Saturday, December 10, 2005
Untuk mereka yang anti Hadits
dapat kiriman yang saya pikir ada gunanya untuk dibaca nech,

Salah satu metode meruntuhkan ajaran Islam yang paling kuno dan sudah jadi langganan orang kafir adalah menghembuskan keragu-raguan kepada keshahihan hadits-hadits nabawi. Tasykik (menyusupkan keragu-raguan) model ini sebenarnya metode klasik yang serin gdilancarkan para orientalis zaman dulu. Triknya pun sebenarnya terbilang ketinggalan zaman alias sudah out of date. Meski demikian,bila ditembakkan kepada kalangan awam yang gagap dengan esensi ajaran Islam, ternyata jurus ini terkadang masih ampuh juga.Yang jelas bukan karena keampuhan jurusnya, tetapi memang dasarnya pertahanan fikrah umat Islam ini terlalu lemah dan rentan terhadap berbagai serangan, bahkan yang paling lemah sekalipun. Sehingga hanya sekali gebrak saja sudah jatuh bertekuk lutut. Padahal bila kita sedikit saja punya latar belakang pemahaman ilmu hadits, pastilah kita dengan mudah akan merontokkan semua tuduhanmiring tentang keabsahan hadits nabawi. Kami akan sampaikan tiga contoh tuduhan orientalis dan jawaban singkatnya.

1. Tuduhan Bahwa Hadits Tidak Ditulis di Masa Nabi.

Para orientalis seringkali mengatakan bahwa hadits baru ditulis seratus tahun lebih setelah Rasulullah SAW wafat. Sehingga sangat besar kemungkinan terjadinya pemalsuan. Sedangkan di masa Rasulullah SAWhadits itu tidak pernah ditulis. Tuduhan ini pun seringkali mengecoh orang awam untuk membenarkan tasykik. Padahal para orientalis itu sungguh-sungguh keliru dalam hal ini.Memang benar ada ungkapan Imam Malik yang bisa disalah-pahami, tapi ungkapan Imam Malik yang menyebutkan bahwa orang yang menulis hadits adalah Ibnu Syihab Az-Zuhri (wafat 123 H) sebenarnya terkait dengan penulisan yang bersifat pengumpulan. Maksudnya adalah bahwa Az-Zuhri merupakan orang yang pertama kali mengumpulkan naskah-naskah hadits menjadi satu. Sedangkan penulisan hadits sebenarnya sudah dilakukan di masa Rasulullah SAW masih hidup, meski tidak dilakukan oleh semua shahabat. Penelitian menunjukkan bahwa di masa Rasulullah SAW masih hidup, tidak kurang ada 52 orang shahabat yang kerjanya menulis dan mencatat hadits-hadits beliau. Sedangkan di kalangan tabi`in ada 247 yangmelakukan hal serupa.

2. Teori Projecting Back

Di antara argumen yang dilancarkan oleh para orientalis adalah teori projecting back. Teori ini berkesimpulan bahwa hampir semua hadits itu hanyalah karangan para ahli fiqih yang hidup di abad ke 2 dan ke 3 hijriyah tapi dibuat seolah-olah berasal dari Rasulullah SAW. Salah satu tokohnya adalah Joseph Scacht dalam bukunya "The Origins OfMohammadan Juresprudence" dan "An Introduction to Islamic Law." Salah satu ungkapannya adalah 'Kita tidak akan menemukan satu buah hadits hukum yang berasal dari Nabi yang dapat dipertimbangkan shahih'. Tentu saja orang awam dan terbelakang dengan ajaran Islam akan terkagum-kagum dengan lontaran semacam ini. Dan dengan mudah akan langsung membenarkannya. Padahal, teori itu mudah sekali dipatahkan. Adalah seorang Dr. Mustafa Al-Azhami, seorang peraih gelar doktor padaUniversitas Cambridge di Inggris, yang melakukannya dengan mudah. Beliau mengambil sebuah naskah hadits yang dituduhkannya sebagai karangan ulama saja untuk dijadikan bahan penelitian yang menumbangkan tuduhan keji musuh Islam. Naskah itu milik As-Suhail bin Abu Shalih (w. 138 H). Ayahnya yaitu Abu Shalih adalah seorang murid Abu Hurairah. Sehingga haditsnya punya runtutan rawi yang jelas dari Suhail dari Ayahnya dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW. Naskah ini mengandung 49 hadits yang setelah diteliti sampai ke generasi ke tiga yaitu generasi Suhail, ternyata jumlah rawinya mencapai 20 sampai 30 orang yang masing-masing berdomisili di beragam penjuru dunia yang berjauhan di masa itu. Sangatmustahil untuk ukuran masa itu mereka berkumpul untuk membuat sebuah hadits palsu sehingga redaksinya bisa mirip persis. Salah satu hadits itu adalah: 'Bila salah seorang dari kamu bangun dari tidurnya, maka hendaklah dia mencuci tangannya, karena dia tidak tahu semalam tangannya berada dimana'.

Dalam naskah Suhail hadits ini ada pada urutan ke 7 dan pada jenjang pertama (tabaqah ula) diriwayatkan oleh 5 orang shahabat yaitu AbuHurairah, Ibnu Umar, Jabir, Aisyah dan Ali ra. Abu Hurairah sendirilalu meriwayatkan hadits ini kepada 13 orang tabi`in. Ke-13 orang ini lalu menyebar ke berbagai penjuru dunia. 8 orang tinggal di Madinah, seorang tinggal di Kufah, 2 orang tinggal di Bashrah, seorang tinggal di Yaman dan seorang lagi tinggal di Syam. Ke-13 tabi`in ini lalu meriwayatkan lagi hadits itu kepada generasi berikutnya Atba`ut-tabi`in dan jumlah mereka menjadi 16 orang. 6 orang tinggal di Madinah, 4 orang di Bashrah, 2 orang di Kufah, 1 orang diMekkah, 1 orang di Yaman, 1 orang di Khurasan dan 1 orang di Himsh Syam. Maka amat mustahil ada 16 orang yang domisilinya terpencar-pencar diberagam ujung dunia itu pernah berkumpul bersama pada suatu saat untukmembuat hadits palsu bersama yang redaksinya sama. Atau mustahil pulamereka masing-masing di rumahnya membuat hadits lalu kebetulan semua bisa sama sampai pada tingkat redaksinya. Kalau kejadiannya di masa sekarang ini, mungkin saja bisa dilakukan lewat diskusi di milis atau lewat SMS. Tapi di masa itu untuk menempuh satu kota dengan kota lain dibutuhkan waktu berbulan-bulan dengan naik unta. Padahal ke 16 orang itu baru dari jalur Abu Hurairah saja. Apabila jumlah rawi itu ditambah dengan yang dari ke 4 shahabat lainnya, maka jumlahnya akan menjadi lebih banyak.

3. Tuduhan Bahwa Hadits Terlalu Banyak

Orang yang awam dengan ilmu hadits pasti dengan mudah akan menganggukkan kepala, manakala mendengar argumen musuh Islam yang mengatakan bahwa secara logika tidak bisa diterima adanya jumlah hadits nabi yang mencapai ratusan ribu. Mereka sering mempertanyakan, "Apakah pekerjaan Nabi itu hanya bicara saja? Pastilah ada banyak sekali hadits palsu."

Padahal adanya hadits yang mencapai ratusan ribu itu sebenarnya hanya karena cara penghitungannya saja. Rupanya para orientalis itu dan para murid-muridnya memang betul-betul bodoh dengan ilmu hadits. Ternyatamereka tidak tahu bagaimana cara menghitung hadits nabi. Mereka menduga bahwa hadits nabi itu hanya matannya saja. Padahal dalam ilmu hadits, hadits adalah gabungan antara matan dan sanadnya. Karenanya, bila terdapat matan hadits yang sama namun sanadnya berbeda misalnya 10 jalur sanad, tetap akan dihitung sebagai 10 hadits dan bukan satu hadits saja. Dari sisi ini saja sudah terbukti bahwa mereka yang melontarkan tuduhan sebenarnya tidak tahu duduk persoalannya.

Sayang sekali umat Islam tercinta ini ternyata terlalu percaya dengan nama-nama besar orientalis, padahal sikap dan cara mereka mempertanyakan sesuatu sudah mencerminkan bahwa mereka justru sama sekali tidak kompeten untuk bicara masalah hadits. Silahkan belajarsaja terlebih dahulu ilmu hadits kepada para ulama, baru kalau sudah punya ilmu sedikit-sedikit dan ada yang masih kurang jelas, silahkan ditanyakan. Sedangkan lancang melemparkan kritik tanpa pernah paham ilmunya, justru mempermalukan diri sendiri. Kita sungguh ikut merasa kasihan danberduka cita atas kejadian seperti ini.

Pesan untuk penginkar Hadits

Maka para pengingkar hadits dari kalangan muslimin sebenarnya perlu membuka mata untuk tahu dari manakah sebenarnya pemikiran keliru itu mereka lahap. Tidak lain dari para orientalis yang sejak awal sudah punya niat tidak baik terhadap Islam. Seharusnya mereka perlu sedikit lebih mawas diri untuk belajar dan memperdalam ilmu agama secara benar, agar tidak terlalu mudah terlena dengan bujuk rayu musuh Islam. Sayangnya kebanyakan mereka justru terlalu awam dengan ajaran Islam, ditambah terlalu mudah terpesona dengan apa yang lahir dari mulut musuh-musuh Islam. Seolah-olah barat itu sumber kebenaran satu-satunya. Padahal justru barat-lah yang banyak berhutang ilmu pengetahuan kepada dunia Islam.

Terus terang, metodologi penulisan hadits yang ada di dunia Islam ini hanya ada satu-satunya di dunia, bahkan sepanjang sejarah peradaban manusia. Seharusnya, barat itu datang baik-baik untuk melihat dan mengagumi buah karya anak manusia. Ilmu penulisan hadits dengan segala keistimewaannya yang kita warisi ini tidak akan pernah lagi tercipta dimuka bumi. Seharusnya, Imam Al-Bukhari, Imam Muslim dan para muhaddits lainnya mendapat pulitzer atau nobel untuk karya mereka. Bahkan mungkin semua jenis penghargaan atas karya cipta yang pernah ada di atas lembaran kerak bumi ini tidak pernah bisa sebanding dengan apa yang telah mereka lakukan. Cabang ilmu ini telah berdiri tegak dengan gagahnya lebih dari seribu tahun lamanya. Setiap kali ada orang datang mencelanya ataumenafikannya, setiap kali punya ilmu ini membuktikan keagungannya.

Wallahu a'lam bish-shawab,
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.
Leo Imanov
posted by Asep @ 5:01 AM   0 comments
MUHASABAH DENGAN CERMIN
Assalamu'alaikum wa rohmatullohi Ta'ala wa barokatuhu

Sahabat....apa yang ada dalam benak anda saat anda bercermin....tentunya setelah membaca doa bercermin, mari kita coba berdialog dengan yang tengah anda pandang dalam pantulan cermin anda...

" Hey wajah, apakah engkau ini kelak akan bercahaya bersinar indah di sorga sana ? Atau malah engkau ini akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam ?"

Lalu,

tatap mata kita, seraya bertanya," Hei mata, apakah engkau ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Alloh Yang Maha Agung, menatap keindahan sorga, menatap Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa salam, menatap para Nabi, menatap kekasih kekasih Alloh kelak ? Ataukah engkau ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, dan meleleh ditusuk baja membara ? Akankah engkau yang seringkali terlibat maksiat ini akan menyelamatkan ? Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini...?"

Tanyalah mulut kita ini, Apakah mulut ini yang diakhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thoyibah, Laa ilaaha illallaah ? Ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur julur, menjadi pemakan buah zaqum yang getir menghanguskan, dan menghancurkan setiap usus ? Atau menjadi peminum lahar dan nanah yang panas membara ? Saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini...?"
" Wahai mulut, apa gerangan yang kau ucapkan? Wahai mulut yang malang...betapa banyak dusta yang engkau ucapkan! Betapa banyak hati hati yang remuk dengan pisau kata katamu yang mengiris tajam ! Berapa banyak kata kata manis semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu beberapa orang ? Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama Alloh dengan tulus ? Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Alloh mengampunimu...?

Berdialoglah dengan diri ini," Hai... kamu ini anak sholeh atau anak durjana? Apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini ? Tetapi, apa yang telah engkau berikan kepada keduanya, selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya ? Tidak tahukah engkau, betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk yang tidak tahu membalas budi!."

" Wahai tubuh, apakah engkau kelak akan penuh cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkerama disorga sana ? Atau tubuh yang akan tercabik cabik hancur mendidih didalam lahar jahannam, yang akan terus terasa tanpa ampun, memikul derita tiada akhir ?."

"Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba hamba Alloh yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak hak yang engkau rampas?."

" Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus kata katamu atau malah sekelam kotoran kotoran yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun daun yang mudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran kotoranmu?."

Lalu ingatlah amal amal kita," Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan? Berapa banyak aib aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini?."

" Apakah engkau ini dermawan atau si pelit yang menyebalkan?" Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dijalan kebenaran? Bandingkanlah dengan yang engkau gunakan untuk memenuhi selera rendah hawa nafsumu!."

" Apakah engkau ini shalih atau shalihah seperti yang engkau tampakkan? Khusyukkah sholatmu? Dzikirmu, doamu...ikhlaskah engkau melakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah engkau ini menjadi makhluk "riya" tukang pamer?."


Sungguh! Betapa banyak perbedaan antara yang nampak dicermin dengan apa yang tersembunyi, betapa aku telah tertipu oleh " topeng "? Betapa yang kulihat selama ini hanyalah " topeng ", hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus " topeng topeng "duniawi .

Wahai sahabat sahabat sekalian...sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.
Semoga kita dikaruniai hati yang istiqomah ( selalu lurus ) diatas kebenaran dan semoga kelak kita kembali kepada Alloh membawa qalbun saliim, hati yang selamat.


Amin Wallahu'alam bish showab.


Astaghfirulloohal'adziim Astaghfirulloohal'adziim Astaghfirulloohal'adziim

Wassalamu'alaikum wa rohmatullohi Ta'ala wa barokatuhu

( dari buku : Menggapai Qolbun Saliim - Bengkel Hati Menuju Akhlak Mulia, Aa Gym )
posted by Asep @ 4:55 AM   0 comments
Tuesday, December 06, 2005
UNDANGAN UNTUK KIRIM ARTIKEL
Assalamu'alaikum wr. wb.

Bagi temen-temen yang buka website ini saya undang untuk kirim tulisan dan dimuat di website ini. Mudah-mudahan dinilai ibadah karena insya Allah ini dijadikan media dakwah. kalau kamu mo kirim, langsung aja send ke mailku : asep_firman1924@yahoo.com. Mudah-mudahan Allah SWT menerima setiap niat dan amal baik kita amien...

Wassalamu'alaikum wr. wb.
posted by Asep @ 2:46 PM   0 comments
Sumpah, Nggak Abis Pikir!

hayatulislam.net - Beberapa hari terakhir ini saya sering dibuat bingung. Entah karena saya sudah mulai banyak pikiran atau memang yang membuat saya berpikir itu membingungkan. Banyak peristiwa yang mengherankan. Baca koran, banyak yang bikin saya nggak abis pikir.

Ngeliat acara berita dan tayangan program lainnya di televisi juga menurut saya banyak yang bikin heran. Eh, denger radio juga sering muncul celetukan dan komentar yang menurut saya sendiri menganehkan. Begitu surfing di internet, keanehan makin meraja. Duh, kenapa saya memandang itu semua sebagai keanehan? Apakah saya sudah tidak aneh sehingga merasa perlu menganggap sesuatu dan orang lain sebagai keanehan, atau saya yang justru dianggap aneh oleh mereka yang saya nilai aneh itu? Ah, bener-bener aneh, heran dan membingungkan. Sumpah deh, nggak abis pikir banget.

Berikut ini saya paparkan kepada teman-teman beberapa masalah yang bikin saya nggak abis pikir untuk memikirkannya. Kenapa bisa begitu? Kok kayak kebalik-balik gitu? Kenapa yang baik dianggap jelek, dan sebaliknya?

Terorisme dan kriminalitas

Sumpah, nggak abis pikir. Kenapa kasus terorisme begitu sering diekspos besar-besaran oleh media massa ketimbang kasus kriminalitas? Okelah, dalam dunia jurnalistik sesuatu yang baru sering kali dibesar-besarkan. Dalam jurnalistik berlaku juga semacam semboyan: "bad news good news". Artinya, kalo ada berita tentang kejelekan dari mana saja, itu adalah berita baik bagi insan pers. Misalnya aja kasus perceraian kalangan seleb lebih heboh beritanya ketimbang kasus pernikahan seleb. Kasus korupsi di Departemen Agama lebih santer beritanya ketimbang kasus serupa di Depertemen Keuangan. Karena apa? Selain karena ironisme, juga karena berita buruk dari seseorang atau sesuatu adalah berita baik bagi pengelola media. Makanya, akan dipelihara. Akan dibesar-besarkan.

Itu sebabnya, baca dan denger berita seputar terorisme akhir-akhir ini sampe bikin saya muak. Apalagi terorisme selalu dan kesannya ditujukan untuk Islam dan kaum muslimin. Iya, gimana nggak begitu, wong pesantren diminta diawasi dan dikaji ulang kurikulumnya. Itu namanya udah nuduh dong. Meskipun banyak di antara mereka yang pura-pura bijak dengan mengatakan bahwa ini bukan berarti terorisme berkaitan langsung dengan Islam, tapi anehnya malah langsung menunjuk hidung. Bukan lagi menggunakan asas praduga tak bersalah. Bahkan banyak media massa yang bikin editorial yang nyebelin abis karena terorisme tuh identik dengan Islam. Waduh.

Akibatnya, masyarakat jadi merasa aksi terorisme benar-benar dilakukan oleh umat Islam dan memang dalam Islam diajarkan. Dan lebih malu-maluin lagi ada juga tokoh Islam yang ikutan minder duluan, terus bereaksi bikin pernyataan seolah-olah dia dan kelompoknya nggak tahu menahu soal terorisme dengan memberi pernyataan mendukung arus. Bukan melawan arus.

Lalu, hubungannya dengan kriminalitas, masalah ini seperti dianggap angin lalu aja. Mungkin juga karena masalah ini sudah biasa, sehingga nggak merasa kaget atau heran. Kecuali kasusnya yang heboh seperti misalnya (kalo ada), pejabat anu ketangkep basah lagi berselingkuh, atau anak pejabat negara overdosis narkoba.

Sumpah, nggak abis pikir kenapa terorisme mengarah kepada Islam dan umat Islam. Padahal, padahal pada waktu yang bersamaan kriminalitas tiap hari angkanya melompat jauh dan kian nggak aman saja kita hidup. Tapi, lagi-lagi, masalah kriminalitas ini nggak jadi berita besar untuk mendapat perhatian yang besar pula dari masyarakat.

Jilbab dan bikini

Sumpah, nggak abis pikir neh. Orang yang berjilbab dan berkerudung kok banyak yang dianggap kampungan, kuno, dan fanatik? Sementara wanita yang pake bikini atau you can see disanjung sebagai golongan modern dan berpikiran maju. Nggak kebalik?

Padahal nih, kalo misalnya modernitas diukur dari perkembangan budaya, teknologi, dan pemikiran, maka orang yang masih mengenakan busana irit bahan pas keluar rumah, kayaknya itu deh yang nggak ngikuti perkembangan jaman. Betul?

Kenapa? Karena sekarang pabrik tekstil saja sudah banyak, teknologinya bukan lagi dengan mesin tenun tradisional, tapi sudah mesin pemintal canggih, terus secara pemikiran mereka yang modern pasti butuh pakaian untuk nutupin badan biar nggak malu.

Beda banget kan dengan jaman nenek moyang manusia di jaman purba. Pakaian aja nggak punya, karena belum tahu bagaimana cara bikin pakaian. Terus teknologinya belum kepikiran. Jadinya mikirnya sederhana: ngapain harus malu, toh yang lain juga melakukan hal yang sama. Gitu kali ye? Hehehe…

Itu sebabnya, para akhwat yang ogah make jilbab dan kerudung, kudu mengedit kembali pemahamannya biar benar dan lurus tentang Islam. Setuju?

Aborsi boleh, seks bebas dibiarin?

Sumpah, nggak abis pikir. Aborsi karena kehamilan yang tidak diinginkan dan karena belum siap jadi ibu dibolehin. Lalu diminta dilegalkan saja oleh pemerintah. Udah gitu, pake ngedalil segala lagi: "Ini kan demi menolong orang. Kasihan mereka daripada aborsi di tempat yang tak aman secara medis bisa merenggut jiwanya."

Sumpah nggak abis pikir, kok jaman kiwari masih ada aja yang berpikir kurang cerdas. Maaf, saya menggunakan kata-kata ini karena agak-agak kesel gitu deh. Abisnya, kalo emang yang pengen aborsi karena malu setelah berbuat zina, kenapa mesti dibantu menggugurkan kandungannya? Udahlah dia dosa berzina, eh, ngebunuh anaknya lagi. Lagian, kalo emang malu nanti hamil sebelum nikah, kenapa nekat gaul bebas? Kok kayaknya aneh banget deh: malu sama manusia, tapi nggak malu sama yang menciptakan manusia. Padalah Dia pasti tahu apa yang telah kita lakukan. Iya kan?

Terus, kalo emang mau nolong orang yang kebetulan hamil di luar nikah, kenapa nggak dinasihatin aja supaya menjaga kandungannya dan bertobat kepada Allah SWT. Tul nggak? Nah, kepada mereka yang belum kebablasan segera dikampanyekan untuk tidak gaul bebas or seks bebas dengan lawan jenis. Iya nggak seh?

Sumpah, nggak abis pikir banget kalo aborsi dalilnya untuk nolongin orang dan dianggap wajar, terus gaul bebas juga dipelihara, jangan harap dapetin kehidupan yang tenang, adem, ayem, dan bikin nikmat. Karena apa? Karena akan terus menciptakan perasaan was-was dan masalah besar bagi keberlangsungan umat manusia ini. Masa' sih kita tega mengembangbiakkan keturunan kita di jalan yang salah? Ih, amit-amit deh.

Anak ngaji dicurigai?

Sumpah, nggak abis pikir. Anak ngaji kok dicurigai. Dianggap aliran sesat ketika pemahamannya dianggap beda ama yang udah ada dan biasa. Kenapa langsung curiga dan ngasi keputusan sepihak padahal mereka belum diajak dialog soal keyakinannya? Apa karena udah risih duluan atau takut kebawa-bawa?

Ini sering terjadi lho. Di sekolah terutama. Anehnya, pihak sekolah sering kali pake standar ganda. Heran deh. Anak ngaji sampe dicurigai dan dianggap bahaya, tapi yang gaul bebas di sekolah dibiarin. Mereka yang pacaran aman-aman saja nggak dirazia. Anak akhwat yang pake kerudung dianggap melanggar peraturan seragam sekolah, tapi yang pake roknya di atas lutut dibiarin aja. Temen-temen yang di luar sekolah ketahuan suka nenggak miras dan make narkoba seringnya didiemin aja. Dengan alasan asal tidak ngelakuinnya di dalam lingkungan sekolah. Tapi anak ngaji, sampe ke kos-kosannya aja dipantau gerak-geriknya. Idih, aneh banget kan? Sumpah nggak abis pikir.

Padahal kan kita sebagai anak rohis mau lho kalo diajak sama pihak sekolah untuk bantuin nyadarin temen-temen supaya kembali yang benar. Suer, kita mau!

Tapi ya, lagi-lagi nggak abis pikir banget karena ternyata anak ngaji mah tetep aja dicurigai, apalagi pas musim aksi terorisme yang diidentikkan dengan Islam dan kaum muslimin. Makin males aja tuh mereka yang emang sejak awal nggak mau ngaji. Ah, udah banyak yang aneh penghuni dunia ini memang.

Amerika dipuja, Islam dihina?

Sumpah, nggak abis pikir. Iya, gimana nggak, aksi terorisme yang kini diidentikkan dengan Islam udah bikin takut dan risih umat Islam sendiri. Apalagi setelah beredar VCD pengakuan orang-orang yang akan melakukan bom bunuh diri pada peristiwa peledakan bom di Bali 1 Oktober 2005. Kesan bahwa itu dilakukan umat Islam jadi kian mengental.

Padahal nih, kalo pun ada umat Islam yang begitu (meski kudu dicek sampe jelas), tapi bukan berarti itu dilakuan oleh kaum muslimin. Nggak bisa men-generalisir gitu dong. Sekarang gini aja, pasti deh nggak mau kalo misalnya ada polisi yang jadi bandar narkoba, lalu kemudian kita rame-rame mencap semua polisi begitu. Terus melakuan sweeping ke polsek-polsek untuk menggeledah semua polisi. Siapa tahu ada yang bawa narkoba. Siapa tahu ada temannya polisi yang kebetulan ketangkep, padahal sang teman nggak tahu apa-apa dan emang nggak make narkoba, apalagi jadi bandarnya. Tul nggak?

Nah, kalo pun mau, polisi atau siapa pun yang berwenang ngusut terorisme jangan men-generalisir bahwa itu dilakukan umat Islam lalu merasa berhak menggeledah setiap pesantren dan bikin kurikulum baru di pesantren.

Ah, model seperti ini kan gayanya Amerika yang nggak setuju dengan Islam yang akan menjadi pesaing ideologinya. Sebab, kalo banyak umat Islam yang sadar tentang pentingnya perjuangan untuk menegakkan kembali Islam di dunia ini, itu sama dengan alarm tanda bahaya bagi Kapitalisme telah berbunyi. Amerika, sebagai pengemban ideologi ini pasti akan bertindak apa pun untuk mengamankan dan mempertahankan ideologinya. Termasuk dengan cara yang kotor.

Nah, anehnya, kita malah ngikutin dan memuja Amerika, lalu merasa minder sebagai muslim, dan bahkan terkesan (ikut) menuduh or menginakan Islam dengan tuduhan-tuduhan agama Islam tuh ngajarin terorisme dan kaum muslimin sebagai teroris. Okelah sobat, jangan sampe termakan propaganda jahat Amrik ye.

Bersabarlah pejuang Islam

Sobat muda muslim, jangan takut dan jangan sedih, jangan menyerah terhadap orang-orang yang mencela, jangan pula minder karena kaum muslimin seolah-olah dianggap bagian dari teroris, jangan putus asa jika kita dicemooh oleh mereka yang membenci Islam. Sabar dan tetap berpegang teguh kepada Islam dan kepada Allah SWT. Firman Allah Ta’ala:

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (pemberianNya), lagi Maha Mengetahui." (Qs. al-Mâ'idah [5]: 54).

Kita harus yakin, berapa pun jumlah orang yang akan mencela, mencurigai, menuduh, membenci, dan menghina kita, tapi jika Allah akan memuliakan kita, kita nggak bakalan sanggup dikalahkan. Insya Allah. Pasti. Allah SWT berfirman:

"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." (Qs. at-Taubah [9]: 32).

Sobat, lebih baik kita terus meyakinkan siapa pun bahwa Islam bukanlah ancaman, tapi Islam adalah pencerahan. Mereka yang menganggap Islam sebagai ancaman pasti berada di jalur yang salah. Sementara yang menganggap Islam sebagai pencerahan, adalah mereka yang insya Allah mendapat petunjuk. Gimana, setuju kan? [fahmarosyada: fahmarosyada@yahoo.co.id]
posted by Asep @ 2:33 PM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E