Saturday, December 24, 2005
SENYUM 227
Oleh Jamil Azzaini

SEORANG sahabat saya bertutur memiliki seorang kawan yang murah senyum.

"Kalau dia senyum seperti Andi Malarangeng, hanya nasibnya saja yang beda" katanya. Si pemurah senyum ini bernama Bahran (39). Suatu ketika ibu Bahran sakit keras. Selama dua pekan di rumah sakit, para dokter belum mampu menemukan penyakit yang diderita sang bunda. Sementara tagihan biaya terus membengkak. Enam saudara Bahran lainnya yang lebih beruntung secara ekonomi saling bahu membahu membiayai ibunya. Hanya Bahran yang belum ikut menyumbang karena kondisinya yang belum mampu.
Di tengah kebingungan itu ia pergi ke sebuah masjid untuk sholat dhuha dua rakaat. Dia pun bermunajat "Duhai Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, aku bermohon kepadamu jangan kau cabut nyawa ibuku sebelum aku mampu memberikan sesuatu yang berarti bagi ibuku. Aku mengerti kasih sayang ibuku tak mungkin terbalas, tapi aku ingin berbuat sesuatu yang mampu membahagiakan ibuku. Beri aku petunjuk dan pertolongan agar aku mampu membahagiakan ibuku walau sesaat. Duhai yang Maha Pengasih izinkanlah aku..., izinkanlah aku..." Bahran terisak, butiran bening membasahi pipinya. Usai berdoa dia tebarkan senyum khasnya kepada setiap pengunjung masjid yang ditemuinya. Tak tampak kesedihan di wajah. Bahran membentangkan selembar tikar di depan masjid itu. Ia tawarkan jasa pijat refleksi kepada para pengunjung masjid.Ketika para pengguna jasa itu selesai dipijat dan hendak mengeluarkan dompet, buru-buru Bahran memegang tangan orang itu sambil tersenyum kemudian berkata, "Maaf pak saya tidak meminta ini, saya hanya minta Bapak mendoakan agar ibu saya segera sembuh dari sakitnya. Hanya dengan cara ini saya bisa berbakti kepada ibu saya". Ajaibnya, entah karena ketulusan Bahran, doa dari orang itu, atau sebab lain, tiga hari kemudian ibunya dinyatakan sehat dan boleh pulang ke rumah tanpa diketahui apa penyakitnya. Bahran sangat bersyukur. Yang semakin menambah rasa syukur Bahran, semua biaya yang belum terbayar di rumah sakit ditanggung oleh salah seorang jamaah masjid yang terkesan dengan senyum dan cara Bahran berbakti kepada ibunya. Inilah tipe orang yang langka. Tatkala sebagian orang berpikir membantu orang musti dalam bentuk dana atau bentuk material lainnya, Bahran membantu ibunya lewat kekuatan senyum dan doa. Senyum terbukti memiliki daya magis. Cobalah tersenyum de-ngan anak, istri, kerabat, rekan kerja dan siapapun yang anda temui. Maka kekakuan, ketidaknyamanan, kebencian, kemarahan akan berubah menjadi rasa hormat, cinta, kasih sayang dan cairnya suasana. Para nabi pun menganjurkan agar kita banyak menebar senyum.
Tapi senyum yang dianjurkan bukan senyum Monalisa yang menyimpan sejuta misteri, bukan pula senyum ngeres layaknya adegan di layar kaca. Senyum yang menggoda dan merendahkan. Senyum yang dianjurkan adalah senyum 227. Ketika kita senyum lakukan dengan cara menarik mulut ke samping kanan 2 cm ke atas, mulut kiri 2 cm ke atas, dan lakukan selama 7 detik. Senyum seperti ini adalah senyum tulus, bukan senyum basa basi. Bukan pula senyum yang sekadar memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) service excellent belaka.

Sungging senyum 227, maka perasaan anda yang gundah,gelisah, sedih, takut, minder, dan perasaan negatif lainnya akan berlalu. Saatnya senyum menjadi aktivitas reflek. Simaklah lirik lagu yang pernah dipopulerkan group band Bad English "When I see you smile, I can face the world, --oh --oh, You know I can do anything...". Senyumlah dengan 227 sekarang juga, maka anda dapat merasakan dunia yang lebih energik dan penuh gairah.
posted by Asep @ 1:57 AM   1 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E