Friday, December 16, 2005
Do'a seorang ibu untuk anaknya
Ya Ghaffar, ya Rahim
Kau letakkan di rahim kami anak-anak negeri ini
Kau amanatkan diri-diri mereka pada lindungan kasih-sayang kami
kau percayakan jiwa-jiwa mereka pada bimbingan ruhani kami
Kau hangatkan tubuh-tubuh mereka dengan dekapan cinta kami
Kau besarkan badan-badan mereka dengan aliran air susu kami

Tuhan kami, kami telah sia-siakan kepercayaan-Mu
kesibukan telah menyebabkan kami melupakan amanat-Mu
hawa nafsu telah menyeret kami untuk menelantarkan buah hati kami
tidak sempat kami gerakkan bibir-bibir mereka untuk berzikir kepada-Mu
tidak sempat kami tuntun mereka untuk membesarkan asma-Mu
tidak sempat kami tanamkan dalam hati mereka kecintaan kepada Nabi-Mu

Kami berlomba mengejar status dan kebanggaan
meninggalkan anak-anak kami dalam kekosongan dan kesepian

Kami memoles wajah-wajah kami dengan kepalsuan
membiarkan anak-anak kami meronta dalam kebisuan

Kami terlena memburu kesenangan
sehingga tak kami dengar lagi mereka menangis manja
sambil memandang kami dengan pandangan cinta
seperti dulu, ketika mereka mengeringkan air mata mereka
dalam kehangatan dada-dada kami

Dosa-dosa kami telah membuat anak-anak kami
menjadi pemberang, pembangkang, dan penentang-Mu

Dosa-dosa kami telah membuat hati mereka
keras, kasar, kejam, dan tidak tahu berterima kasih

Sebelum Engkau ampuni mereka, Ya Allah
ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami

Ya Allah, berilah kami peluang untuk mendekap tubuh mereka
dengan dekapan kasih sayang kami
berilah kami waktu untuk melantunkan pada telinga mereka
ayat-ayat Alquran dan Sunnah Nabi-Mu

Berilah kami kesempatan untuk sering menghadap-Mu
dan memohon kepada-Mu seusai salat kami
untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan anak-anak kami

Bangunkan kami di tengah malam untuk merintih kepada-Mu
mengadukan derita dan petaka yang menimpa anak-anak negeri ini.

Izinkan kami membasahi tempat sujud kami
dengan air mata penyesalan akan kelalaian kami

Ya Allah, ya Jabbar, ya Ghaffar
Anugerahkan kepada para pemimpin kami kearifan
untuk mendidik anak-anak negeri ini dalam kesalehanBerikan kepada mereka petunjuk-Mu
sehingga mereka menjadi suri teladan bagi kami dan anak-anak kami

Limpahkan kepada mereka perlindungan-Mu
supaya mereka melindungi kami dengan keadilan-Mu

Jauhkan mereka dari kezaliman
sehingga kami dapat mengabdi-Mu dengan tentram dan aman

Ya Rahman, ya Rahim
Indahkan kehidupan kami dengan kesalehan anak-anak kami
Peliharalah anak-anak kami yang kecil
Kuatkanlah anak-anak kami yang lemah
Sucikan kalbu merekaBersihkan kehormatan mereka
Sehatkan badan merekaCerdaskan akal merekaIndahkan akhlak mereka
Gabungkanlah mereka bersama orang-orang yang bertakwa kepada-Mu
yang mencintai Nabi-Mu, keluarganya yang suci, dan sahabatnya yang mulia
yang berbakti kepada orangtuanya
yang bermanfaat kepada bangsanya
yang berkhidmat kepada sesama manusia

Wahai Zat yang nama-Nya menjadi pengobat
yang sebutan-Nya penyembuhan
yang ketaatan-Nya kecukupan
sayangi kami yang modalnya hanya harapan
dan senjatanya hanya tangisan

Kabulkanlah doaku Ya Allah.
posted by Asep @ 5:36 AM   0 comments
AS Negara Peringkat Keenam Memenjarakan Wartawan
Posisi Amerika justru setaraf dengan Myanmar, yang masuk deretan 10 besar. Sedang China dan Kuba yang merupakan negara yang paling banyak memenjarakan wartawan pada 2005. Daftar tahunan ini disusun Komite bagi Perlindungan Wartawan (CPJ) menyebutkan sebanyak 125 editor, penulis dan pewarta foto dipenjarakan di seluruh dunia hingga 1 Desember 2005. Dalam laporan terebut, AS masuk dalam deret keenam.

China bertengger di peringkat teratas dengan 32 wartawan meringkuk di balik terali besi penjara, disusul Kuba dengan 24 jurnalis. Dua negara Afrika, Eritrea dan Ethiopia, berada di urutan ketiga dan keempat, masing-masing dengan 15 dan 13 wartawan.
Amerika Serikat, yang menyekap lima wartawan di pusat penahanan di Iraq dan Teluk Guantanamo, Kuba, muncul di posisi keenam, hanya di belakang Uzbekistan dan sama dengan Myanmar.

Tuduhan “anti-pemerintah, termasuk subversi, membocorkan rahasia negara dan bertindak melawan kepentingan negara, merupakan tuduhan yang paling umum yang digunakan untuk memenjarakan para wartawan di seluruh dunia, dengan jumlah mencapai 78 kasus.
“Kami sangat gundah dengan kenyataan bahwa pelanggar terburuk terhadap kebebasan pers kini mencakup Ethiopia dan Amerika Serikat,” kata Direktur Eksekutif CPJ, Ann Cooper.
“Para wartawan yang meliput berbagai konflik, kerusuhan, korupsi dan pelanggaran hak azasi manusia menghadapi risiko pengurungan yang kian meningkat di banyak negara, tempat pemerintah berupaya menyamarkan tindakan penindasan mereka sebagai proses hukum yang legal.”

China menduduki urutan teratas dalam daftar 2005 untuk tujuh tahun secara berturut-turut. Sebanyak 15 wartawan, atau hampir separuh dari kasus di China, melibatkan para wartawan Internet. (ant)

Sumber : Hidayatullah.com Kamis, 15 Desember 2005
posted by Asep @ 5:31 AM   0 comments
POLITIK CARROT PENJAJAHAN AMERIKA DI INDONESIA
Kampanye perang melawan terorisme, pada minggu-minggu terakhir ini, telah mengalami peningkatan. Terutama setelah terbunuhnya Dr. Azhari Husin (9/11/2005 M) di Batu, Malang; atau 1 bulan beberapa hari, pasca peristiwa Bom Bali II (1/10/2005 M). Tokoh ini, sebelumnya telah disebut-sebut sebagai pakar dalam pembuatan bom. Dia juga dituduh berada di belakang sejumlah pengeboman di Indonesia: Bom Bali I (12/10/2002 M), dan dua ledakan Hotel JW Marriot, Jakarta (5/8/2003 M) dan Kedutaan Australia (9/9/2004 M). Polisi telah menemukan sejumlah VCD di sebuah rumah tempat terbunuhnya Azhari. VCD tersebut berisi pengakuan dan ancaman dari pelaku pengeboman Bom Bali II.

Pemerintah lalu mengeksploitasi kasus ini, khususnya VCD-VCD ini, untuk memprovokasi masyarakat, termasuk para ulama' dan tokoh-tokoh media dalam rangka menyerang konsep jihad, menurut syariat, yaitu berperang di jalan Allah, kemudian mengaburkannya dengan konotasi bekerja keras dalam segala bidang; dan dengan terus-menerus mengaitkan aksi bom bunuh diri dengan ideologi Islam radikal dan kurikulum pendidikan madrasah dan pesantren Islam. Setelah itu, melakukan pengawasan terhadap lembaga tersebut, juga organisasi-organisasi Islam, khatib-khatib Jum'at, termasuk mengubah kurikulum pendidikan di madrasah-madrasah dan pesantren-pesantren Islam, serta melarang penyebaran buku-buku yang bisa memicu radikalisme. Inilah yang dinyatakan Kepala Desk Antiteror, Ansyad Mbay (18/10/2005 M), dan Wapres, Yusuf Kalla (19/10/2005). Juga penyataan Wapres pada 22/11/2005 M ketika membuka Rapat Kordinasi Polisi, Polsus, Penyidik PNS di Mabes Polri. Tentu, termasuk mengamandemen UU Antiteror no 15 tahun 2003, dan pembuatan UU Intelijen. Bahkan ada rencana penyusupan ke dalam kelompok-kelompok Islam, dengan alasan untuk mencegah terjadinya aksi-aksi terorisme, sebagaimana yang dinyatakan oleh Kepala BIN, Syamsir Siregar (28/11/2005) di depan Komisi I DPR RI.

Dengan demikian, sebenarnya pemerintah sekarang, telah memasuki babak baru dalam perang melawan terorisme di dalam negeri. Demikian juga negeri ini telah memasuki strategi baru penjajahan Amerika, terutama setelah pengumuman Bush untuk melakukan normalisasi hubungan militer AS dengan Indonesia (14/11/2005), setelah kurang lebih selama 14 tahun dihentikan.

Tentang masalah normalisasi tersebut, sebenarnya di sana juga ada sejumlah kepentingan bagi AS, sebagaimana yang dinyatakan oleh Menhan, Juwono Sudarsono (28/11/2005) ketika menyatakan, "AS memang mempunyai kepentingan, tetapi kita mainkan saja kepentingannya." Kepentingan itu tak lain adalah cengkraman di dalam angkatan bersenjata, setelah beberapa tahun sebelumnya hubungannya dengan seluruh perwira sempat terputus, sebagaimana yang pernah dinyatakan oleh Wolfowiz, Deputi Menhan AS (16/1/2005).
Dari sini jelas, bahwa isu Perang Melawan Terorisme dengan berbagai perangkatnya sesungguhnya merupakan testcase agar AS puas dengan langkah-langkah pemerintah sekarang; apakah pemerintah sekarang mengikuti kebijakan AS, ataukah tidak; termasuk apakah pemerintah memenuhi tuntutannya atau tidak?

Pada tanggal 22/10/2003 M, Bush telah memberikan bantuan keuangan kepada sejumlah lembaga pendidikan Islam setelah bertemu dengan 4 tokoh (Muslim) di Bali, pasca ledakan Bom JW Marriot (5/8/2003). Di sana juga terungkap adanya permintaan dari Bush untuk mengubah kurikulum pendidikan di madrasah dan pesantren Islam, seperti yang disebutkan dalam Memo Ramsfeld (18/10/2005). Namun, pemerintah Megawati ketika itu tidak mau mengikuti AS, juga tidak mau memenuhi tuntutannya dengan tulus, sehingga AS pun tidak puas. Karena itulah, AS terus menekannya dengan isu terorisme, sparatisme Aceh, Papua, kerusuhan Poso, pengadilan perwira yang melanggar HAM di Timtim dan Papua, hingga akhirnya dia pun tersingkir dari pemerintahan.

Tatkala AS puas dengan pemerintahan saat ini, di mana pemerintah mengikuti strategi politik AS di dalam negeri, seperti dalam kasus perang melawan terorisme, dan strategi politiknya di luar negeri, seperti yang terungkap dalam gagasan untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel (1/12/2005), serta pertemuan dua Menlu, Indonesia dan Israel (16/9/2005), maka AS memberikan carrot (wortel) kepada pemerintah saat ini, yaitu keputusan pemerintahan Bush untuk mencabut embargo militer, dan menormalisasi hubungan militernya dengan Indonesia pada tanggal 14/11/2005 M.

Wahai kaum Muslim... Inilah kondisi saudara, negeri saudara, dan para penguasanya. Ketika AS berfikir berdasarkan ideologi dan pandangan hidupnya, dan tentu sesuai dengan kepentingannya; dari sinilah kemudian Wolfowizt, Deputi Menhan AS, bergerak di Indonesia, dan Bush pun bergerak merealisasikan kepentingan AS, serta ideologi dan nilai-nilainya yang busuk, seperti Liberalisme, Pluralisme, Sekularisme dan lain-lain, maka para penguasa kita ---termasuk para politikus kita--- justru berfikir pragmatis. Mereka bergerak sebaliknya, bukan berdasarkan sebuah ideologi, melainkan pasrah dan menerima kenyataan, dengan menerima tekanan dan loyo; sekalipun ummat ini memiliki ideologi, bahkan satu-satunya ideologi yang sahih, karena merupakan tuntunan dari Tuhan Semesta Alam, pencipta seluruh manusia; Dzat yang Maha tahu mana yang bermanfaat dan membahayakan bagi mereka. Ideologi tersebut tidak dibangun dengan prinsip benefit (manfaat), atau memperbudak bangsa, merampok kekayaan mereka, serta memprovokasi konflik di setiap tempat, seperti yang kini tengah terjadi akibat diterapkannya ideologi Kapitalisme. Sebaliknya, ideologi ini justru dibangun berdasarkan landasan keadilan secara mutlak. Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian agar menunaikan amanah-amanah itu kepada yang berhak; jika kalian menerapkan hukum kepada manusia, maka hukumilah dengan adil seadil-adilnya." (TQS. An-Nisa [4]: 58)

Kami juga mengingatkan para penguasa dengan firman Allah SWT:

"Perumpamaan orang-orang yang menjadikan pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba, yang membuat sebuah rumah. Sesungguhnya rumah yang paling rentan adalah rumah laba-laba, kalaulah mereka mengetahuinya." (TQS. Al Ankabuut [29]: 41)

Firman Allah itu telah dibuktikan kebenarannya oleh fakta para penguasa sebelum saudara. Soekarno jatuh dari tampuk kekuasaan. Setelahnya, Soeharto, Habibi, Abdurrahman Wahid dan Megawati. Itu membuktikan semuanya, maka waspadalah terhadap perkara tersebut. Dalam hal ini, Allah juga memperingatkan saudara, melalui firman-Nya:

"Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan orang Kafir sebagai pelindung, selain orang-orang Mukmin; apakah mereka hendak meraih kemuliaan darinya? Sesungguhnya, kemuliaan itu semuanya hanya di tangan Allah." (TQS. An-Nisa [4]: 139)

Karenanya, kemuliaan itu bukan di tangan AS, dan negara-negara penjajah yang lainnya, dengan cara mengikuti skenario mereka, tetapi justru terletak pada keterikatan saudara kepada Allah, dengan cara menerapkan syariat-Nya dalam kehidupan saudara, di bawah bendera Nabi saudara, yaitu bendera La Ilaha Illa-Llah Muhammad Rasulullah.

Hizbut Tahrir Indonesia
30 Syawal 1416 H 2 Desember 2005 M
posted by Asep @ 5:23 AM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E