintah.

Hingga saat ini, laporan-laporan yang diminta pihak Depag Boyolali kepada pesantren juga masih seputar data santri dan kegiatan proses belajar.

"Saya juga tidak pernah dipanggil khusus untuk dimintai keterangan. Kalaupun ada pertemuan dengan pihak Depag, ya selalu dalam forum bersama-sama dengan para pengasuh pesantren yang lain. Bantuan berupa buku-buku dari Depag juga masih terus diberikan," ujar ustad muda lulusan Ma'had 'Aly Pesantren Al-Mukmin Ngruki tahun 1994 ini. (aih,dtc-48,46m)
posted by Asep @ 6:32 AM   1 comments
Strategi AS di Afghanistan diragukan
Meski pemilu nasional selesai dilaksanakan, kekerasan tetap ada
Empat tahun setelah rejim Taleban disingkirkan. Amerika Serikat menghabiskan dana miliaran dolar membiayai operasi di Afghanistan - tetapi apa hasilnya?
Dengan kekerasan yang tiada henti dari sisa-sisa rejim taleban, dan masalah keamanan yang tak kunjung selesai menghalangi pembangunan di sebagian besar wilayah itu, semakin banyak orang mempertanyakan hal ini.
Secara politik memang telah tercapai kemajuan besar, dengan pemilihan presiden Hamid Karzau tahun lalu dan parlemen baru akan mulai bersidang bulan depan setelah pemilu pada bulan Desember.
Namun sebagian pihak mengatakan hal itu hampir seperti yang terjadi di dunia yang pararel. Tidak ada pertanda kemajuan ini bergerak menuju perdamaian.
Menjelang akhir tahun, pemboman dan penembakan terus terjadi hampir setiap hari di bagian selatan dan timur negara itu.
Hal ini menyebabkan 1400 orang tewas dalam satu tahun terakhir - angka korban tertinggi sejak tahun 2001.
Taktik teror baru
Peningkatan dalam serangan bunuh diri, yang menurut para pejabat Afghanistan, didalangi oleh al-Qaeda, merupakan keprihatinan utama.
Gelombang serangan bom bunuh diri landa AfghanistanSejak awal tahun ini, muncul bukti kuat mengenai tekad baru jaringan Osama Bin Laden untuk menghidupkan kembali pengaruh mereka di negara itu, terutama di bagian timur.
Namun baru ketika kekerasan terjadi di Kabul - seperti dua serangan bunuh diri yang baru-baru ini terjadi - situasi itu mulai mendapat perhatian besar dari dunia luar.
Pandangan resmi Amerika adalah keadaan di Afghanistan terkendali. "Keamanan semakin membaik," adalah pernyataan yang sering dikemukakan oleh juru bicara Amerika.
Minggu lalu, Menteri Pertahanan Amerika, Donald Rumsfeld mempergunakan kemajuan di Afghanistan sebagai model bagi Irak.
"Iraq tertinggal beberapa tahun," ujarnya. Namun sebagian kalangan di Afghanistan sendiri - lingkaran pejabat di sana serta badan-badan internasional yang terlibat dalam upaya pembangunan kembali - tidak begitu yakin mengenai "potensi model" Afghanistan.
Institusi yang lemah
BBC berbicara dengan sejumlah polisi dan pejabat keamanan di sejumlah wilayah Afghanistan dan juga Kabul, serta para pekerja internasional yang bergerak di berbagai bidang.
Mullah Mohammad Omar tolak amnestiSemua pejabat pemerintah meminta agar nama mereka dirahasiakan.
"Kini kami sangat khawatir," ujar seorang pejabat senior polisi di Afghanistan timur.
"Taktik Taleban dan al-Qaeda semakin mengancam."
Seorang pejabat departemen dalam negeri mengatakan : "Lemahnya institusi militer dan polisi Afghanistan tidak membantu. Gaji polisi masih sangat rendah."
Seorang pejabat senior PBB mengatakan: "Kami tidak pernah membayangkan akan masih membicarakan perlawanan Taleban empat tahun kemudian.
"Kita harus mengakui bahwa pendekatan yang kini diterapkan tidak berhasil."
Sasaran empuk
Kekhawatiran ini sangat tinggi di kalangan pekerja bantuan kemanusiaan.
Pekerja bantuan sasaran empuk"Jumlah korban di pihak organisasi bantuan di negara ini lebih tinggi dari wilayah krisis lain di dunia," ujar seorang pejabat senior LSM Safety, yang memberi nasihat keamanan kepada badan-badan yang beroperasi di Afghanistan.
Menurutnya, LSM di Afghanistan seringkali memang menjadi sasaran tidak seperti di tempat lain.
Pada tahun ini saja, 30 orang yang bekerja di proyek bantuan - baik sebagai pekerja atau kontraktor - tewas dalam aksi kekerasan.
Padahal tahun lalu hanya terdapat 24 korban.
Dan data ini tidak meliputi mereka yang terlibat dalam proyek pembangunan jalan.
"Situasi keamanan secara perlahan memburuk," ujar Paul Barker, direktur badan bantuan Cafe di Afghanistan.
Dia memiliki pandangan yang lebih jauh dibanding pihak lain karena telah berada di Afghanistan selama tujuh tahun.
Dia mengatakan rekan-rekannya tetap beroperasi di wilayah selatan dan tenggara karena memang telah mantap di sana, namun masalah keamanan membuat mereka tidak bisa memperluas daerah operasi.
"Ini seperti buah simalakama. Selama warga tidak menikmati bantuan, mereka mungkin lebih bisa menerima atau mentolerir elemen-elemen anti pemerintah."
Peraturan sulit
Yang memperburuk keadaan adalah langkah-langkah pengamanan untuk melindungi staf yang diterapkan banyak organisasi membuat mereka semakin sulit melakukan tugas.
Warga hidup dibawah ancaman kekerasan"Keamanan adalah tugas yang belum selesai," ujar Letnan Kolonel Jerry O'Hara, juru bicara militer Amerika di pangkalan udara Bagram, saat diminta komentar.
Dia menolak pernyataan bahwa situasi di sana memburuk, namun mengatakan "penyelesaian jangka panjang dalam masalah keamanan di sini adalah pasukan keamanan Afghanistan.
"Pasukan keamanan Afghanistan akan memainkan peran yang lebih besar."
Pertanyaannya adalah kapan hal ini dimulai. Lebih dari 30 ribu tentara angkatan bersenjatan nasional Afghanistan yang baru telah dilatih oleh pasukan Amerika, Perancis dan Inggris, dan banyak dari mereka telah bertugas dalam pasukan Amerika Serikat.
Namun, untuk beroperasi secara independen masih memerlukan waktu lama. Pentagon telah mengumumkan untuk menarik mundur empat ribu tentara Amerika dari Afghanistan tahun depan.
Militer Afghanistan masih dilatih untuk ambil alih keamananHal itu tidak akan tercapai jika keadaan terus seperti sekarang.
Masalah lain yang dikhawatirkan para pejabat Afghanistan - namun kini dilakukan diam-diam setelah terjadi perang mulut - adalah mengenai peran Pakistan.
Para pejabat berkeras bahwa kaum militan terus masuk dari perbatasan dengan negara itu.
Mereka mengatakan Amerika harus menekan Pakistan lebih keras lagi.
Amerika pun tidak mau membicarakan masalah ini secara terbuka.
Kebijakan resminya adalah bahwa Pakistan merupakan sekutu utama Amerika dalam perang melawan terorisme dan kerjasama telah membaik.
Tetapi masalah ini sangat sensitif, bahkan para pejabat Amerika pun ragu untuk mengeluarkan pandangan mereka secara tertutup.
Empat tahun setelah militer Amerika tiba di Afghanistan, keraguan mengenai kemampuannya mengalahkan kaum perlawanan terus meningkat.
"Tahun depan, kita masih akan mendengar pernyataan koalisi bahwa Taleban telah hancur dan tercerai berai," ujar seorang pekerja bantuan.
posted by Asep @ 6:24 AM   0 comments
Palestina ambil alih perbatasan Gaza
Perlintasan Rafah disebut sebagai gerbang Palestina ke kebebasan
Upacara membuka kembali perbatasan Jalur Gaza dan Mesir telah berlangsung segera berlangsung.
Ini akan menjadi kali pertama Palestina mengendalikan gerbang ke dunia luar yang vital bagi perekonomian warga Gaza.
Kini Perlintasan Rafah, yang selama ini dikuasai Israel, di masa datang akan ditangani oleh Palestina di bawah pengawasan tim pemantau Uni Eropa.
Meski upacara resmi berlangsung hari Jumat, perlintasan itu baru akan benar-benar beroperasi hari Sabtu.
Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas meresmikan pembukaan perbatasan itu dalam suatu upacara, dan menyatakan peristiwa ini "mimpi yang menjadi kenyataan" bagi sekitar 1,3 juta warga Jalur Gaza.
Sedangkan, Utusan Uni Eropa untuk Timur Tengah, Marc Otte mengatakan, pembukaan ini bermakna "langkah maju luar biasa demi kebebasan bangsa Palestina".
Mengawasi
Wartawan BBC Alan Johnston dari Gaza mengatakan, bangsa Palestina selalu membenci keharusan melintasi perbatasan yang selama ini dikuasai Israel. Di perlintasan itu, mereka sering harus terhambat dan harus menjawab pertanyaan aparat Israel.
Israel menutup perlintasan Rafah tanggal 7 September tidak lama setelah mundur dari Gaza, dengan alasan khawatir perlintasan itu akan dipergunakan untuk menyelundupkan senjata dan militan dari Mesir ke Wilayah Palestina.
Wartawan BBC di Gaza mengatakan, pembukaan perbatasan hari Sabtu itu sangat penting bagi warga Palestina. Ini mengingat Gaza tidak memiliki pelabuhan laut, dan Israel menolak mengizinkan pembukaanj kembali bandara internasional Gaza.
Kesepakatan
Awal bulan ini, Menlu AS Condoleezza Rice menjadi perantara kesepakatan antara Israel dan Mesir, yang memungkinkan perlintasan kunci ke Jalur Gaza dibuka kembali.
Menurut kesepakatan itu, kewenangan Palestina di perbatasan tidak dibatasi.
Palestina akan mengendalikan perbatasan, namun pemantau Uni Eropa berwenang untuk menahan kendaraan atau perorangan jika mereka dinilai tidak diperiksa sebagaimana mestinya.
Para pejabat keamanan akan mengawai seluruh pergerakan di perlintasan itu melalui layar televisi dari pangkalan militer Israel tak jauh dari perbatasan tersebut. Namun, Israel tidak memiliki kewenangan untuk memveto atas orang yang melintas.
Meski ekspor tidak diawasi Israel, arus barang ke Gaza sepenuhnya akan tetap di bawah kendali di perbatasan Kerem Shalom.
Warga Palestina akan diperkenankan bepergian dalam konvoi bus antara Gaza dan Tepi Barat mulai bulan Desember, sedangkan konvoi truk diizinkan satu bulan kemudian.
Ada rencana untuk membuka pelabuhan laut, tapi Israel menolak untuk mengizinkan bandara internasional dibuka kembali.
Misi Eropa
Tim pejabat Uni Eropa menyebut, peristiwa hari Jumat ini sebagai salah satu misi terpenting yang ditangani Uni Eropa sejauh ini.
Hari Rabu, kepala tim pemantau Uni Eropa, Jenderal Pietro Pistolese dari Polisi Militer Italia mengatakan, perlintasan hanya akan dibuka selama 4 jam per hari, sampai jumlah pemantau meningkat dari 20 hingga antara 50 dan 80 orang.
Ini kali pertama Uni Eropa secara langsung ikut serta dalam upaya meredakan konflik Israel dan Palestina
posted by Asep @ 6:12 AM   0 comments
Tuesday, November 22, 2005
UNTUK DIRENUNGKAN DAN DIHAYATI, NEXT DO IT!!!

IF YOU DON’T LEARN
YOU DON’T CHANGE
IF YOU DON’T CHANGE
YOU DIE
Orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik dari hari kemarin
Orang yang merugi adalah yang hari ini sama dengan hari kemarin
Orang yang celaka adalah yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin
Peran Pengemban Da’wah
1. Pemegang simpul umat
2. Meningkatkan kesadaran politik umat
3. Melakukan dhabu al-alaqat
4. Menanamkan mafahim, maqayis, dan qanaat Islam di tengah umat
5. Menggerakan umat menuntut perubahan ke arah Islam
Perkataan Imam Al – Ghazali
1. Yang paling dekat di dunia ini adalah kematian
2. Yang paling jauh di dunia ini adalah masa lalu
3. Yang paling besar di dunia ini adalah hawa nafsu
4. Yang paling berat di dunia ini adalah amanah
5. Yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan shalat
6. Yang paling tajam di dunia ini adalah lidah manusia
MENELITI DAN MENGENAL DIRI SENDIRI ADALAH KUNCI UTAMA MENGENAL ALLAH
TIDAK ADA KARYA BESAR YANG DAPAT DICAPAI TANPA ORANG BESAR, DAN ORANG MENJADI BESAR HANYALAH JIKA IA BERKETETAPAN UNTUK ITU
JANGAN TUNDA SAMPAI BESOK APA YANG SEMESTINYA BISA
DIKERJAKAN HARI INI

WAKTU ADALAH
IBADAH
ILMU
UANG
PEDANG
posted by Asep @ 12:55 AM   0 comments
RAPBN 2006 ; PENYELESIAN MASALAH DENGAN MASALAH

Oleh : Asep Firman Y.
Sebagaimana biasa, menyambut peringatan hari kemerdekaan NKRI, Presiden RI menyampaikan pidato kenegaraan didepan rapat paripurna DPR (16/8). Substansi materi dalam pidato ini adalah penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2006. Rancangan ini masih akan diperdebatkan dengan DPR sebelum sah menjadi APBN 2006 dalam beberapa bulan mendatang. Penyusunan RAPBN 2006 adalah upaya sistematis pertama yang disusun sebagai implementasi dari visi dan misi Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2004-09. Presiden SBY dan Wakil Presiden JK beserta Kabinet Indonesia Bersatu telah menetapkan tiga agenda penting, yaitu (i) menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai; (ii) Menciptakan Indonesia yang Adil dan Demokratis; (iii) Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.

Tiga Agenda Pembangunan ini kemudian dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah 2006 (RKP 2006) yang telah menetapkan tujuh prioritas pembangunan, yaitu:
(1) Penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan
(2)Peningkatan kesempatan kerja, investasi, dan ekspor
(3)Revitalisasi pertanian dan kesehatan
(4)Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan
(5)Penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi
(6)Penguatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan, ketertiban serta penyelesaian konflik; dan
(7)Rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias.1

Beragam tanggapan muncul sebagai respon atas pidato kenegaraan tersebut. Sebut saja misalnya apa diungkap oleh pengamat ekonomi, Aviliani, menyatakan asumsi RAPBN 2006 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Rapat Paripurna DPR-RI tidak realistis, sehingga jika dilaksanakan akan terlalu berat dan sulit tercapai. "Kalau saya lihat dari nilai tukar, suku bunga SBI, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi tidak realistis dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya," kata Aviliani, Selasa (16/8), saat diminta komentarnya soal asumsi RAPBN 2006.3

Menurutnya, asumsi nilai tukar yang dikemukakan pemerintah sebesar Rp9.400 per dollar AS dalam RAPBN 2006 akan sulit tercapai karena kondisi kurs saat ini mencapai Rp9.700 per dollar AS. Berdasarkan kajian, nilai tukar seharusnya berkisar antara Rp9.600-Rp9.700 per dollar AS. "Dengan kondisi saat ini yang sekitar Rp9.700 per dollar AS akan sulit untuk kembali lagi kepada posisi semula sebesar Rp9.300 per dollar AS. Dengan demikian, asumsi pemerintah bisa Rp9.400 akan terlalu berat," ujarnya.
Begitu juga dengan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar 8 persen yang dianggap terlalu kecil, saat suku bunga bank sentral AS (The Fed) justru cenderung naik. "Jika bertahan sebesar itu pasti suku bunga di Indonesia menjadi tidak menarik," ungkapnya. Aviliani memperkirakan, SBI pada tahun anggaran 2006 maksimal dapat mencapai 9 persen, meskipun tidak akan sampai mencapai dua digit karena menyulitkan perbankan nasional. Sementara tingkat inflasi yang diasumsikan 7 persen juga dinilai tidak realistis, karena jika mengacu kenaikan harga BBM di luar negeri, pemerintah dipastikan akan mengambil kebijakan untuk menyesuaikannya dan pada akhirnya inflasi terpengaruh sekitar 8-9 persen. Menyangkut pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2 persen, dipastikan masih didominasi dukungan dari sektor konsumsi, sedangkan dari sektor investasi diperkirakan masih terbatas. "Memang tumbuh tetapi secara kualitas tidak begitu baik, kesempatan kerja baru tercipta jika yang tumbuh itu investasi atau ekspor," katanya. Aviliani melihat, sejauh ini belum ada kebijakan yang mendukung sektor investasi dan ekspor untuk berperan lebih optimal sampai tahun 2006, sehingga dipastikan sektor konsumsi yang masih mendominasi.
Senada dengan Aviliani, Ketua Umum Masyarakat Perhutanan Indonesia (MPI), Drs. Sudradjat DP, menilai RAPBN 2006 yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Sidang Paripurna DPR-RI tidak realistis untuk dilaksanakan.4 "Target nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam RAPBN 2006 ditetapkan Rp9.400,-/dolar AS, suku bunga SBI 8 persen, inflasi 7 persen, dan harga minyak 45 dolar AS per barel tidak realistis dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya," kata Sudradjat menanggapi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menyampaikan RAPBN 2006, di Jakarta, Kamis. Dikatakannya, asumsi nilai tukar yang dikemukakan pemerintah sebesar Rp9.400 per dolar AS dalam RAPBN 2006 akan sulit tercapai, karena kondisi kurs saat ini mencapai Rp9.900 per dolar AS.
Sudradjat memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun 2006 bisa mencapai sekitar Rp10.000,- per dolar. "Untuk menekan laju pertumbuhan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, khususnya dolar AS, pemerintah harus mampu meningkatkan nilai ekspor non migas yang komponen lokalnya tinggi," katanya. Komoditi non migas yang komponen lokalnya tinggi adalah produk kayu, mengingat Indonesia masih memiliki hutan tropis yang cukup luas dan pada masa jaya-jayanya tahun 1970-an ekspor komoditi kayu mencapai rata-rata 8 miliar dolar AS per tahun. "Bila pemerintah menghidupkan kembali sektor industri kayu, saya optimis nilai tukar dolar AS dapat dikendalikan di bawah Rp9.000/dolar AS, karena kita memiliki dolar AS yang cukup besar dari hasil ekspor nasional," tuturnya. Sebaliknya bila pemerintah hanya memacu peningkatan ekspor komoditi non migas yang sarat dengan komponen impornya, seperti tekstil, alas kaki, dan barang barang elektronika, dikhawatirkan devisa yang akan diraih tidak signifikan, sehubungan sebagian devisa yang dihasilkan digunakan untuk membeli bahan baku impor, sehingga asumsi RP9.400,/dolar AS sulit dicapai. Begitu juga dengan target tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar 8 persen dianggap terlalu kecil karena kini suku bunga bank sentral AS (The Fed) justru cenderung naik.
"Jika bertahan sebesar itu pasti suku bunga di Indonesia menjadi tidak menarik dan pada gilirannya akan terjadi pelarian modal keluar negeri," katanya. Sudradjat memperkirakan SBI pada tahun anggaran 2006 maksimal dapat mencapai 9 persen, meskipun tidak akan sampai mencapai dua digit karena menyulitkan perbankan nasional. Asumsi harga minyak 45 dolar AS per barel RAPBN 2006 juga tidak realistis, sehubungan harga minyak mentah saat ini sudah mencapai di atas 60 dolar AS. Harga ini akan terus meningkat mengingat pada bulan Maret- April permintaan pasar meningkat. Tingkat inflasi yang diasumsikan 7 persen juga dinilainya tidak realistis karena jika mengacu kenaikan harga BBM di luar negeri, pemerintah dipastikan akan mengambil kebijakan untuk menyesuaikannya dan pada akhirnya inflasi terpengaruh sekitar 8-9 persen. Namun, Sudradjat optimis tingkat inflasi pada tahun 2006 masih di bawah dua digit yaitu sekitar sembilan persen.

Begitu juga dengan Kurtubi seorang pengamat perminyakan, ia menilai bahwa patokan harga minyak dalam Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2006 sebesar 40 dolar AS per barel tidak realistis. `Itu tidak realistis. Ini artinya, kita tak pernah belajar karena selama ini harga minyak selalu ditetapkan jauh di bawah atau jauh dari prediksi,` katanya saat menanggapi patokan harga minyak yang disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan dan keterangan pemerintah di depan rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (16/8). 5 Menurut Kurtubi, sikap tersebut jelas dilakukan pemerintah dengan sangat konservatif atau terlalu berhati-hati, padahal dampaknya pada rencana pengadaan BBM nasional akan selalu lebih rendah dari realisasi. `Ini sudah menimbulkan masalah. Operator BBM nasional, Pertamina tentu merencanakan pengadaannya berdasarkan asumsi yang ada dalam RAPBN. Sementara saat direalisasikan atau ketika impor BBM dilakukan, realisasinya lebih besar. Akibatnya, proses makin rumit dan Pertamina dituding lamban, padahal dia lakukan itu sesuai apa yang tertera dalam RAPBN,` katanya. Dampak kongkretnya adalah kekurangan pasokan BBM nasional tak bisa dihindari. `BBM langka dimana-mana. Pertamina disalahkan. Padahal, dalam perencanaannya sudah salah dan tak realistis,` katanya.

RAPBN 2006 akan lebih membebani masyarakat

Kalau benar RAPBN ini "gol', maka beban ekonomi masyarakat dan dunia usaha akan semakin berat. Apa yang memberatkan?
Dalam pidatonya, Presiden mengisyaratkan akan menempuh kebijakan penghapusan subsidi BBM pada tahun depan. "Kenaikan harga BBM jelas bukan pilihan mudah dan menyenangkan bagi rakyat. Hal itu sungguh terpaksa dilakukan pemerintah sebagai pilihan terakhir," kata Presiden Yudhoyono.
Harga BBM dipastikan naik karena pemerintah menurunkan subsidi menjadi Rp 68,46 triliun dengan asumsi harga minyak USD 40 per barel. Target pendapatan pajak dinaikkan dari Rp 331,7 triliun menjadi Rp 402,1 triliun. Selain itu, kebijakan utang luar negeri masih tambal sulam. "Catatan yang ada adalah tahun depan ada kenaikan BBM dan TDL (tarif dasar listrik, Red)," kata Revrisond Baswir seorang pengamat ekonomi dari UGM Yogyakarta. Ia menilai kreditor internasional masih mendominasi pengambil kebijakan ekonomi pemerintah. "Ekonomi kita saat ini masih terjajah. Ada kepentingan-kepentingan asing dalam penetapan angka asumsi yang banyak dinilai tidak realistis tersebut," ujarnya. Dicontohkan angka asumsi minyak dan nilai tukar dolar yang dipatok di angka USD 40 per barel dan Rp 9.400. "Ini dilakukan untuk menekan porsi bagi hasil dan dana alokasi umum dari pos penerimaan migas. Kondisi tersebut akan menyebabkan pemerintah menikmati windfall profit," jelasnya. Menurut Baswir, hal itu bisa menimbulkan persepsi negatif bagi daerah. "Jangan sampai timbul persepsi bahwa untuk mendapatkan bagi hasil yang besar, harus perang atau mengangkat senjata dulu seperti di Aceh atau Papua," ungkapnya. Sebaliknya, dengan rendahnya asumsi harga minyak dan produksi minyak tersebut, yang diuntungkan adalah perusahaan-perusahaan migas yang akan masuk ke sektor hilir pada November mendatang. "Ironisnya, ada yang memperoleh keuntungan dari penetapan asumsi tersebut. Ini menyebabkan penetapan asumsi tersebut harus dilihat secara politis," sebutnya.

Sementara itu pengamat ekonomi lainnya Ichsanuddin Noorsy mengemukakan bahwa anggaran pemerintah masih banyak dibebani oleh pembayaran utang luar negeri. "Hampir sepertiga RAPBN digunakan untuk membayar utang. Ini dilakukan untuk membayar pinjaman luar negeri maupun bunga obligasi yang setiap tahun dikeluarkan oleh pemerintah," jelasnya. Nota keuangan RAPBN 2006 memang mengalokasikan sejumlah dana untuk pembayaran bunga utang yang mencapai Rp 73,5 triliun dalam pos belanja negara. Dalam pembiayaan bunga luar negeri, ada pos pembayaran cicilan pokok utang luar negeri sebesar Rp 60, 4 triliun.
RAPBN 2006 diperkirakan defisit Rp 19,8 triliun atau sekitar 0,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit 0,7 persen dari PDB itu, lebih rendah jika dibandingkan dengan defisit pada perkiraan realisasi 2005 yang diperkirakan mencapai sekitar satu persen dari PDB. Meskipun besaran defisit anggaran 2006 akan lebih rendah dari 2005, tetapi tantangan yang dihadapi di sisi pembiayaan tidaklah bertambah ringan. Pembiayaan yang perlu disediakan tidak hanya untuk menutupi defisit APBN semata, tetapi juga untuk memenuhi kewajiban pembayaran cicilan pokok utang dalam negeri dan utang luar negeri yang akan jatuh tempo. Dalam RAPBN 2006, pembayaran pokok utang luar negeri direncanakan sekitar Rp 60,4 triliun dan pokok utang dalam negeri sekitar Rp 30,4 triliun. Pembiayaan dari perbankan dalam negeri direncanakan mencapai Rp 19,6 triliun.
Sumber pembiayaan defisit dari dalam negeri juga diperoleh dari hasil privatisasi BUMN dan penjualan aset program restrukturisasi perbankan yang dikelola oleh Perusahaan Pengelola Aset, dan Surat Utang Negara (SUN) neto yang jumlahnya mencapai Rp 30,7 triliun.

Pembebanan dan dan Defisit anggaran sebuah ironi!

Mungkin bagi sebagian masyarakat kita yang awam, fenomena defisit anggaran negara dan pembebanan biaya negara kepada rakyat (kata lain dikorbankan) di tengah melimpah-ruahnya kekayaan alam adalah sebuah ironi. Kok bisa, Indonesia tiba-tiba menjadi demikian miskin di tengah kekayaan alam yang melimpah-ruah? Pertanyaan klasik semacam ini mungkin akan dipandang terlalu sederhana dan sepele, di samping akan dianggap sebagai pertanyaan yang hanya mungkin keluar dari orang yang tidak becus dalam melihat problem ekonomi yang demikian kompleks. Padahal, jika kita berpikir jujur, yang membuat problem ekonomi tampak kompleks sebetulnya ada dua hal: Pertama, kondisi objektif yang menunjukkan betapa kapitalisme telah 'berjasa' mengubah masalah ekonomi yang sebetulnya sederhana menjadi demikian rumit. Contohnya antara lain adalah swastanisasi (privatisasi) yang berhasil merampas sebagian besar harta negara dan milik umum oleh hanya segelintir orang. Fenomena semacam ini telah mengakibatkan hampir 80 persen pendapatan nasional dinikmati oleh 100 orang yang tergabung dalam konglomerat, sedangkan 20 persen dibagi untuk seluruh penduduk Indonesia. Demikian pula dominasi sektor moneter—yang berbasis riba (perbankan) dan spekulasi (bursa saham dan pasar uang)—atas sektor real. Sektor moneter telah menyerap lebih 70 persen uang yang beredar. Pada sektor perbankan saja, pada tahun 1986-1987, hampir 63,80 persen dana nasional dikuasai oleh para bankir di Jakarta; di Jawa Timur tersedia dana 8,0 persen; di Kodya Surabaya 6 persen; di Sumatera Utara sebesar 3,7 persen; di Jawa Barat 6,0 persen; dan di Jawa Tengah 4,6 persen. Artinya, dari 5 propinsi saja telah terakumulasi dana sebesar 86,10 persen, dari sekitar 90 persen yang tersedia untuk ke 22 propinsi yang ada di Indonesia.

Yang lebih rumit adalah ekonomi berbasis utang dengan bunga tinggi—yang terus menjerat— yang diterapkan oleh pemerintah. Dalam catatan Media Indonesia (14/5/2001), tahun ini saja, utang luar negeri Indonesia berikut bunganya yang jatuh tempo—dari seluruh utang luar negeri yang ada— adalah Rp 335 triliun, sedangkan pada tahun depan adalah Rp 238 triliun. Besaran angka seperti itu didasarkan pada asumsi 1 dolar AS sama dengan Rp 10.000,-. Dengan jumlah utang sebesar itu, sebagaimana dikemukakan oleh pengamat ekonomi UGM, Dr. Sri Adiningsih, dalam jangka waktu lama Indonesia akan terus mengalami fenomena gali lubang tutup lubang. Artinya, sudah jelas bahwa utang baru yang didapat sebagian besarnya akan digunakan untuk membayar utang lama yang sudah jatuh tempo. Wajar jika diasumsikan bahwa total utang luar negeri Indonesia paling cepat baru akan terbayar setelah 175 tahun ke depan. (detik.com,/14/5/2001).

Di samping itu, yang tidak kalah rumit, di luar aspek ekonomi, ratusan triliun uang negara, dalam kurun yang amat panjang, dikorup oleh penguasa dan para kroninya.
Kedua, para ekonom sendiri tidak mampu membidik akar persoalan ekonomi—yang sederhana itu—justru karena mereka menggunakan kacamata ekonomi kapitalis. Mereka acapkali memberikan tawaran solusi yang sangat artifisial di saat persoalannya justru sangat fundamental. Mereka tidak pernah membidik kebobrokan paradigma ekonomi kapitalis dan sistemnya yang justru menjadi sumber segala persoalan ekonomi yang mengemuka saat ini. Yang mereka otak-atik hanyalah bagaimana meningkatkan atau menurunkan suku bunga perbankan; bagaimana menetapkan kurs yang dianggap ideal; bagaimana upaya pemerintah agar bantuan (utang luar negeri) dari IMF atau Bank Dunia bisa segera cair; bagaimana agar program privatitasi—yang berarti penjualan aset negara dan masyarakat—segera dapat terealisasi; bagaimana caranya mengurangi subsidi BBM dan meningkatkan pajak—yang berarti meningkatkan beban berat—atas masyarakat; dll.

Dalam Sistem Islam Pengaturan APBN diatur dalam Lembaga Baitul Maal dimana didalamnya terdiri dari : Pertama Anggaran Pendapatan kedua Anggaran Perbelanjaan. Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. ANGGARAN PENDAPATAN

Di dalamnya tercakup bagian-bagian yang sesuai dengan jenis hartanya.
A. Bagian Fai dan Kharaj

Bagian ini menjadi tempat penyimpanan dan pengaturan arsip-arsip pendapatan negara. Meliputi harta yang tergolong fai bagi seluruh kaum Muslim, dan pemasukan dari sektor pajak (dlaribah) yang wajib kaum Muslim (keluarkan) tatkala sumber-sumber pemasukan baitul mal tidak cukup untuk memenuhi anggaran belanja yang bersifat wajib, baik dalam keadaan krisis maupun tidak. Untuk keperluan ini dikhususkan suatu tempat di dalam baitul mal dan tidak dicampur dengan harta lainnya. Ini karena harta tersebut digunakan secara khusus untuk mengatur kepentingan kaum Muslim serta kemaslahatan mereka sesuai pendapat dan ijtihad Khalifah.
Bagian fai dan Icharaj ini tersusun dari beberapa seksi sesuai dengan harta yang masuk kedalamnya, dan jenis-jenis harta tersebut, yaitu:
1. Seksi ghanimah, mencakup ghanimah, an/a/, fai dan khumus.
2. Seksi fcharqj.
3. Seksi status tanah, mencakup tanah-tanah yang ditaklukkan secara paksa (untuah), tanah 'usyriyah, as-shawafi, tanah-tanah yang dimiliki negara, tanah-tanah milik umum dan tanah-tanah (yang dipagar) dan dikuasai negara.
4. Seksi jizyah.
5. Seksi fai, yang meliputi data-data pemasukan dari (harta) as-
shawafi, 'usyur, 1/5 harta rikaz dan barang tambang, tanah yang dijual atau disewakan, harta as-shawa.fi dan harta waris yang tidak ada pewarisnya. 6. Seksi pajak (dlaribah).
B. Bagian Pemilikan Umum

Bagian ini menjadi tempat penyimpanan dan pcncatatan harta-harta milik umum. Badan ini juga berfungsi sebagai pengkaji, pencari, pcngam-bilan, pemasaran, pemasukan dan yang membelanjakan dan menerima harta-harta milik umum. Untuk (jenis) harta benda yang menjadi milik umum, dibuat tempat khusus di baitul mal, tidak bercampur dengan harta-harta lainnya. Ini karena harta tersebut milik seluruh kaum Muslim. Khalifah menggunakan harta ini untuk kepentingan kaum Muslim berdasarkan keputusan dan ijtihadnya, dalam koridor hukum-hukum syara.
Bagian pemilikan umum dibagi menjadi beberapa seksi berdasarkan jenis harta pemilikan umum, yaitu:
1. Seksi minyak dan gas.
2. Seksi listrik.
3. Seksi pertambangan.
4. Seksi laut, sungai, perairan dan mata air.
5. Seksi hutan dan padang (rumput) gembalaan.
6. Seksi tempat khusus (yang dipagar dan dikuasai negara-peny).
C. Bagian Shadaqah
Bagian ini menjadi tempat penyimpanan harta-harta zakat yang wajib, beserta catatan-catatannya.
Seksi-seksi dalam bagian (harta) shadaqah ini disusun berdasarkan jenis harta zakat, yaitu:
1. Seksi zakat (harta) uang dan perdagangan.
2. Seksi zakat pertanian dan buah-buahan.
3. Seksi zakat (ternak) unta, sapi, dan kambing.
Untuk pos harta zakat ini dibuatkan tempat khusus di baitul mal, dan tidak bercampur dengan harta-harta lainnya. Karena Allah Swt telah menentukan orang-orang yang berhak menerima zakat hanya pada delapan golongan saja. Sebagaimana firman Allah:
Sesungguhnyashadaqah (zakat-zakat) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orangmiskin, pengurus-pengurus zakat (amil), para mu'allafyang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah (fl sabilillah) dan orang-orang yang sedang da/am perjalanan (ibnu sabil), sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (TQS. at-Taubah [9]: 60)
Harta zakat tidak boleh dialokasikan kepada selain delapan golongan tesebut.

2. ANGARANA BELANJA

Demikianlah perkara-perkara yang berkaitan dengan bagian pertama dari baitul mal (yaitu pendapatan negara). Adapun bagian kedua adalah bagian belanja negara, dan harta yang hams dibelanjakan oleh baitul mal untuk berbagai keperluan yang mcncakup pembiayaan bagian-bagian baitul mal itu sendiri, seksi-seksinya, dan biro-biro berikut ink a. Seksi dar al-Khilafah, yang terdiri dari:
1.KantorKhilafah.
2. Kantor Penasihat (Mustasyaarin).
3. Kantor Mu'awin Tafwidl.
4. Kantor Mu'awin Tanfidz.
b. Seksi Mashalih ad-Daulah, yang terdiri dari:
1. Biro Amir Jihad.
2. Biro para Wait (Gubernur).
3. Biro para Qadli.
4. Biro Mashalih ad-Daulah, seksi-seksi dan biro-biro lain, serta fasilitas umum.
c. Seksi Santunan
Seksi ini merupakan tempat penyimpanan arsip-arsip dari kelompok masyarakat tertentu yang menurut pendapat Khalifah berhak untuk memperoleh santunan dari negara. Seperti orang-orang fakir, miskin, yang dalam keadaan sangat membutuhkan, yang
berhutang, yang sedang dalam perjalanan, para petani, para pemilik industri, dan lain-lain yang menurut Khalifah mendatangkan maslahat bagi kaum Muslim serta layak diberi subsidi. Tiga seksi tersebut (a, b dan c) memperolch subsidi dari badan /ai dan kharaj.
d. Seksi jihad, meliputi:
1. Biro pasukan, yang mengurus pengadaan, pembentukan, penyiapan dan pelatihan pasukan.
2. Biro persenjataan (amunisi).
3. Biro industri militer.
Biro-biro ini dibiayai dari pendapatan yang diperoleh seluruh bagian dari baitul mal (yaitu dari bagian /ai dan kharaj, pemilikan umum, dan zakat). Dcmikian pula biro-biro ini dibiayai dari harta pemilikan umum yang dikuasai negara dan juga dari pendapatan zakat, karena termasuk ke dalam salah satu golongan (ft sabiilillah) dari delapan golongan yang terdapat dalam ayat :
Sesungguhnyazakat-zakatitu, hanyalah untukorang-orang fakir, orang mis-kin, pengurus-pengurus zakat, para mu'a//a/yang dibujuk hatinya, untuk (me-merdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk ja/an A//ah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. (TQS. at-Taubah [9] : 60)
e. Seksi penyimpanan harta zakat
Badan ini dibiayai dari pendapatan seksi zakat dalam kondisi adanya harta (zakat).
f. Seksi penyimpanan harta pemilikan umum
Seksi ini dibiayai dari pendapatan pemilikan umum berdasarkan pendapat Khalifah sesuai di dalam koridor hukum-hukum syara.
g. Seksi urusan darurai/bencana alam (ath-Thawaari)
Seksi ini memberikan bantuan kepada kaum Muslim atas setiap kondisi darurat/bencana mendadak yang menimpa mcreka, seperti gempa bumi, angin topan, kelaparan dan sebagainya. Biaya yang dikeluarkan oleh seksi ini diperoleh dari pendapatan fai dan kharaj, serta dari (harta) pemilikan umum. Apabila tidak terdapat harta dalam kedua pos tersebut, maka kebutuhannya dibiayai dari harta kaum Muslim (sumbangan sukarela atau pajak).
h. Seksi anggaran belanja negara (al-Muwazanah al-Ammah), pengendali umum (al-Muhasabah al-Ammah) dan badan pengawas (al-Muraqabah)
Al-Muwazanah al-Ammah adalah badan yang mempersiapkan anggaran pendapatan dan belanja negara yang akan datang -sesuai dengan pendapat Khalifah-, yang berkaitan dengan besar kecilnya pendapatan dan pembelanjaan harta yang dimiliki negara. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan pendapatan dan belanja riil secara umum, serta mengikuti fakta pendapatan dan belanja negara yang sedang berjalan secara rinci. Badan ini merupakan dewan dari kantor Khilafah.
Al-Muhasabah al-Ammah adalah badan yang mengendalikan semua harta negara. Dengan kata lain merupakan badan yang bertugas memeriksa harta negara dari segi keberadaannya, keper-luannya, pendapatannya, pembelanjaannya, realisasinya dan pihak-pihak yang berhak menerimanya.
Al-Muraqabah adalah badan yang bertugas mengawasi dan meneliti secara mendalam bukti-bukti hasil pemeriksaan harta negara dan peruntukannya dari al-Muhasabah al-Ammah. Badan ini harus benar-benar melakukan fungsi pengawasan terhadap harta negara, yaitu meyakinkan ada tidaknya harta, sah tidaknya harta yang ada, keperluan-keperluannya, pendapatannya, pembelanjaannya serta memeriksa para penanggungjawabnya yang berkaitan dengan perolehan, peruntukan dan pembelanjaan harta tersebut. Badan inipun bertugas memeriksa urusan administrasi semua badan-badan dan biro-biro negara beserta staf-stafnya.
Inilah bagian-bagian keuangan negara Khilafah sccara umum. Adapun dalil keberadaannya adalah bahwasanya bagian-bagian ini merupakan salah satu bentuk dari urusan administrasi dan tergolong sarana yang akan mempermudah melakukan aktivitas kenegaraan. Rasuh'Jlah saw telah mengatur masalah administrasi negara secara langsung oleh beliau sendiri, dan beliau juga mengangkat para pcnulis untuk urusan tersebut. Hal ini beliau lakukan, baik yang berhubungan dengan urusan harta maupun urusan lainnya. Telah diungkapkan sebelumnya dalam pembahasan 'Bagian-bagian Baitul Ma/ yang Pa/ing Awal Terbentuk' tentang kenyataan bahwa Rasulullah saw mengangkat mereka sebagai penulis untuk urusan harta.
Harus diperhatikan pula, bahwa seluruh ayat dan hadits yang membolehkan harta anfal, ghanimah, fai, jizyah dan kharaj serta menjadikannya sebagai hak kaum Muslim dari orang-orang kafir; demikian juga semua ayat dan hadits yang menunjukkan wajibnya zakat (termasuk peruntukannya) dan harta pemilikan umum; seluruhnya menunjukkan —dengan dalalatu al-iltizam— tentang bolehnya menetapkan bentuk administrasi tertentu yang digunakan untuk pengambilan, penyimpanan, penulisan, pembelanjaan dan pembagian harta. Ini karena bentuk-bentuk administrasi tersebut merupakan cabang dari permasalahan pokok, sehingga bisa dimasukkan di dalamnya. Oleh karena itu, urusan ini merupakan hal yang mubah bagi Khalifah untuk menggunakan dan mengadopsinya sesuai dengan pendapatnya, bahwa hal tersebut adalah berguna untuk pengaturan cara pendapatan, pengendalian, pemeliharaan, pendistribusian serta pembelanjaan harta. Kenyataannya, hal ini (penggunaan dan pengadopsian bagian-bagian dari baitul mal) telah terjadi pada masa Khulafa ar-Rasyidin. Dan semua itu berlangsung dengan disaksikan dan diketahui (didengar) para sahabat tanpa ada penolakan seorangpun dari mereka.

Wallahu a'lam bish shawab

Jatinangor, Ahad 21 Agustus 2005
posted by Asep @ 12:26 AM   0 comments
TEAMWORK DAN MANAJEMEN KONFLIK*


Oleh : Asep Firman Y.**
Dalam kepanitiaan, penggunaan teamwork merupakan solusi terbaik untuk mencapai suatu kesuksesan. Teamwork yang solid akan memudahkan panitia dalam mendelegasikan tugas-tugas kepanitiaan. Namun demikian untuk membentuk sebuah team yang solid dibutuhkan komitmen tinggi dari panitia itu sendiri. Hal terpenting adalah bahwa teamwork harus dilihat sebagai suatu sumber daya yang harus dikembangkan dan dibina sama seperti sumber daya lain yang ada dalam kepanitiaan. Proses pembentukan, pemeliharaan dan pembinaan teamwork harus dilakukan atas dasar kesadaran penuh dari team tersebut sehingga segala sesuatu berjalan secara normal sebagai suatu aktivitas sebuah teamwork.
Definisi Teamwork?
Secara umum teamwork dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Kumpulan individu-individu tersebut memiliki aturan dan mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu proyek, belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar anggota team.
Ketika seseorang bekerja didalam team, akan ada dua isu yang muncul. Pertama adalah adanya tugas-tugas (task) dan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Hal ini seringkali merupakan topik utama yang menjadi perhatian team. Kedua adalah proses yang terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana mekanisme kerja atau aturan main sebuah team sebagai suatu unit kerja dari perusahaan, proses interaksi di dalam team, dan lain-lain. Dengan kata lain proses menunjuk pada semangat kerjasama, koordinasi, prosedur yang harus dilakukan dan disepakati seluruh anggota, dan hal-hal lain yang berguna untuk menjaga keharmonisan hubungan antar individu dalam kelompok itu. Tanpa memperhatikan proses maka sebuah teamwork tidak akan memiliki nilai apa-apa bagi perusahaan dan hanya akan menjadi sumber masalah bagi perusahaan dalam pembentukan sebuah teamwork. Sebaliknya jika proses tersebut ada dalam sekumpulan orang yang bekerjasama, maka performance mereka akan meningkat karena akan mendapat dukungan secara teknis maupun moral.
Mengapa Teamwork Diperlukan?
Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang mapan. selain itu ketrampilan dan pengetahuan yang beranekaragam yang dimiliki oleh anggota kelompok juga merupakan nilai tambah yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika dibandingkan seorang individu yang brilian sekalipun.
Sebuah team dapat dilihat sebagai suatu unit yang mengatur dirinya sendiri. Rentangan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki anggota dan self monitoring" yang ditunjukkan oleh masing-masing team memungkinkannya untuk diberikan suatu tugas dan tanggungjawab. Bahkan ketika suatu masalah tersebut dapat diputuskan oleh satu orang saja, melibatkan teamwork akan memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut adalah: pertama keputusan yang dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan motivasi team dalam pelaksanaanya. Kedua, keputusan bersama akan lebih mudah dipahami oleh team dibandingkan jika hanya mengandalkan keputusan dari satu orang saja.
Bila dilihat dari perspektif individu, dengan masuknya ia kedalam suatu team maka hal tersebut akan menambah semangat juang/motivasi untuk mencapai suatu prestasi yang mungkin tidak akan pernah dapat dicapai seorang diri oleh individu tersebut. Hal ini dapat terjadi karena team mendorong setiap anggotanya untuk memiliki wewenang dan tanggungjawab sehingga meningkatkan harga diri setiap orang.
Siklus Hidup Sebuah Teamwork
Secara umum perkembangan suatu team dapat dibagi dalam 4 tahap:
Forming, adalah tahapan dimana para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu team. Karena kelompok baru dibentuk maka setiap orang membawa nilai-nilai, pendapat dan cara kerja sendiri-sendiri. Konflik sangat jarang terjadi, setiap orang masih sungkan, malu-malu, bahkan seringkali ada anggota yang merasa gugup. Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali team yang sudah dipilih ketua kelompoknya terlebih dahulu).
Storming, adalah tahapan dimana kekacauan mulai timbul di dalam team. Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak ragu-ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah-masalah pribadi, semua ngotot dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang terjadi sangat sedikit karena masing-masing orang tidak mau lagi menjadi pendengar dan sebagian lagi tidak mau berbicara secara terbuka.
Norming, adalah tahapan dimana individu-individu dan sub-group yang ada dalam team mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat kerjasama sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota team. Selain itu semua orang mulai mau menjadi pendengar yang baik. Mekanisme kerja dan aturan-aturan main ditetapkan dan ditaati seluruh anggota.
Performing. Tahapan ini merupakan titik kulminasi dimana team sudah berhasil membangun system yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan team akan terlihat dari prestasi yang ditunjukkan.
Ketrampilan yang Diperlukan
Ada dua ketrampilan utama yang seharusnya dimiliki oleh anggota sebuah teamwork, yaitu:
Ketrampilan managerial (Managerial Skills), termasuk kemampuan dalam membuat rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.
Ketrampilan interpersonal (Interpersonal Skills), termasuk kemampuan berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain.
Dengan menjadi anggota suatu kepanitiaan maka secara tidak langsung Anda sudah menempatkan diri menjadi anggota sebuah teamwork. Nah, sudahkah Anda mempersiapkan diri dengan memiliki ketrampilan-ketrampilan seperti yang disebutkan diatas?

Ket.
* Makalah disampaikan pada Pelatihan Kepanitiaan Dasar DKM UNPAD, Bandung, 17 Juli 2004
** Ketua Biro P3SDP Laboratorium Dakwah DKM UNPAD
posted by Asep @ 12:11 AM   1 comments
Monday, November 21, 2005
MENGUNGKAP INTERVENSI AS DI INDONESIA DAN BAHAYANYA BAGI UMAT ISLAM

Oleh : Asep Firman Y.
Mukaddimah
Ada dua kasus yang penulis coba uraikan sebagai sorotan dan latar belakang dalam pembahasan makalah ini. Pertama, isu seputar adanya campur tangan asing dalam Pemilu Presiden yang sedang berlangsung, sebagaimana disinyalir terutama oleh Kwik Kian Gie (Kompas, 9/7/2004) dan banyaknya pernyataan tokoh-tokoh Islam yang mensinyalir adanya intervensi AS terhadap proses Pemili ini.
Kedua, kontroversi kasus Abu Bakar ba’asyir yang dituduh sebagai biang terorisme selama ini di Indonesia dan pembentukan Densus (Detasemen Khusus) 88 yang sarat dengan kepentingan AS di Indonesia.
Menyangkut yang pertama, sebagaimana kita ketahui, sejumlah kalangan menduga kuat bahwa kenaikan SBY merupakan suatu rekayasa kelompok tertentu yang berkolaborasi dengan pihak asing, termasuk kekuatan-kekuatan asing yang berkolaborasi dengan lembaga-lembaga penelitian. Banyak kalangan juga mulai mengaitkan keterlibatan lembaga-lembaga seperti Carter Centre (milik mantan Presiden AS Jimmy Carter) dan NDI/National Democratic Institute (milik Partai Demokrat AS) dalam mempengaruhi hasil Pemilu Presiden. NDI, misalnya, lembaga yang mensponsori penelitian-penelitian di Indonesia, katakanlah LP3ES, sejak awal telah menghasilkan perolehan-perolehan angka yang hampir akurat sesuai dengan perolehan KPU, sekalipun sebenarnya populasi sample yang diambil itu nggak ada 0,1 persen. Ini dianggap sebagai desain yang diciptakan sedemikian rupa untuk mendikte angka-angka perolehan di KPU itu. Belum lagi permainan teknologi informasi. Dikatakan bahwa ada kelemahan di undang-undang Pemilu saat ini, di tingkat pemasukan data tidak ada pengawas. Jadi, ketika data manual dipindah ke data digital itu tidak ada orang yang mengawasi (www.rnw.n, 12/7/04). Di samping itu, sejumlah kalangan juga mempersoalkan keberadaan kantor National Democratic Institute (NDI) dan Carter Centre yang besebelahan dengan kantor pusat data TI KPU. Berkenaan dengan adanya dugaan campur tangan asing dalam Pemilu Presiden ini, wajar jika Menneg PPN/Kepala Bappenas Kwik Kian Gie mensinyalir bahwa peta kepemimpinan nasional 2004-2009 telah didesain oleh pihak asing. Kwik berpendapat, tidak hanya faktor ekonomi, tapi juga soal politik, Indonesia masih dikendalikan AS (www.bisnis.com, 13/7/04).
Adapun kasus yang kedua, berkaitan dengan kontroversi kasus Abu Bakar Ba’asyir yang dituduh sebagai biang terorisme di Inodnesia, intervensi AS dalam kasus ini sudah sangat jelas dan tidak terbantahkan. Mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara, ZA Maulani, sebagai pimpinan Aliansi Anti Intervensi AS. bersama aktivis Majelis Mujahidin Indonesia, Fauzan Al Anzhari, telah menemui juru bicara Departemen Luar Negeri, Marty Natalegawa, Selasa (20/4/04). Atas upaya polisi untuk menyeret lagi Ba'asyir ke pengadilan dalam kasus terorisme, Maulani menyebutnya sebagai bukti intervensi itu.
Bukti lainnya adalah keterangan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif tentang permintaan Duta Besar AS Ralp Boyce agar aparat Indonesia kembali mengadili dan memenjarakan Amir Mujahidin Indonesia itu. Terakhir Ust. Ba’asyir diancam hukuman mati sebagai mana yang diberitakan harian Republika (26/08/04) dengan tuduhan terlibat kasus bom Marriott dan temuan bahan peledak di Jl. Sri Rejeki, Semarang, Jawa Barat. Tuduhan bergeser dari sebelumnya dimana beliau ditangkap karena tuduhan kasus bom bali. Namun seiring dengan keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan judicial review atas UU 16/2003 tentang Terorisme Bom Bali, situasinya berubah.
Berkaitan dengan pembentukan Densus (Detasemen Khusus) 88 yang sarat dengan kepentingan AS di Indonesia, sebagimana yang disinyalir oleh Radio Nederland (08/10/2003) bahwa Amerika akan memberi pelatihan khusus anti teror bagi polisi Indonesia, ini diungkap oleh mingguan Far Eastern Economic Review. Sebanyak 400-an polisi akan dilatih agar mampu menghadapi soal anti-teror, dari mulai penyelidikannya, sampai penyanderaan dan serangan. Kalau program ini selesai tahun 2005 nanti, maka satuan polisi elit ini harus mampu bergerak cepat di seluruh pelosok Indonesia. Satuan yang disebut Detasemen-88 ini, akan memperkuat tugas polisi dalam perang melawan teror. Pembentukan pasukan khusus ini merupakan hadiah dari pemerintah Amerika Serikat (AS) atas kerja keras Polri mengungkap kasus bom Bali dan bom Marriot. Namun Mabes Polri membantah tegas berita pembentukan pasukan khusus itu. Adapun pelatih dari detasemen yang kemudian disebut delta 88 ini adalah CIA, FBI, dan Secret Service..Secara faktual ‘prestasi’ yang terlihat nampak dari kinerja detasemen ini adalah menangkapi aktivis-aktivis Islam dan menebar teror di daerah-daerah seperti yang disinyalir berbagai media masa minggu-minggu ini.
Dalam tulisan ini, coba diungkap tentang apa kepentingan luar negeri AS di Indonesia dana apa bahayanya bagi umat serta apa yang harus dilakukan oleh umat dalam menghadapi ini?.
Peta politik hegemoni Amerika Serikat
Negara akan mendesain kepentingannya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan subyektif. Tiap negara akan menetapkan kepentingannya dalam bentuk skala prioritas; dan kepentingan vitalnya menduduki skala teretinggi. Kepentingan vital adalah kepentingan yang biasanya negara tersebut akan siap terjun dalam peperangan langsung dengan musuhnya demi meraihnya; seperti mempertahankan kemerdekaan, system, kesatuan wilayah dan menjaga wibawa negara dari penghinaan yang memalukan. Bargaining, di tingkat internasional biasanya menduudki kepentingan sekunder ini. Ideologi yang dianut oleh suatu bangsa akan menetukan kepentingan vital mereka yang paling urgen, karena ideologi ini akan menentukan risalah dan nilai yang akan mereka emban kepada bangsa lain. Dengan demikian, ideologi ini akan memberikan reputasi internasional kepada negara-negara bangsa tersebut.
Ideologi kapitalisme yang diemban oleh Amerika dan ideolog komunisme yang diemban oleh Rusia telah memecah dunia menjadi dua bagian, blok Barat dan blok Timur. Jika kita memandang pentas internasional saat ini, kita akan menemukan negara yang paling berpengaruh di dunia, yaitu Amerika Serikat dengan ideologi kapitalismenya. Setelah runtuhnya ideologi komunisme bersamaan runtuhnya Uni Soviet, Amerika semakin menancapkan kukunya ke negara ketiga (negara berkembang) melalui jalur politik—stick and carrot--, tekanan ekonomi melalui jeratan IMF, bahkan tekanan militer melalui PBB dan NATO maupun pasukan multinasional.
AS adalah sebuah negara ideologis, negara ini dibangun atas dasar ideologi kapitalisme. Politik luar negeri AS tidak bias dilepaskan dari basis deeologi kapitalisme ini. Secara mendasar dan global, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, dalam kitab Mafahim Siyasi li Hizb at Tahrir menyebutkan bahwa inti politik luar negeri negara-negara kaptalis adalah penjajahan/imperialisme.
Sebagai negara ideologis, AS akan selalui berusaha untuk mendominasi dunia dan usahanya ini dipaparkan ke dalam realitas objektif kebijakan luar negerinya. Kebijakan luar negeri AS tersebut adalah untuk menciptakan lingkungan internasional yang kondusif untuk kemakmuran dalam negerinya. Di dalam setiap rencana strategis hubungan internasionalnya, AS, walaupun dengan kata-kata berbeda, selalu mencantumkan dua hal, yaitu “lingkungan internasional yang kondusif” dan “kemakmuran dalam negeri”. Ini menunjukkan bahwa kedua hal tersebut bukan bukan merupakan hal untuk dikompromikan. “Lingkungan Internasional yang kondusif” yang dimaksud AS ialah tidak adanya “ancaman” (threat) dari negara lain. “Ancaman” dari suatu negara dicirikan dengan pertama, adanya permusuhan (hostility) terhadap AS yang tumbuh karena ideologi yang dianut oleh negara tersebut berbeda dengan ideolog kapitalis yang dianut oleh AS. Kedua, adanya kemampuan (capability) dari negara yang bermusuhan (hostile/rough state) tersebut untuk merealisasikan dan mengembangkan ideologinya. Sedangkan,”kemakmuran dalam negeri” berkaitan dengan bergeraknya industri dalam negeri, yaitu terjaminnya akses pada sumber energi dalam bahan mentah, serta adanya keuntungan (advantage) bagi produk-produk AS di pasar dunia.
Dalam konteks Indonesia, ada beberapa alasan mengapa asing berkepentingan untuk mencampuri berbagai urusan dalam negeri Indonesia, di antaranya:
Pertama, secara geopolitik, posisi Indonesia sangat strategis di kawasan Asia Pasifik dan Selat Malaka.
Kedua, secara ekonomi, Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan sumberdaya alam dan mineral, baik di darat maupun di laut. Kekayaan alam Indonesia yang sangat luar biasa ini jelas sangat menggoda negara-negara imperialis seperti AS untuk menguasainya, langsung ataupun tidak langsung (melalui sejumlah perusahaan multinasional AS yang tersebar di seluruh Indonesia). Di samping itu, dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa, Indonesia adalah pasar potensial bagi produk-produk negara-negara industri seperti AS.
Ketiga, secara ideologi-politik, mayoritas penduduk Indonesia (sekitar 87,07%) adalah Muslim. Sebagaimana dipahami, ideologi Islam sudah lama dipandang sebagai ancaman paling potensial oleh Barat (baca: AS) setelah runtuhnya ideologi komunis. Karena itu, Barat dan AS sangat tidak menginginkan jika ideologi Islam bangkit di Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim, sebagaimana hal itu juga tidak dikehendaki oleh AS terjadi di belahan Dunia Islam yang lain. Karena itu pula, AS dengan watak imperialistiknya, sesungguhnya telah, sedang, dan akan terus melakukan banyak makar dan rekayasa politik untuk mencegah bangkitnya Islam di kawasan ini. Perang melawan terorisme yang nyata-nyata ditujukan terhadap kaum Muslim adalah salah satunya. Lebih dari itu, AS sesungguhnya telah banyak mempengaruhi naik-turunnya berbagai rezim penguasa di berbagai belahan dunia, khususnya Dunia Islam, yang pro-AS. Telah banyak fakta-fakta yang diungkap, bahkan oleh kalangan intelijen AS sendiri, bahwa di Dunia Islam, AS (juga Inggris) berperan besar dalam memunculkan kepemimpinan di Arab Saudi, Mesir, Yordania, Kuwait, Aljazair, Turki, dll; termasuk yang paling mutakhir, rezim Afganistan dan Irak. Di Indonesia, AS (melalui CIA) juga sangat berperan dalam menaikturunkan sejumlah tokoh dalam tampuk kekuasaan nasional. Walhasil, sangat mungkin pula jika AS sangat berkepentingan untuk memunculkan presiden Indonesia 2004-2009 yang juga pro-AS dan anti-Islam.
Intervensi AS di Indonesia dari masa ke masa
Jika dihitung sejak masa-masa awal kemerdekaan RI, campur tangan asing (terutama AS) sebetulnya sudah bisa dilihat pada masa Presiden Soekarno berkuasa hingga ia terjungkal dari kekuasaannya. Terjungkalnya Soekarno dari kekuasaan disusul dengan naiknya Soeharto tahun 1960-an juga telah banyak disinyalir oleh para pengamat politik sebagai tidak terlepas dari peran CIA (AS).
Pada masa Soeharto, secara tidak langsung AS juga banyak merecoki persoalan ekonomi maupun politik dalam negeri Indonesia. Kehadiran lembaga ekonomi internasional seperti IMF (yang saham terbesarnya milik AS) sejak tahun 1970-an (di samping Bank Dunia), misalnya, diyakini benyak mempengaruhi kebijakan ekonomi Pemerintah. Namun, apa yang terjadi? IMF yang awalnya dianggap sebagai ‘dewa penolong’, justru semakin mengakibatkan Indonesia bergantung pada utang luar negeri, yang kemudian melahirkan krisis ekonomi. Bahkan, secara tidak langsung IMF malah banyak ‘menyolong’ aset-aset negara melalui kebijakan privatisasi-nya, yang terbukti semakin membangkrutkan perekonomian Indonesia. Ini adalah salah satu bukti yang demikian kasatmata dari campur tangan asing di Indonesia.
Campur tangan asing, terutama AS, juga sangat kentara dalam kasus lepasnya Timor Timur dari wilayah kesatuan Republik Indonesia pada masa pemerintahan Habibie serta semakin ‘ugal-ugalannya’ pemerintah, khususnya pada masa kepemimpinan Megawati, melakukan privatisasi dan penjualan aset-aset negara ke pihak asing. Yang paling mutakhir adalah adanya keinginan kuat dari AS untuk menempatkan pasukannya di perairan Selat Malaka sebagai kawasan yang sangat strategis, baik secara ekonomi maupun politik.
‘Secuil’ fakta di atas sangat jelas menunjukkan, bahwa adanya campur tangan asing terhadap berbagai persoalan dalam negeri Indonesia sesungguhnya bukan isapan jempol bagi siapapun yang mau sedikit kritis. Memang, boleh jadi diungkapnya isu tersebut akhir-akhir ini lebih banyak dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam Pemilu Presiden. Akan tetapi, semua fakta-fakta di atas sesungguhnya sudah cukup menyadarkan kita, bahwa campur tangan asing adalah sangat nyata dan sudah berlangsung lama.
Khatimah
Kasus-kasus intervensi AS di Indonesia pada dasarnya telah membuka mata umat Islam, bahwa apa yang selama ini mereka dengarkan—berupa kenyataan para penguasa mereka adalah boneka, agen negara-negara kafir, serta pengkhianat agama Islam dan umatnya—bukan hanya mitos atau tuduhan tanpa bukti. Jika ada penguasa yang sekaan-akan membela umat Islam, dengan sesekali menyerang kepentingan AS, sebenarnya hal itu bukan karena membela Islam dan umatnya melainkan untuk mempertahanlkan hegemoni negara imperuialis yang menjadi the big bossnya, dengan mengambil sedikit hati umat Islam. Senagai contoh, Mesir. Semua tahu, bahwa pemerintah Mesir adalah agen AS, setelah Revolusi Juli 1952. Tetapi mengapa Mesir menolak bergabung dengan pasukan AS? Logikanya jelas: jika Mesir bergabung, umat Islam di sana akan memprotes keras tindakannya yang bias berujung pada kejatuhannya. Ini tentunya sangat merugikan AS sendiri.
Walhasil, terbukti bahwa kelemahan umat Islam justru terletak pada para penguasa dan partai politik boneka yang ditancapkan di tengah-tebngah umat ini. Bahkan, mengharapkan kekuatan dan kemuliaan umat dari mereka hanyalah mimpi. Karena itu, umat ini harus membangun kekutana mereka:
Pertama, dengan membangun kesadaran politik. Kesadaran politik adalah pandangan dunia yang dibangun dengan landasan ideologi tertentu. Memahami peta politik dunia berdasarkan pandangan ideologis—kapitalis, Sosialis, Islam—adalah salah satu bentuk kesadaran politik. Memahami posisi negara-negara dunia, sebagai negara adidaya, independent, dan dibawah control negara tertentu juga merupakan bagian dari kesadaran politik.
Demikian pula memahami strategi politik dan teknik imperialis, ia merupakan bagian penting yang akan menyadarkan umat dari jeratan imperialis. Untuk semua itu, umat memerlukan partai politik yang mempunyai landasan ideologis. Hanya partai inilah yang akan bias mendidik dan membina masa depan umat serta menyelamatkan mereka dari ranjau imperialis yang membinasakannya.
Kedua, dengan kekuatan politik umat Islam seluruh dunia di bawah naungan khilafah Islam. Dengan kesadran politik umat Islam yang tinggi dan benar, institusi khilfah ini akan menjadi kekuatan politik umat yang tidak bias dikalahkan oleh kekuatan politik manapun. Institusi inilah yang akan menyatukan umat Islam, mengembalikan kemuliaan mereka dengan mengemban ideologi Islam ke seluruh penjuru dunia dalam rangka menyelamatkan dunia dari kerusakan ideologi kapitalisme dan sosialisme. Semua itu telah dibuktikan oleh sejarah. Hanya sejarah pula yang akan mencatat kembalinya umat yang dinistakan ini sesuai dengan janji Allah dalam waktu yang sangat dekat. Walahu a’lam bishawab
Jatinangor, September 2004
posted by Asep @ 11:29 PM   0 comments
AKIDAH ISLAM ; Akidah perjuangan dan perlawanan
Rahasia di Balik Akidah Islam
Kata Akidah (‘aqidah) mengandung pengertian kepastian dan keyakinan terhadap hal-hal yang mendasar. Akidah Islam tidak hanya memiliki pengertian bahasa tetapi juga mempunyai pengertian syariat. Akidah Islam menjadikan pemeluknya lebih mantap, konsisten, dan bahkan lebih hebat perjuangannya di atas jalan akidah tersebut. Dengan demikian, sebagai konsekuensi logis, akidah Islam akan menjadikan pemeluknya sebagai orang yang memiliki karakter tertentu. Oleh karena itu, kita menyaksikan dalam sejarah bahwa siapa pun yang meyakini akidah Islam mereka memiliki biografi yang sama sekali berbeda jika dibandingkan dengan sebelum mereka memeluk akidah tersebut. Salah satu buktinya, seorang budak “hanya” karena memeluk akidah Islam, dapat menjadi pemimpin dunia. Bukti lainnya, dalam realitas sejarah Islam dengan akidah Islam, pasukan kaum muslimin memiliki kemampuan untuk memasuki jantung Eropa, menawan Kaisar Rusia di Konstantinopel, dan bahkan dapat memporak-porandakan Yugoslavia. Akidah Islam pun mampu mengubah manusia lemah menjadi manusia tangguh yang mampu memikul tanggung jawab terhadap dunia dengan mudahnya. Akidah Islam juga mampu membuat seorang pemuda belia menjadi pemimpin agung yang disegani dunia dan semua kekuatan pada waktu itu, padahal individu tersebut tidak memiliki senjata selain akidahnya. Jika demikian, lalu apa rahasianya?
Akidah Islam realitasnya adalah keimanan yang pasti bahwa Allahlah Zat Yang Mahatunggal; Yang menciptakan alam semesta, manusia, serta kehidupan. Dialah Yang Maha Pengatur segala hal yang ada di alam ini. Akidah Islam juga menegaskan bahwa kehidupan ini fana; bahwa tempat kembali manusia hanya ada dua kemungkinan, yaitu surga atau neraka; bahwa rezeki itu ada di tangan Allah saja, demikian pula ajal manusia. Akidah Islampun menegaskan bahwa al-Qur’an datang dari sisi Allah SWT. Dialah Tuhan Yang mengutus Muhammad saw., dengan membawa al-Qur’an sebagai wahyu Allah itu, ke tengah-tengah manusia dalam rangka menyempurnakan kehidupan manusia.
Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa realitas akidah yang seperti inilah yang menjadi rahasia kekuatan bagi orang yang memeluknya. Akidah yang seperti ini pula yang menjadi faktor pendorong bagi para pemeluknya. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut.
Allah menciptakan alam dunia sebagai tempat manusia bisa memilih. Allah Swt. Befirman:
Mahasuci Allah, Yang ditangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS al-Mulk :1)
Allah juga menjadikan bagi manusia surga dan neraka. Surga merupakan tempat tinggal yang hanya berpermulaan tetapi tidak memiliki akhir. Allah Swt berfirman :
Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main belaka. Sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, jika saja mereka tahu. (QS al-‘Ankabut : 65)
Di surga ada hal-hal yang memukau jiwa, menyenangkan mata, serta ada hal-hal yang sama sekali tidak pernah terbayang oleh pikiran manusia. Surga memang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Allah Swt. berfirman:
Akibat (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa. (QS al-A’raf : 128)
Sebaliknya, keadaan neraka bertolak belakang dengan keadaan surga. Di dalam neraka ada belenggu dari besi; makanan penduduk neraka adalah pohon zaqum; dan minumannya adalah air yang mendidih yang bisa menghancurkan pencernaan. Azab di dalam neraka sendiri tidak pernah berakhir. Allah Swt. Berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami kelak akan kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami menggantinya dengan kulit yang lain,, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS an-Nisa’ :56)
Siksaan tersebut tidak akan terhenti ataupun diringankan. Di dalamnya juga tidak ada kematian. Allah Swt. Berfirman :
Orang-orang kafir tempatnya adalah neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak pula azab atas mereka diringankan. Demikianlah kami memberikan balasan kepada setiap orang kafir. (QS Fathir :36)
Jika gambaran neraka Jahannam saja seperti itu, lalu bagaimana pula dengan siksaannya?
Sesungguhnya dalil-dalil yang menjelaskan semua itu merupakan dalil Qath’i, baik dalam penetapan (isbath)-nya maupun penunjukan (dalalah)-nya. Oleh karena itu, manusia yang beriman dengan akidah Islam akan memandang remeh setiap macam siksaan di dunia yang ia rasakan. Sikap demikian merupakan konsekuensi logis dari akidah Islam yang ia peluk yang menuntut konsistensi dirinya terhadap akidahnya agar akidah tersebut tetap mulia sekaligus menjadi pelindung bagi manusia. Perlu ditegaskan, bahwa keimanan terhadap perkara ini pada dasarnya merupakan keimanan terhadap perkara yang pasti yang realitasnya dapat dipahami secara rasional serta dapat terdeskripsikan di dalam otak. Oleh karena itu, jika manusia beriman terhadap surga berikut semua kenikmatan yang terdapat didalamnya serta beriman terhadap neraka berikut segala siksaannya yang dahsyat dan terus menerus, niscaya manusia akan meremehkan hal-hal lain, misalnya siksaan manusia. Dengan demikian, jadilah ia seorang mukmin yang keteguhannya laksana gunung yang perkasa. Ia sama sekali tidak terpengaruh oleh cambuk atau penjara penguasa yang akan segera tersingkir ataupun oleh siksaan orang-orang yang juga akan segera dikucilkan. Yang acapkali terjadi, mereka malah ‘berharap’ mendapatkan siksaan tersebut demi akidahnya.
Oleh karena itu, ditinjau dari sudut ini saja, sudah cukup bisa diungkap rahasia akidah Islam, serta bagaimana akidah ini mampu mengubah seorang Abdullah ibn Mas’ud, yang betisnya mudah tertiup angin (lemah fisiknya), menjadi laki-laki yang agung yang telapak kakinya di sisi Allah lebih mantap dibandingkan dengan Bukit Uhud. Ini pula yang memicu revolusi yang terjadi pada pribadi Suhaib ar-Ruumi, Bilal, dan Salman terhadap tuan mereka. Ini pula yang merupakan satu-satunya faktor pendorong Yasir anak Amar berani menyongsong kematian dengan mata terbuka di bawah siksaan kafir-kafir Quraisy, serta yang membuat Sumayyah menjadi syahidah pertama di dalam Islam. Sumayyah, sebagaimana kita ketahui, mati syahid karena jantungnya ditusuk dengan tombak. Hal itu justru menggolongkan dia sebagaimana orang yang mati di jalan Allah. Sikap semacam inilah yang ditanamkan oleh Nabi saw. Ke dalam jiwa para sahabatnya di dalam menghadapi berbagai siksaan orang-orang kafir Quraisy. Ketika siksaan menimpa keluarga Yasir r.a., beliau bersabda, yang artinya, “sabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kalian kembali adalah surga,”
Bagi kita yang beriman dan mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta tidak menjumpai bandingan apa pun bagi al-Haq, hendaknya kita meresapi fakta para pendahulu kita dan realitas akidah kita, serta hendaklah kita pun hidup dengan kehidupan baru. Hendaklah kita pun tetap konsisten untuk memvisualisasikan fakta akidah kita sehingga Allah memenangkan kita dan kemenangan yang dijanjikan akan segera datang.
Akidah Islam dan Metode Mengemban Dakwah
Akidah Islam menjadikan jihad sebagai metode yang mendasar untuk mengemban akidah tersebut ke seluruh dunia. Rasulullah saw bersabda :
Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka menyatakan bahwa tiada tuhan selain Allah. Jika mereka menyatakan demikian maka terpeliharalah (olehku) darah dan harta mereka kecuali dengan hak akidah tersebut. (al-Hadits)
Dengan demikian, Allah Swt. menjadikan perang jihad sebagai metode (thariqoh) dalam mengemban dakwah Islam, serta menjadikan metode tetap berlaku secara permanen sampai mati dan bahkan berakhirnya kehidupan ini.
Akidah Islam dan Pergolakan Politik
Aktivitas pergolakan politik dilakukan sebelum tegaknya negara Islam. Dengan kata lain, pergolakan politik adalah memaklumkan perang terhadap semua pemikiran kufur sehingga pemikiran kufur tersebut menjadi terhinakan dan hancur. Selain itu, aktivitas pergolakan pemikiran dilakukan dengan memfokuskan pandangan terhadap kekuasaan yang sedang eksis. Caranya adalah dengan menjelaskan kepalsuan, tipu daya, serta buruknya pengurusan penguasa terhadap urusan masyarakat. Dengan demikian, tidak akan dibiarkan satu pun kesempatan, kecuali dimanfaatkan secara sungguh-sungguh untuk menjatuhkan kewibawaan penguasa di mata masyarakat, memperluas kekuatan untuk mendapatkan kekuasaan tersebut dengan cara menggusur penguasa, sekaligus menyiapkan negara Islam, serta membayangkan hanya surga sebagai balasan atas aktivitas tersebut. Rasulullah saw bersabda :
Penghulu para syuhada adalah Hamzah serta orang yang tegak berdiri di hadapan penguasa lalim lalu ia menasehatinya hingga penguasa tersebut membunuhnya. (al-Hadits).
Dengan demikian, siapa saja yang mengemban akidah Islam melalui jalan pergolakan politik dan pergulatan pemikiran akan dapat menjadikan dirinya sebagai syahid, dan tentu tempat kembalinya adalah surga. Sebagaimana disebutkan dalam Hadits Nabi bahwa para syuhada yang jujur, pada hari kiamat kelak, akan dibangkitkan bersama-sama para nabi dan orang-orang yang salih. Rasulllah saw bersabda :
Sesungguhnya jihad yang paling agung adalah mengucapkan kalimat yang haq di hadapan penguasa yang lalim. (al-Hadits)
Islam menjadikan pergolakan semacam ini sebagai jihad yang paling agung. Lebih dari itu, Islam menjadikan pergolakan dengan penguasa lalim--kalau perlu sampai mati—serta upaya menyampaikan kata-kata yang haq, sebagai metode untuk menghardiknya. Dengan begitu, ia diharapkan mau meninggalkan kelaliman. Itu pula sebagian isyarat yang terkandung dalam Baiat Aqobah II, yaitu, “Hendaknya kami menyatakan yang haq di manapun kami berada dan tidak takut—di (jalan) Allah—terhadap celaan orang yang mencela.
Akidah Islam juga menjadikan perlawanan dan peperangan sebagai metode untuk mencegah penguasa memberlakukan hukum-hukum kufur. Rasulullah saw. bersabda yang artinya : Sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mengucapkan salam atas kalian, demikian pula dengan kalian. Sebaliknya, seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kalian benci dan mereka membenci kalian; kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian. Lalu ditanyakan kepada beliau,”Ya Rasulullah, tidakkah kita perangi saja mereka dengan pedang?” beliau menjawab, “Tidak, selama mereka menegakkan shalat (yakni hukum-hukum Islam). (al-Hadits).
Artinya, Islam mewajibkan pembangkangan terhadap penguasa yang memberlakukan hukum yang bukan berasal dari Allah. Bahkan, dalam Islam, upaya memerangi sekaligus menentang penguasa merupakan metode untuk hal tersebut. Walhasil, upaya melakukan perlawanan terhadap hukum-hukum kufur merupakan bagian dari pemikiran yang paling penting dalam akidah Islam
Penjagaan Akidah Islam
Akidah Islam telah menetapkan hukuman mati bagi siapa saja yang mencoba mengganti akidah Islamnya, Rasulullah saw :
Siapa saja yang mengganti agama (Islam)-nya, maka bunuhlah ia. (HR. Bukhari dan Ahmad).
Begitu pula akidah Islam telah telah menetapkan hukuman mati bagi siapa saja yang memecah belah (atau memisahkan diri dari) Negara Islam dari kesatuan umat Islam. Rasulullah saw bersabda yang artinya :
Siapa saja yang membaiat seorang imam (khalifah), memberikan uluran tangan (baiat)-nya dan buah hatinya (untuk mengikuti perintahnya), maka hendaknya dia menaatinya. Jika datang orang lain yang ingin mengambil alih kekuasaannya, maka penggallah lehernya tanpa ragu-ragu lagi (HR. Muslim).
Siapa saja yang datang kepada kalian, sedangkan urusan kalian ditangani (diatur) oleh seseorang (khalifah), kemudian dia hendak memecah-belah kesatuan umat/jamaah kalian, maka perangilah dia. (HR Muslim).
Penjagaan terhadap (eksistensi) pemerintahan Islam dan kesatuan kaum muslimin tidak dapat dipisahkan dengan (hukuman) mati dan peperangan. Hal ini agar akidah Islam yang ada pada umat tetap kuat, sehinggga disegani oleh negara-negara kafir, hingga Allah Swt. Memenangkan agama ini atas ideologi dan agama-agama lainnya.
Berdasarkan pemaparan di atas, perintah untuk memegang teguh akidah Islam sekaligus mengemban, menjaga, menerapkan, dan memelihara kesuciannya, serta menegakkan pemerintahan menjelaskan bahwa kaum Muslim wajib memegang teguh ide-ide (fikrah) Islam, tidak terpisahkan dengan peperangan dan pergolakan. Kaum Muslim wajib mencitrakan dalam benak mereka bahwa ide-ide Islam adalah ide perjuangan dan perlawanan. Hanya dengan cara seperti inilah Islam akan tetap dinamis dan eksis.
Gambaran Sahabat terhadap Akidah Islam
Kenyataan di atas amat dipahami oleh para sahabat. Mereka melakukan pergulatan menghadapi kafir Quraisy secara maksimal hingga bersedia menderita dan merasakan kelaparan dalam perjuangannya. Sa’ad bin Abi Waqqash r.a. bertutur:
Kami pergi berperang bersama-sama Rasulullah saw; kami tidak memiliki makanan kecuali daun kurma, hingga salah seorang dari kami (terpaksa) memakannya, persis seperti hewan-hewan ternak memakan dedaunan. (HR Bukhari dan Muslim).
Abu Hurairah r.a. juga pernah bertutur demikian :
Aku menjumpai Nabi saw., sementara beliau sedang menunaikan shalat sambil duduk. Setelah itu, aku bertanya, ”Wahai Rasulullah aku melihat Anda menjalankan shalat sambil duduk. Apa gerangan yang terjadi?” beliau menjawab, (Aku tak kuat berdiri) karena lapar, wahai Abu Hurairah.” (mendengar itu) Abu Hurairah pun menangis. Akan tetapi, Nabi saw. Berkata, ”Wahai Abu Hurairah, janganlah menangis. Sesungguhnya kesulitan (menghadapi) hisab pada Hari Kiamat tidak sebanding dengan kesulitan lapar di atas dunia.” (Kanz al-Ummal, jilid. IV/4).
Ada pula riwayat yang menceritakan bagaimana para shahabat mengganjal perutnya dengan batu hanya untuk mengatasi rasa lapar yang luar biasa. Oleh karena itu Rasulullah saw, bersabda, yang artinya, “Siapa yang memperoleh makanan dan memiliki kekuatan pada hari itu, seakan-akan ia telah memperoleh dunia dan seisinya.”
Inilah yang dipahami oleh para sahabat dan ini pula keyakinan mereka dalam mengemban akidahnya. Oleh karena itu, para sahabat pun keluar menyongsong kematian di jalan Allah tanpa bertanya lagi tentang (bagaimana) rezeki dan rasa lapar yang mereka derita dalam menjalani keyakinannya. Berkenaan dengan ini, Allah swt, berfirman :
Sungguh akan kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan dan kelaparan serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (QS al-Baqarah :155)
Para sahabat senantiasa bersikap sabar menghadapi cobaan dan meyakini bahwa Allah Swt. Mencegah mereka untuk memperoleh kenikmatan dunia karena mereka akan memperoleh seluruh kenikmatan akhirat. Mereka telah mengemban akidah ini kepada seluruh umat manusia tanpa mempedulikan lagi lagi siksaan manusia maupun kemiskinan yang dideritanya, sebagaimana syair yang dilantunkan Hubayb ibn ‘Adi: Aku tidak peduli tatkala aku terbunuh sebagai Muslim/atas apa saja yang Allah timpakan padaku. Ini adalah jawaban terhadap orang-orang kafir yang telah mengepungnya dengan kematian. Allah telah menjumpai mereka dengan ridha.
Siapa saja yang memegang teguh akidah Islam dan pemikiran apa pun yang keluar dari akidah ini, lalu mngembannya dengan penuh perjuangan, ia pasti akan sanggup memikul berbagai cobaan tatkala ia menempuh jalan keyakinannya. Ambil contoh Zubair yang berusia 18 tahun. Pamannya telah mengucilkannya di dalam penjara. Ia bahkan memasukannya ke dalam api sambil berkata, ”kembali (murtad)lah engkau. ”Zubair menjawab, ”Tidak, aku tetap mengingkarinya selamanya.”
Begitu pula yang dilakukan oleh ‘Abdullah ibn Mas’ud. Tatkala melantunkan ayat-ayat al-Qur’an di depan Ka’bah, orang-orang kafir Quraisy mengepungnya dan mengeroyoknya.akan tetapi, ia kembali melakukan hal itu karena Allah semata.
Banyak lagi kisah-kisah lainnya yang menggambarkan keberanian para sahabat di dalam menghadapi orang-orang kafir Quraiys serta keteguhan mereka didalam menerima berbagai cobaan dan siksaaan.
Akidah Islam telah memerintahkan mereka untuk bersikap demikian, dengan ganjaran berupa pahala yang sangat besar, meskipun mereka menemui kematian. Allah Swt. Berfirman :
Mengapakah kalian takut kepada mereka, padahal Allah lah yang berhak untuk kalian takuti, jika kalian benar-benar orang beriman? (QS at-Taubah :13)
(Yaitu) orang-orang yang menaati Allah dan Rasul, yang kepada mereka ada orang-orang yang mnegatakan. ”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Karena itu, takutlah kepada mereka. ”perkataan itu justru menambah keimanan mereka dan mereka menjawab. ”Cukuplah Allah menjadi Penolopng kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS Ali Imran;172-173)
Tidak cukup itu saja, al-Qur’an juga menantang orang-orang kafir yang menghalang-halangi jalan dakwah yang telah ditetapkan oleh akidah ini. Allah Swt. Berfirman:
Putuskanlah apa yang hendak kalian putuskan. Sesungguhnya kalian hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan dunia ini saja. (QS Thaha :72).
Rasulullah saw telah menolak bujuk rayu orang-orang kafir Quraisy melalui pamannya, Abu Thalib, dengan mengatakan (yang artinya), “Demi Allah, aku tidak mampu menahan seruanku kepada kalian atas apa yang membangkitkanku—yakni risalah Islam—dengan menyalakan percikan nyala matahari ini.”
Ini adalah tantangan dari Rasulullah saw. Ini adalah perjuangan dakwah, yang bukan saja didorong oleh akidah, tetapi juga di-support oleh wahyu. Al-Qur’an tidak menyebut hal itu dalam kerangka akademik/ilmiah atau memperoleh pahala tatkala membacanya, tetapi untuk diterapkan dan diperjuangkan.
Allah Swt. Telah mencela orang-orang yang menganggap siksaan yang dibuat makhluk-makhluk-Nya setara dengan siksaan Allah, sebagaimana firman-nya:
Diantara manusia ada orang yang berkata, ”Kami beriman kepada Allah,” akan tetapi, jikan ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia mengganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. (QS al-’Ankabut:10)
Para pengemban dakwah harus memiliki sikap teguh, diiringi dengan kerasnya tantangan terhadap para pengusa (zalim), dan bersabar menerima berbagai penganiayaan. Semua itu semata-mata agar berjumpa Allah dalam keadaan diridlai.
Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kalian dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS Ali-‘Imran:142)
Allah Swt. Telah menakar pengorbanannya itu dengan surga. Surga, dengan demikian, menjadi pembayaran harga dari aktivitas jihad dan sejenisnya seperti menerima penyiksaan dan pembunuhan serta bersabar atas poenyiksaan dan pembunuhan serta bersabar atas penyiksaan yang diterimanya.
Allah Swt. Memberikan pahala yang sangat besar bagi para pengemban dakwah yang menyampaikan kepada manusia secara terang-terangan perkara dakwahnya dengan menantang setiap hambatan fisik yang menghalangi jalan dakwahnya. Ini telah ditentukan dan dijelaskan oleh wahyu, bukan berdasarkan akal, apalagi hawa nafsu.
Rasulullah saw. Pernah meminta Abu Dzar al-Ghifari untuk merahasiakan keislamannya dan menyuruhnya segera kembali kepada kaumnya sampai kemenangan diperoleh Rasulullah saw. Akan tetapi, Abu Dzar al-Ghifari malah mempermaklumkan keislamannya di tengah-tengah orang kafir dan berhalanya, seraya berteriak lantang, ”Asyhadu an la ilaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah!” Rasulullah akhirnya memuji tindakan Abu Dzar al-Ghifari dan tidak menghalang-halangi lagi keinginannya itu.
Jadi, perjuangan dan pergolakan dalam menempuh jalan akidah merupakan amal perbuatan yang derajatnya sangat tinggi di sisi Allah. Dengan demikian, para pengemban dakwah adalah orang-orang yang meyakini bahwa upaya mengemban dakwah merupakan bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Mereka meyakini pastinya perjumpaan dengan Allah, yang akan membalas segala penderitaan dan cobaan yang dilalui mereka.
Demi Allah, kita akan membenarkan dan bersikap sabar atas hal itu, hingga Allah Swt. memenangkan agama ini atas seluruh agama-agama maupun ideologi manapun di dunia, sekaligus mengobati dada-dada kaum mukmin, yang akan mengganti rasa takut dengan rasa aman, dan yang telah meridhai agama kita ini. Sungguh, kita pasti akan menyaksikannya dalam waktu dekat. Allah Swt, berfirman :
Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya. (QS Yusuf:21).
Wallahu a’lam bish shawab
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin

Jatinangor, November 2003
posted by Asep @ 11:16 PM   1 comments
SURAT PERINTAH SEBELAS MARET, SEBUAH MITOS MODERN
Oleh : Asep Firman Y
Pendahuluan
Sebelum masuk ke dalam pembahasan rinci mengenai substansi permasalahan yang ingin disampaikan oleh penulis dalam tulisannya ini, perlu dipahami bahwa yang menjadi visi dari tulisannya bukan ikut dalam perdebatan mengenai proses lahirnya peristiwa munculnya SUPERSEMAR ini. Dalam tulisannya, penulis lebih menekannkan pada makna-makna atau nilai-nilai yang berekaitan dengan peristiwa ini dengan menggunakan pendekatan teori-teori dan konsep-konsep yang 'mungkin' dapat menjelaskan secara rinci dan rasional terhadap perstiwa ini. Benar bahwa dalam tulisan ini terdapt deskripsi tentang prosesual mengenai peristiwa SUPERSEMAR akan tetapi sebagaimana yang dijelaskan oleh penulis sendiri bahwa ini dilakukan untuk lebih memahami titik permasalahan dari perdebatan yang sudah ada diaklangan sejarawan maupun intelektual lainnya. Sekali lagi bahwa penulis tidak bermaksud masuk dalam wacana perdebatan seputar peristiwa ini akan tetapi lebih mengedepankan pada visi terhadap makna peristiwa. Kenapa hal ini ditegaskan dalam makalah ini? Tentunya ini dilakukan supaya pembahasan makalah tidak rancu sehingga menimbulkan kekaburan atau pembahasan melebar kemana-mana sehingga menimbulkan kebingungan akan apa sebenarnya yang menjadi titik pembahasan dalam makalah ini.
Dengan alasan diatas, maka dalam makalah ini saya akan memfokuskan kepada pembahasan mengenai teori dan konsep yang merupakan interpretasi dari penulis (buku) dan ada di bagian akhir pembahasan. Adapun konsep-konsep yang akan dibahas dalam makalah ini ada tiga konsep : pertama, konsep kepemimpinan dan kekuasaan kedua, legitimasi kekuasaan dan ketiga mitos sebagai legitimasi kekuasan.
Kekuasaan dan kepemimpinan
Dalam bukunya Memahami Ilmu Politik Ramlan Surbakti dengan mengutip pendapat Robson menyatakan bahwa kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berprilaku sesuai kehendak yang mempengaruhi. Kekuasaan dilihat sebagai interaksi antara pihak yang mempengaruhi dan dipengaruhi atau yang satu mempengaruhi dan yang lain mematuhi.
Hampir senada dengan pendapat pertama Miriam Budiardjo mendifinisikan kekuasaan sebagai kemampuan seseorang atau sekelompok manusia untuk mempengaruhi tingkah-lakunya sesorang atau kelompok lain sedemikian rupa sehingga tingkah-laku itu menjadi sesuai dengan keinginan dan tujuan dari orang yang mempunyai kekuasaan itu. Gejala kekuasaan ini adalah gejala yang lumrah terdapat dalam setiap masyarakat, dalam semua bentuk hidup bersama.
Adapun makna kekuasaan dikaitkan dengan sosial Miriam Budiardji yang dikutip dari pernyataan Ossip K. Flechtheim menyatakan bahwa kekuasaan sosial adalah keseluruhan dari kemampuan, huibunmgan-hubungan dan proses-proses yang menghasilkan ketaatan dari pihak lain... untuk tujuan-tujuan yang ditetapkan oleh pemegang kekuasaan.(Social power is the by which compliance of other is secured... for ends dertermined by the power holder). Sementara itu Robert M. MacIver mendifinisikan bahwa kekeuasaan sosial adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung dengan jalan memberi perintah, maupun secara tidak langsung dengan mempergunakan segala alat dan cara yang tersedia, (Social power is the capacity to control the behavior og other either directly by fiat or indirectly by the manipulation of available means). Robert M. MacIver juga mengungkapkan bahwa kekuasan dalam sebuah masyarakat selalu berbentuk piramida. Ini terjadi karena kenyataan bahwa kekuasaan yang satu membuktikan dirinya lebih unggul daripada lainnya, hal mana berarti bahwa yang satu itu lebih unggul daripada yang lainnya , ini berarti yang satu itu lebih kuat dengan jalan mensubordinasikan kekuasaan lainnya itu. Dengan pengertian lain bahwa struktur piramida kekuasaan ini terbentur oleh kenyataan dalam sejarah masyarakat, bahwa golongan yang berkuasa (dan yang memerintah) itu relatif selalu lebih kecil jumlahnya darpada golongan yang dikuasai (dan yang diperintah). Mengomentari ungkapan di atas Gaetano Mosca menyatakan "the many are ruled by the few" (orang banyak diatur oleh sedikit orang). Dan kalau kita lihat pernyataan ini berlaku dalam sistem apapun, sosialisme-komunisme, demokrasi, ataupun Islam.
Adapun hal yang berkaitan dengan kepemimpinan ada beberapa defisni yang dapat membantu kita mengetahui tentang konsep ini. Faruq S. Ustman menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses membangkitkan usaha bersama yang berlangsung dengan adanya timbal balik yang aktif antar beberapa individu sehingga dengan usaha ini dapat dicapai tujuan-tujuan tertentu. Sementara itu pemimpin adalah orang yang mampu membangkitkan semangat para bawahannya untuk mencapai tujuan tertentu dalam kondisi tertentu (Abdul Jawwad, 2000: 429). Sementara itu Futuh AA. Menyatakan bahwa pemimpin adalah seseorang yang mempunyai otoritas atas sekelompok orang. Dan jika setiap orang mempunyai kewenangan atas sebagian orang maka kewenangan ini tidak dianggap sebagai kepemimpinan karena kepemimpinan harus ada otoritas tertentu atas sekelompok orang (Abdul Jawwad, 2000: 429).
Adapun menurut Nina H. Lubis dengan mengutip dari konsep Max Weber menyatakan bahwa kepemimpinan secara umum berkaitan dengan tiga macam otoritas, yaitu otoritas legal-rasional, otoritas tradisional, dan otoritas kharismatik. Kepemimpinan tradisional adalah kepemimpinan seorang elit yang terkait dalam struktur kekuasan tradisional dan berakar pada struktur sosial yang tersusun berdasarkan kelahiran, kekayaan, dan status. Adapun kepemimpinan legal-rasional kepemimpinan seseorang yang didasarkan pada aturan-aturan yang sudah disepakati oleh masyarakat yang sering disebut konstitusi dengan penuh kesadaran. Semenatara itu kepemimpinan berdasarkan kharismatik adalah kepemimpinan seseorang yang didasarkan sikap dari orang lain kepadanya berupa rasa tunduk dan hormat karena ada kelebihan yang ia miliki.
Legitimasi kekuasaan
Konsep legitimasi sebenarnya berkaitan dengan sikap masyarakat terhadap kewenangan. Artinya apakah masyarakat menerima dan mengakui hak moral pemimpin untuk membuat dan melaksanakan keputusan yang mengikat masyarakat atau tidak? Apabila masyarakat menerima dan mengakui hak moral pemimpin untuk membuat dan melaksanakan keputusan yang mengikat masyarakat maka kewenangan itu dikategorikan sebagai berlegitimasi. Artinya legitimsi adalah penerimaan dan pengakuan masyarakat terhadap hak moral pemeimpin untuk memerintah, membuat dan melaksanakan keputusan politik.
Mitos sebagai legitimasi kekuasaan
Legitimasi kekuasaan sangat diperlukan karena ini untuk mengokohkan setiap kepuusan dari sorang pemimpin kepada orang yang dipimpinnya, apalagi ketika terjadi perpindahan kepemimpianan. Sejak dahulu di Indonesia, upaya pelegitimasian atas seorang pemimpin (apalagi pemimpin baru) senantiasa diperlukan. Yang paling sering kita temukan dalam sejarah indonesia ini adalah menjadikan mitos sebagai legeitimasi atas kekuasaan sesorang. Misalnya untuk memperkuat legitimasi, Senapati (pendiri kerajaan Mataram Islam)yang sebenarnya anak angkat dari Sultan Pajang tapi dia mengkaitkan dengan hal-hal berbau mitis yang berasal dari ajaran Hindu. Ini dilakukan karena ia bukan seorang keturunan raja akan tetapi keturunan dari kalangan petani.
DAFTAR PUSTAKA
Budiardjo, Miriam. 2001. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta : PT Gramedia Widisarana Indonesia
Lubis, Nina H. 2002. Sejarah dan Budaya Politik. Bandung : Satya Historika
Lubis, Nina H. 1998. Kehiduoan Kaum Menak Priangan 1800-1942. Bandung : Pusat Informasi Kebudayaan Sunda
Abduljawwad, Muhammad. 2000. Menjadi Manajer Sukses (terj). Jakarta : Gema Insani Press
Burke, Peter.2001. Sejarah dan Teori Sosial. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.
posted by Asep @ 11:08 PM   0 comments
Serangan bunuh diri meningkat di Irak
Serangan bunuh diri meningkat di Irak

Polisi Irak kerap menjadi sasaran serangan kelompok perlawanan
Laporan-laporan dari Baghdad mengatakan setidaknya 40 orang tewas dalam gelombang terbaru serangan bunuh diri di wilayah yang mayoritas penduduknya Shiah.
Dalam serangan terbaru, sedikitnya 30 orang tewas dalam seranga bom mobil bunuh diri dalam upacara pemakaman di dekat Baquba.
Sebelumnya, 13 meninggal di sebuah pasar yang ramai di Baghdad selatan.
Seorang pembom bunuh diri lainnya kemudian melukai empat orang di pusat kota.
Bom di pasar tersebut diletakkan di dalam sebuah mobil dekat jembatan Diyala, daerah yang berpenduduk mayoritas Shiah.
Sedikitnya 20 orang terluka.
Tidak lama kemudian, sedikitnya dua petugas polisi dan dua penduduk sipil terluka ketika seorang pembom bunuh diri menyerang mobil patroli polisi.
Dan kemudian ketika matahari hampir terbenam, seorang pembom bunuh diri menabrakkan diri ke kerumunan massa yang menghadiri upara pemakman di desa Abu Saida, di utara Baghdad.
Sedikitnya 40 orang terluka.
Wartawan BBC Jim Muir mengatakan kelompok perlawanan ini tampaknya semakin meningkat menjelang pemilihan umum bulan depan.
Berbagai serangan in terjadi sehari setelah lebih dari 80 orang tewas akibat sejumlah serangan bom bunuh diri dekat sebuah hotel di Baghdad dan dua mesjid Shiah di kota Khanaqin, dekat perbatasan Iran.
Perujukan nasional
Sementara itu, 50 lebih pemimpin Irak dari segala kelompok masyarakat hari ini akan memulai perundingan tiga hari di bawah pengawasan Liga Arab di Kairo.
Tujuannya adalah mencapai rekonsiliasi nasional.
Sekretaris jenderal Liga Arab, Amr Moussa, mengatakan pada peserta delegasi bahwa mencegah Irak terjerumus ke perang saudara merupakan kepentingan seluruh negara-negara tetangga.
Presiden Mesir, Hosni Mubarak, mengatakan bahwa Irak berada di persimpangan jalan, dan persatuan nasional yang lebih besar harus diutamakan di atas identitas etnis dan agama.
Semakin dekatnya pemilihan bulan depan, meningkatkan perlawanan dengan kekerasan terhadap kelompok berbasis Sunni dan ketegangan antar kelompok agama antara Muslim Shiah dan Suni.
Saat ini rekonsiliasi memang sangat diperlukan.
Sekretaris jendral PBB, Kofi Annan yang juga mendukung usulan Liga Arab ini mengatakan, tanpa rekonsiliasi, pemilihan saja tidak akan cukup untuk menyatukan Irak.
Jelas bahwa pertemuan Kairo tidak serta merta dapat meredakan kekerasan.
Pihak Liga Arab berharap, apa yang dapat mereka lakukan adalah memulai proses rekonsiliasi untuk mendorong proses politik di Irak.
Tujuan secara keseluruhan adalah berlanjutnya kekekerasan oleh pihak garis keras perlawanan dan menyatukan komunitas Suni Irak yang terasing setelah digulingkannya Saddam Hussein.
Apa yang penting tentang pertemuan Kairo ini adalah dapat mempertemukan sebagian kalangan yang berbeda pendapat namun dapat berkompromi bila dinyatakan alasannya adalah menyatukan Irak.
Yang paling penting adalah para pemimpin faksi Suni juga ikut serta.
Sebagian dari mereka dituduh oleh kelompok militan Shiah bersimpati dengan kelompok perlawanan.
Sebagian pemimpin Shiah tidak turut serta namun mengirimkan perwakilan mereka karena kawatir mantan anggota partai Baath dan kelompok radikal Suni juga hadir.
Dari pandangan sebagian pemimpin Shiah dan Kurdi yang terlibat dalam pemerintahan Irak, usulan Liga Arab ini dianggap dapat mendorong proses politik Irak.
Liga Arab tidak mendukung operasi yang dipimpin Amerika untuk menggulingkan Saddam Hussein, dan tetap menjaga jarak dengan pemerintahan Irak yang didukung Washington.
Jadi usulan ini diharapkan dapat mendorong warga Suni Irak untuk bergabung namun prosesnya masih jauh. Proses rekonsiliasi ini juga akan berpacu dengan kejadian di lapangan yang memiliki dampak bertolak belakang.
posted by Asep @ 8:05 AM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E