Saturday, January 14, 2006
Pemurtadan Dibalik Bantuan Kemanusiaan
Aceh adalah korban tsunami. Datanglah berbagai bantuan, termasuk dari Negara dan LSM asing. Hingga kini bantuan itu baru cair 20%. Itupun kebanyakan berasal dari negeri-negeri Muslim di Timur Tengah. Karenanya, Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyeru agar negara-negara yang telah berkomitmen membantu untuk mencairkan bantuannya.

Sejak awal sudah disinyalir adanya upaya pemurtadan yang mendompleng pada misi kemanusiaan. Hasil pantauan Dewan Pengarah Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) menunjukkan adanya indikasi pemurtadan. Hal itu telah dicantumkan dalam laporan Dewan Pengawas kepada Widodo AS (Menko Polhukam) dan Sri Mulyani (dulu ketua Bappenas). Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Tgk Muslim Ibrahim (06/01/2006) mengaku sejak awal telah mengingatkan Pemerintah agar dalam rekosntruksi dan rehabilitasi keislaman orang Aceh jangan diganggu. Namun, sekitar tiga bulan rehabilitasi, ungkapnya, terkesan ada NGO/LSM asing yang mulai memancing di air keruh. Mereka membawa bantuan tapi disisipi misi pemurtadan.

Itulah realita yang kita hadapi. Dibalik bantuan kemanusiaan ada misi pemurtadan (kristenisasi). Serangan missionaris dengan mengatasnamakan agama, ilmu, dan kemanusiaan telah berlangsung lama. Ketika Daulah Khilafah Utsmaniyah masih berdiri hal tersebut sudah ada. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa untuk mengubah dan mengalahkan kaum Muslim hanya dapat dilakukan dengan perang pemikiran. Sebab, kekuatan umat Islam ada pada Islam itu sendiri. Tidaklah mengherankan missionaris telah menjadi pusat perhatian Amerika, Inggris, dan Perancis. Bahkan, Rusia mengirimkan agen-agen missionarisnya seperti yang dilakukan Jerman dulu mengirim biarawati-biarawati ke negeri Syam. Mereka saling bekerjasama dengan sesama missionaris. Meski terdapat perbedaan arah pandangan politik diantara agen-agen missionaris, mereka sepakat dengan tujuan yang sama, yaitu menyebarkan misi kristen, mengekspor pemikiran Barat di Dunia Timur khususnya negeri-negeri Islam, meragukan kaum Muslim dalam beragama, merendahkan peradaban mereka, lalu memuja dan memuliakan peradaban Barat.

Pemurtadan yang terjadi di Aceh hanyalah tambahan deretan panjang bukti kristenisasi dibalik bantuan kemanusiaan. Jadi, kaum Muslim perlu mewaspadai adanya upaya pemurtadan dengan mengatasnamakan bantuan kemanusiaan.[LS-HTI].
posted by Asep @ 12:42 AM   0 comments
KEMATIAN ARIEL SHARON : Siap-siap sujud syukur
Sejak 4 Januari 2006, PM Ariel Sharon terserang stroke berat hingga tak sadarkan diri. Sharon yang kini berumur 77 tahun itu kata para dokter Israel mengalami stroke haemorrhage atau perdarahan otak, yang cukup berat (Koran Tempo, 11/01/06).

Secara teoritis, stroke haemorrhage terjadi bila arteri pecah di cerebrum (otak besar). Darah akan merembes dan memampatkan jaringan otak. Kondisi ini akan membuat sel-sel otak tidak mendapatkan pasokan oksigen dan akhirnya akan mengantarkan tewasnya korban stroke.

Itulah yang nampaknya terjadi pada Sharon. Dan jika demikian halnya, berarti sebentar lagi koran-koran Israel seperti Yediot Aharonot akan menghiasi halaman-halaman depannya dengan sebuah berita belasungkawa yang besar. Mengapa? Sebab stroke haemorrhage yang parah biasanya mematikan. Hanya sekitar satu dari empat korban stroke ini yang bisa selamat (Koran Tempo, 11/01/06).

Siapa Ariel Sharon? Bagi umat Islam, jika Sharon meninggal dalam waktu dekat ini (insya Allah), sangat layak dikenang sebagai musuh Islam yang kejam dan biadab. Sebab tangannya penuh dengan lumuran darah kaum muslimin Palestina yang tak berdosa. Pada bulan Januari 2001, karena kekejamannya yang luar biasa, Sharon pernah disindir sebagai "pemakan daging orang Arab untuk sarapan paginya." Pada 19 Januari 2001, harian Yediot Aharonot pun memuat bantahan Sharon atas sindiran itu.

Tapi sindiran itu sebenarnya wajar saja. Ribuan muslim Palestina mati karena kebiadaban Sharon. Sharon dikenal dengan sebagai 'jagal Shabra Shatila' (the Butcher of Shabra Shatila). Peristiwa pembantaian sadis pada 16 September 1982 itu, terjadi di kamp pengungsi Shabra Shatila. Selama dua hari, milisi Kristen Phalangis diberi keleluasaan oleh Israel (lewat komando Sharon) untuk membantai pengungsi muslim Palestina. Bulan Sabit Merah mencatat lebih dari 2000 muslim -kebanyakan wanita dan anak-anak- tewas mengenaskan. Sebagian mereka dijajarkan di tembok, dan kemudian… [masya Allah]...tat tat tat tat tat…mereka yang tak berdaya itu diberondong dengan senapan dari jarak dekat ! (Adian Husaini, Pragmatisme dalam Politik Zionis Israel, 2004:xxi)

Itu baru secuil kebuasan Sharon. Pada 28 September 2000, Sharon melakukan kunjungan provokatif ke Masjidil Aqsha. Itu dilakukannya untuk menentang kebijakan PM Ehud Barak (saat itu) yang dengan Perjanjian Camp David II (11-25 Juli 2000) akan membagi kedaulatan atas kota Jerussalem. Sharon bersikeras bahwa Jerussalem seluruhnya adalah hak Israel. Sejak itulah, meledak dahsyat aksi Intifadah II (Intifadah I meletus tahun 1987). Nah, dari kurun waktu 28 September 2000 itu hingga April 2004, aksi heroik Intifadah II itu telah memakan korban sekitar 4000 warga muslim Palestina (Adian Husaini, Pragmatisme dalam Politik Zionis Israel, 2004:xviii).

Jika dihitung-hitung, dengan gugurnya 4000 syuhada pada kurun waktu tersebut (sekitar 1310 hari), berarti setiap harinya sekitar 3 (tiga) muslim tewas akibat kebiadaban Sharon. Maka, kita jadi maklum, mengapa pada 19 Januari 2001 harian Yediot Aharonot memuat bantahan Sharon bahwa dia adalah "pemakan daging orang Arab untuk sarapan paginya." Sebab tentu kita pun setuju, bahwa julukan itu tidak benar, karena berarti setiap hari hanya satu muslim yang tewas. Padahal yang benar, setiap hari ada 3 (tiga) muslim yang tewas, bukan satu muslim! Maka julukan tersebut memang perlu dikoreksi, sebab yang benar, Sharon adalah "pemakan daging orang Arab (muslim) untuk sarapan paginya, makan siangnya, dan makan malamnya !"

Walhasil, Sharon yang kemudian memenangkan pemilu tahun 2001 dan menjadi perdana menteri Israel menggantikan Ehud Barak, memang sungguh biadab. Bukti-bukti kekejamannya dicatat dengan baik oleh para pengamat politik yang kritis.

Noam Chomsky dalam bukunya Power and Terror (terbit 2003), mencatat dua insiden yang menyentuh hati tak lama setelah Sharon menjadi perdana menteri. Pada awal Mei 2002, seorang laki-laki muslim yang berkursi roda tewas secara mengenaskan. Ceritanya, laki-laki muslim itu berupaya menghindari sebuah tank Israel yang menuju ke arah dirinya. Laki-laki itu berteriak dan memberi isyarat. Tapi dia tak bisa lari cepat, karena dia terpaku di kursi roda. Tank Israel anak buah Sharon itu malah terus melaju dan melaju, ke arah laki-laki muslim tak berdaya itu. Dan akhirnya…[masya Allah]…gress…tank Israel itu menggilas laki-laki muslim itu! Tulang-tulangnya menjadi remuk dan tubuhnya menjadi serpihan-serpihan daging yang tercerai-berai berlumuran darah. Benar-benar biadab !

Lalu pada 23 Mei 2002, seorang perempuan muslim yang juga berkursi roda berusaha mencapai rumah sakit untuk mendapat perawatan dialisis (cuci darah). Tapi dia dihadang dan dicegah tentara Israel anak buah Sharon. Perempuan itu menghiba dan memohon. Tapi dengan sombongnya tentara Israel tetap mencegahnya dan akhirnya perempuan itu pun tewas di tempat. Benar-benar kejam ! (Noam Chomsky, Power and Terror : Perbincangan Pasca Tragedi WTC 11 September 2001 Menguak Terorisme Amerika Serikat di Dunia, Yogyakarta : Ikon Teralitera, 2003, hal. 55-56).

Jadi, kekejaman dan kebiadaban Sharon memang tak perlu diragukan lagi. Maka kalau dalam waktu dekat ini malaikat Izroil -alaihis salam- mencabut nyawanya, sudah sepatutnya umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Lebih afdhol lagi, kalau rasa syukur itu diwujudkan dalam bentuk sujud syukur.

Rasulullah SAW dan para sahabatnya telah melakukan sujud syukur tatkala mereka mendapat nikmat yang besar atau terhindar dari keburukan/bahaya yang besar. Khalifah Abu Bakar bersujud syukur tatkala Musailamah Al-Kadzdzab berhasil ditewaskan kaum muslimin. Khalifah Ali bin Abi Talib bersujud syukur tatkala Dzu Tsadiyah (dari golongan Khawarij) tewas dalam perang Nahrawan. Ka'ab bin Malik bersujud syukur ketika taubatnya diterima oleh Allah SWT (Manshur Ali Nashif, Mahkota Pokok Hadits-Hadits Rasul, Juz I, hal. 679).

Jika diperhatikan, wajar dan sangat layak sujud syukur dilakukan tatkala seorang musuh Islam tewas. Maka dari itu, ketika Musailamah tewas, amat wajar Khalifah Abu Bakar lalu bersujud syukur, karena Musailamah selain sesat karena mengaku sebagai nabi, juga sangat kejam kepada kaum muslimin.

Ketika Musailamah masih hidup, Rasulullah pernah mengutus Hubaib bin Zaid Al-Anshari untuk mengirim surat guna memperingatkan kesesatan Musailamah. Hubaib lansung diikat setelah menyerahkan surat itu kepada Musailamah.

Pada hari berikutnya, Hubaib dihadapkan kepada Musailamah dan diinterogasi oleh Musailamah. "Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah?" tanya Musailamah.

"Benar," jawab Hubaib tegas,"kukatakan bahwa Muhammad adalah rasul Allah!" lanjutnya.

Musailamah gusar. Tanyanya lagi,"Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah rasul Allah?"

"Telingaku tak bisa mendengar kata-katamu," ejek Hubaib.

Wajah nabi palsu itu pun merah padam karena marah. Kepada algojonya yang bersenjata pedang tajam, Musailamah memerintahkan,"Potong sebagian dari tubuhnya!"

Algojo pun mengayunkan pedangnya. Cress! Sepotong anggota tubuh Hubaib jatuh berguling ke tanah.

Sekali lagi Musailamah bertanya, "Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah?"

Hubaib dengan tegar menjawab,"Benar. Aku nyatakan bahwa Muhammad adalah rasul Allah!"

"Dan kamu bersaksi bahwa aku juga rasul Allah?" desak Musailamah.

"Kubilang telingaku tak bisa mendengar apa yang kamu katakan!" jawab Hubaib.

Musailamah memberi isyarat kepada algojonya, yang segera mengayunkan kembali pedangnya yang tajam. Cress! Sepotong lagi anggota tubuh Hubaib jatuh berguling di sebelah potongan yang pertama. Orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu kagum akan ketabahan pemuda itu.

Begitulah seterusnya. Musailamah mengulang-ulang pertanyaannya, dan Hubaib pun terus memberikan jawaban yang sama. Algojo pun atas perintah Musailamah terus berulang-ulang memotong satu demi satu anggota tubuh Hubaib tanpa rasa belas kasihan sedikit pun. Sampai akhirnya separuh tubuh Hubaib berupa potongan-potongan daging yang berserakan di tanah, sedang separuhnya lagi berupa potongan yang dapat bicara. Subhanallah!

Akhirnya Hubaib gugur sebagai syuhada, sementara lidahnya terus menyebut-nyebut nama Rasulullah yang dibaiatnya di Aqabah dulu. (Abdurrahman Raf'at al-Basya, Sosok Para Sahabat Nabi, Jakarta : Qisthi Opress, 2005:286-288).

Demikianlah kisah Hubaib yang dibunuh dengan sangat kejam oleh Musailamah. Karena itu sangat wajar tatkala mendengar Musailamah tewas terbunuh, khalifah Abu Bakar melakukan sujud syukur kepada Allah Azza wa Jalla.

Maka dari itu, jika suatu ketika Ariel Sharon tewas, sudah sepantasnya umat Islam pun bersujud syukur, karena Sharon pun sangat kejam, bahkan jauh lebih kejam daripada Musailamah. Semoga waktu yang berbahagia dan patut disyukuri itu segera tiba. Insya Allah! [ ]
posted by Asep @ 12:38 AM   0 comments
Thursday, January 12, 2006
PENGUMUMAN (dikirim saudariku Yentri Marchelino)
Dibutuhkan:

1-2 orang asisten guru untuk tingkat SM (High School).

Kualifikasi:

1. Diutamakan laki-laki (there's nothing I can do about this, soooo sorry..)
2. Berdomisili, atau bersedia berdomisili di daerah Depok-Parung-Bogor
3. Lulusan S1 dari PTN/PTS, jurusan apapun. Diutamakan dari jurusan eksakta.
4. Berbahasa Inggris secara aktif
5. Bersedia menjadi manusia pembelajar
6. Bersedia bekerja sama dalam tim
7. Mampu bekerja underpressure


Job Description:

1. Peradministrasian kelas SM
2. Membantu pelaksanaan pembelajaran di kelas
3. Membantu penyediaan sarana pembelajaran, termasuk: modul, worksheet, display


Yang tertarik, boleh reply email ini ke yentri berisi:

* CV + transkrip
* Foto (bener deh, ga kan dikoleksi kok :D)
* Satu halaman essay tentang "Pendidikan Indonesiaku" --> tentang pandangan terhadap pendidikan di Indonesia selama ini dan yang diinginkan tentang pendidikan

Sedikit cerita tentang sekolah kami. School of Universe bertujuan untuk mendidik anak-anak sebagaimana Rasulullah dahulu dibesarkan. Jika Muhammad dibesarkan dengan bergembala, maka anak-anak pun diajarkan untuk mengenal lingkungan dan belajar dari sekitarnya (konsep sekolah alam). Jika Muhammad dibesarkan dengan lingkungan perdagangan, maka anak-anak pun kami didik untuk mengenal dunia bisnis sejak awal. Jika Muhammad dibesarkan dengan lingkungan pergaulan orang dewasa, anak-anak pun sedapat mungkin kami ajarkan untuk berpikir kreatif dan percaya diri untuk terjun langsung di lingkungan orang dewasa. Sehingga ketika masanya mereka mencapai akil baligh, mereka sudah dewasa secara utuh, dan salah satu parameternya adalah dapat mencari penghasilan tersendiri.

Proses pembelajaran kami lakukan dengan metode spyderweb, yaitu semua pelajaran terhubungkan ke dalam satu tema besar, hal ini dengan harapan masing-masing anak akan menampakkan potensinya di bidang-bidang yang dikuasainya. Satu hal tentang pembelajaran di SM. Kami merancang sebuah akselerasi dimana materi SMP-SMA yang seharusnya diberikan dalam 6 tahun, kami padatkan dalam 4 tahun. Ditambah, 2 tahun terakhir anak-anak akan dilepas untuk magang di tempat-tempat rekanan kami. Pasar adalah tempat yang halal, tapi dibenci Allah. Banyak ujian di dalamnya, yang sebagian besar merupakan ujian akhlak. Karena itulah, lulusan pasar akan menjadi lulusan yang unggul dan tangguh. Dan inilah yang kami berusaha untuk hasilkan, manusia-manusia unggul yang berakhlak.

Apakah yang kami lakukan sudah sempurna? Kami yakin belum. Tapi Allah pasti menilai sebuah ijtihad dengan satu pahala ketika ijtihad itu salah. Wallahua'lam bi showab.


School of Universe
Jl. Raya Parung 314, Desa Lebak Wangi RT 03 / 01,
Kel. Pemagar Sari, Kec. Parung Kab. Bogor km 43, Kode Pos 16330
www.school-of-universe.com
Contact: 0251 - 603233 / 021 - 70728811
posted by Asep @ 11:26 AM   0 comments
PROSES TATA CARA PERNIKAHAN YANG ISLAMI (kiriman dari saudariku Suryati)
Oleh : Salmah Machfoedz

Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya yang akan memasuki jenjang pernikahan, lengkap dengan tata cara atau aturan-aturan Allah Subhanallah. Sehingga mereka yang tergolong ahli ibadah, tidak akan memilih tata cara yang lain. Namun di masyarakat kita, hal ini tidak banyak diketahui orang.

Pada risalah yang singkat ini, kami akan mengungkap tata cara penikahan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam yang hanya dengan cara inilah kita terhindar dari jalan yang sesat (bidah). Sehingga orang-orang yang mengamalkannya akan berjalan di atas landasan yang jelas tentang ajaran agamanya karena meyakini kebenaran yang dilakukannya. Dalam masalah pernikahan sesunggguhnya Islam telah mengatur sedemikian rupa. Dari mulai bagaimana mencari calon pendamping hidup sampai mewujudkan sebuah pesta pernikahan. Walaupun sederhana tetapi penuh barakah dan tetap terlihat mempesona. Islam juga menuntun bagaimana memperlakukan calon pendamping hidup setelah resmi menjadi sang penyejuk hati.
Berikut ini kami akan membahas tata cara pernikahan menurut Islam secara singkat.

Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah

I. Minta Pertimbangan

Bagi seorang lelaki sebelum ia memutuskan untuk mempersunting seorang wanita untuk menjadi isterinya, hendaklah ia juga minta pertimbangan dari kerabat dekat wanita tersebut yang baik agamanya. Mereka hendaknya orang yang tahu benar tentang hal ihwal wanita yang akan dilamar oleh lelaki tersebut, agar ia dapat memberikan pertimbangan dengan jujur dan adil. Begitu pula bagi wanita yang akan dilamar oleh seorang lelaki, sebaiknya ia minta pertimbangan dari kerabat dekatnya yang baik agamanya.

II. Shalat Istikharah

Setelah mendapatkan pertimbangan tentang bagaimana calon isterinya, hendaknya ia melakukan shalat istikharah sampai hatinya diberi kemantapan oleh Allah Taala dalam mengambil keputusan.

Shalat istikharah adalah shalat untuk meminta kepada Allah Taala agar diberi petunjuk dalam memilih mana yang terbaik untuknya. Shalat istikharah ini tidak hanya dilakukan untuk keperluan mencari jodoh saja, akan tetapi dalam segala urusan jika seseorang mengalami rasa bimbang untuk mengambil suatu keputusan tentang urusan yang penting. Hal ini untuk menjauhkan diri dari kemungkinan terjatuh kepada penderitaan hidup. Insya Allah ia akan mendapatkan kemudahan dalam menetapkan suatu pilihan.

III. Khithbah (peminangan)

Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya. Laki-laki tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untuk menikahi anaknya. Adapun wanita yang boleh dipinang adalah bilamana memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:

1. Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dini kahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain).
2. Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya.

Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya, dan tidak halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya." (HR. Jamaah)

Apabila seorang wanita memiliki dua syarat di atas maka haram bagi seorang laki-laki untuk meminangnya.

IV. Melihat Wanita yang Dipinang

Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihak benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan hidupnyaDari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

"Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya." Jabir berkata: "Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya." (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abu Dawud, 1832). Adapun ketentuan hukum yang diletakkan Islam dalam masalah melihat pinangan ini di antaranya adalah:

1. Dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram.
2. Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan laki- laki yang meminangnya.

V. Aqad Nikah

Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi:

a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
b. Adanya ijab qabul.

Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul itu artinya seseorang menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan menerima. Dalam perkawinan yang dimaksud dengan "ijab qabul" adalah seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya, untuk menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan menerima pernikahannya itu. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa:
Sahl bin Said berkata: "Seorang perempuan datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata: "Saya serahkan diriku kepadamu." Lalu ia berdiri lama sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat padanya." Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: "Aku kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist Sahl di atas menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengijabkan seorang perempuan kepada Sahl dengan mahar atau maskawinnya ayat Al-Quran dan Sahl menerimanya.

c. Adanya Mahar (mas kawin)

Islam memuliakan wanita dengan mewajibkan laki-laki yang hendak menikahinya menyerahkan mahar (mas kawin). Islam tidak menetapkan batasan nilai tertentu dalam mas kawin ini, tetapi atas kesepakatan kedua belah pihak dan menurut kadar kemampuan. Islam juga lebih menyukai mas kawin yang mudah dan sederhana serta tidak berlebih-lebihan dalam memintanya.

Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: "Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan." (HR. Al-Hakim dan Ibnu Majah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 3279 oleh Al-Albani)

d. Adanya Wali

Dari Abu Musa radliyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali." (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 1836).Wali yang mendapat prioritas pertama di antara sekalian wali-wali yang ada adalah ayah dari pengantin wanita. Kalau tidak ada barulah kakeknya (ayahnya ayah), kemudian saudara lelaki seayah seibu atau seayah, kemudian anak saudara lelaki. Sesudah itu barulah kerabat-kerabat terdekat yang lainnya atau hakim.

e. Adanya Saksi-Saksi

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil." (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani no. 7557).

Menurut sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, sebelum aqad nikah diadakan khuthbah lebih dahulu yang dinamakan khuthbatun nikah atau khuthbatul-hajat.

VI. Walimah

Walimatul Urus hukumnya wajib. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaih wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf:

"....Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854)

Memenuhi undangan walimah hukumnya juga wajib."Jika kalian diundang walimah, sambutlah undangan itu (baik undangan perkawinan atau yang lainnya). Barangsiapa yang tidak menyambut undangan itu berarti ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Bukhari 9/198, Muslim 4/152, dan Ahmad no. 6337 dan Al-Baihaqi 7/262 dari Ibnu Umar).

Akan tetapi tidak wajib menghadiri undangan yang didalamnya terdapat maksiat kepada Allah Taala dan Rasul-Nya, kecuali dengan maksud akan merubah atau menggagalkannya. Jika telah terlanjur hadir, tetapi tidak mampu untuk merubah atau menggagalkannya maka wajib meninggalkan tempat itu.

Dari Ali berkata: "Saya membuat makanan maka aku mengundang Nabi shallallahu `alaihi wa sallam dan beliaupun datang. Beliau masuk dan melihat tirai yang bergambar maka beliau keluar dan bersabda:

"Sesungguhnya malaikat tidak masuk suatu rumah yang di dalamnya ada gambar." (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah, shahih, lihat Al-Jamius Shahih mimma Laisa fis Shahihain 4/318 oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadii).

Adapun Sunnah yang harus diperhatikan ketika mengadakan walimah adalah sebagai berikut:

1. Dilakukan selama 3 (tiga) hari setelah hari dukhul (masuk- nya) seperti yang dibawakan oleh Anas radliallahu `anhu, katanya:

Dari Anas radliallahu `anhu, beliau berkata: "Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam telah menikahi Shafiyah dengan maskawin pembebasannya (sebagai tawanan perang Khaibar) dan mengadakan walimah selama tiga hari." (HR. Abu Yala, sanad hasan, seperti yang terdapat pada Al-Fath 9/199 dan terdapat di dalam Shahih Bukhari 7/387 dengan makna seperti itu. Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthaharah oleh Al-Albani hal. 65)

2. Hendaklah mengundang orang-orang shalih, baik miskin atau kaya sesuai dengan wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

"Jangan bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan jangan makan makananmu kecuali seorang yang bertaqwa." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Said Al-Khudri, hasan, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 7341 dan Misykah Al-Mashabih 5018).

3. Sedapat mungkin memotong seekor kambing atau lebih, sesuai dengan taraf ekonominya. Keterangan ini terdapat dalam hadits Al-Bukhari, An-Nasai, Al-Baihaqi dan lain-lain dari Anas radliallahu `anhu. Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf:

"Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854)

Akan tetapi dari beberapa hadits yang shahih menunjukkan dibolehkan pula mengadakan walimah tanpa daging. Dibolehkan pula memeriahkan perkawinan dengan nyanyi-nyanyian dan menabuh rebana (bukan musik) dengan syarat lagu yang dinyanyikan tidak bertentangan dengan ahklaq seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut ini:
Dari Aisyah bahwasanya ia mengarak seorang wanita menemui seorang pria Anshar. Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Aisyah, mengapa kalian tidak menyuguhkan hiburan? Karena kaum Anshar senang pada hiburan." (HR. Bukhari 9/184-185 dan Al-Hakim 2/184, dan Al-Baihaqi 7/288). Tuntunan Islam bagi para tamu undangan yang datang ke pesta perkawinan hendaknya mendoakan kedua mempelai dan keluarganya.Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaih wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan doa: "Mudah-mudahan Allah memberimu berkah. Mudah-mudahahan Allah mencurahkan keberkahan kepadamu dan mudah - mudahan Dia mempersatukan kalian berdua dalam kebajikan." (HR. Said bin Manshur di dalam Sunannya 522, begitu pula Abu Dawud 1/332 dan At-Tirmidzi 2/171 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 89)

Adapun ucapan seperti "Semoga mempelai dapat murah rezeki dan banyak anak" sebagai ucapan selamat kepada kedua mempelai adalah ucapan yang dilarang oleh Islam, karena hal itu adalah ucapan yang sering dikatakan oleh Kaum jahiliyyah.

Dari Hasan bahwa Aqil bin Abi Thalib menikah dengan seorang wanita dari Jisyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyyah: "Bir rafa wal banin." Aqil bin Abi Thalib mencegahnya, katanya: "Jangan kalian mengatakan demikian karena Rasulullah melarangnya." Para tamu bertanya: " Lalu apa yang harus kami ucapkan ya Aba Zaid?" Aqil menjelaskan, ucapkanlah: "Mudah- mudahan Allah memberi kalian berkah dan melimpahkan atas kalian keberkahan." Seperti itulah kami diperintahkan. (HR. Ibnu Abi Syaibah 7/52/2, An-Nasai 2/91, Ibnu Majah 1/589 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 90)

Demikianlah tata cara pernikahan yang disyariatkan oleh Islam. Semoga Allah Taala memberikan kelapangan bagi orang- orang yang ikhlas untuk mengikuti petunjuk yang benar dalam memulai hidup berumah tangga dengan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaih wa sallam. Mudah-mudahan mereka digolongkan ke dalam hamba-hamba yang dimaksudkan dalam firman-Nya: "Yaitu orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa." (Al-Furqan: 74).

Maraji:
- Fiqhul Marah Al-Muslimah, Ibrahim Muhammad Al-Jamal.
- Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthahharah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani.
posted by Asep @ 10:45 AM   0 comments
PENGORBANAN (Tausiyah dari seorang sahabat)
Pengorbanan dijalan Allah, itulah yang
seharusnya ada dalam diri setiap muslim,
apalagi para pengemban dakwah, yang
menginginkan adanya perubahan ditengah-
tengah ummat yang jauh dari islam dan
menginginkan islam kembali dimuka bumi ini.
Sebagaimana pengorbanan Rasulullah saw,
dan para sahabat, mereka rela mengorbankan
sesuatu yang paling berharga yakni jiwa
mereka, Walaupun banyak rancau yang harus
dihadapinya. seperti penyiksaan-penyiksaan,
pemboikotan, melarang tampil dan
menyerukan(dakwah) secara terbuka, dijemur
dibawah terik matahari, dilempari dengan batu,
membuat kelaparan dsbnya. Namun mereka
tetap konsisten dalam menjalankan
kebenaran. Kita bisa melihat pengorbanan
para sahabat seperti
Khalid Bin Walid yang dijuluki sebagai Singa
Allah, panglima perang yg gagah dan berani itu
pernah berkata

Aku lebih menyukai malam yang sangat dingin
dan bersalju, ditengah-tengah pasukan yang
akan menyerang musuh pada pagi hari,
daripada menikmati indahnya malam pengantin
bersama wanita yang aku cintai atau aku
dikabari dengan kelahiran anak laki-laki.( HR.
al-Mubarak dan Nu’aim ).
sahabat Haram Bin Milham,
Pernah tertusuk tombak dalam peperangan.
Tombak itu lalu dicabut, Darahpun mengucur
dari tubuhnya. Akan tetapi, ia pun malah
berkata, Demi Allah, aku beruntung. ( HR.al-
Bukhari, Muslim dan Ahmad ).

Begitu pula dengan tegaknya islam kembali
dimuka bumi ini, sangat membutuhkan suatu
pengorbanan. Sebagaimana pengorbanan
yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw
dan para sahabat, yang telah mengeluarkan
banyak keringat, air mata bahkan darah kaum
muslimin, sampai mereka berhasil menerapkan
islam secara kaffah dimadinah dan menguasai
hampir dua pertiga wilayah dunia.
Subkhanallah
Begitu pula dengan kita, bila pengorbanan
yang kita keluarkan semakin banyak, maka
semakin dekat pula kemenangan itu.
sebaliknya kalau pengorbanan yang kita
keluarkan hanya sedikit, maka semakin jauh
pula kita dalam meraih kemenangan itu.
Saudaraku seringkali kita merasa bahwa apa
yang kita keluarkan itu sudah cukup, hanya
dengan mengahadiri pembinaan-
pmbinaan(halakoh), membayar infak rutin,
berlangganan buletin, dan merasa cukup
hanya karena kita telah menjadi bagian dari
pengemban da’wah, ditengah kondisi kaum
muslim yang tidak berda’wah. Padahal apakah
kita tidak melihat bagaimana Rasulullah saw
telah menghabiskan waktunya didunia ini
dengan berdakwah, Abu Sufyan terus
bersemangat memotivasi pasukan kaum
muslim dalam peperangan dalam usia 70
tahun.
Sementara kita hanya berda’wah secara
minimalis, atau malah kita tidak aktif lagi
setelah kita lulus kuliah, setelah menikah,
punya anak, atau kita disibukkan dengan
pekerjaan kita?, Mungkinkah dengan
pengorbanan seperti itu, aturan islam secara
kaffah yang selalu kita inginkan akan cepat
tegak dimuka bumi ini??.
Padahal setiap perjuangan yang kita
keluarkan, sangat menentukan sekali
kelangsungan kehidupan islam dimuka bumi ini.
Apakah kita tidak merasa bahwa gesekan-
gesekan yang terjadi semakin hari, semakin
besar, atau malah kita disibukkan dengan sifat
assobiyah yang masih melekat pada diri kita?,
atau sifat yang selalu mencari kesalahan-
kesalahan jama’ah lain atau yang lain?. Apakah
semua itu dapat menyelesaikan masalah yang
ada pada saat ini atau bagaimana?. Padahal
kalau kita menginginkan aturan islam tegak,
maka hanya ada dua pilihan yang harus kita
pilih, yakni Kita tergesek dan larut dengan
gesekan itu atau kita yang akan
menggeseknya?.

Saudaraku
Sucikan Langkahmu, Dalam menapaki
kehidupan
Yang kian mendekat pada-Nya, Tapaki jalan
yang suci
Hingga putih jiwamu, Seputih salju yang kuat
Namun lembut.
Saudaraku
Satukan langkah dan rapatkan barisan
Demi tegaknya islam dimuka bumi ini.
SELAMAT BERJUANG,
SEMOGA SUKSES DAN
TETAP SEMANGAT.

dikirim oleh saudariku seakidah dan seperjuangan : Fahimah
posted by Asep @ 7:31 AM   0 comments
if u are..then u are..
Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki
cukup makanan dan dapat membaca ...
anda adalah bagian dari kelompok terpilih.


Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat ..

anda lebih beruntung dari jutaan orang yang
mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu
ini.


Jika anda tidak pernah merasakan bahaya

perang,kesepian karena dipenjara, kesakitan
karena penyiksanaan, atau kelaparan ..
anda berada selangkah lebih maju dibandingkan
500 juta orang di dunia.


Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik

atau keagamaan tanpa merasa takut akan
dilecehkan,ditangkap,disiksa, atau mati....
anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang
di dunia tidak dapat melakukannya.


Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin,

baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang
menaungi tempat anda beristirahat ...
anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.


Jika anda memiliki uang di bank, di dompet,

dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk
menikmati hidangan di restoran ..
anda merupakan anggota dari 8% kelompok
orang-orang kaya di dunia.


Jika orang tua anda masih hidup & menikmati

kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka ...
maka anda termasuk salah satu dari kelompok
orang yang dikategorikan langka.


Jika anda mampu menegakkan kepala dengan

senyuman dibibir dan merasa benar-benar
bahagia ...
anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena
sebagian besar orang tidak memperoleh
kenikmatan tersebut.


Jika anda dapat membaca pesan ini ..

anda baru saja menerima karunia ganda,
karenaseseorang memikirkan anda,
dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih
dari 1milyar orang yang tidak dapat membaca
sama sekali


__Semoga anda menikmati hari yang indah ini__



Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan

sampaikan hal ini kepada orang lain untuk
mengingatkan bahwa sebenarnya,kita adalah
orang-orang yang sangat beruntung.


Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati

hidupyang hanya sebentar ini...( ^__~*)

dikirim oleh : Nwannaa alias
posted by Asep @ 5:46 AM   0 comments
"ATM KONDOM"=LEGALISASI SEKS BEBAS
Belumlah reda perdebatan seputar rencana Pemerintah untuk melakukan legalisasi (pengesahan) aborsi atau pengguguran kehamilan melalui revisi UU Kesehatan, yang dikhawatirkan oleh sejumlah kalangan hanya akan semakin menyuburkan praktik pergaulan bebas, kini kita dibombardir oleh perdebatan seputar agenda Pemerintah melalui BKKBN untuk melaksanakan program "kondomisasi", yang kali ini antara lain diwujudkan dengan pendirian sejumlah ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine) Kondom di sejumlah kota besar dan daerah, di samping pembagian kondom secara cuma-cuma alias gratis kepada sejumlah kalangan masyarakat.

Sampai saat ini BKKBN menyediakan 200.000 gross kondom gratis (1 gross berisi 144 kondom), yang sekitar 80%-nya telah dikirim ke semua provinsi. Di Bogor Jawa Barat, misalnya, pembagian kondom gratis telah dilakukan bertepatan dengan Hari AIDS se-dunia bulan Desember lalu. Sebanyak 282 boks kondom dibagi-bagikan secara gratis oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Global Pant serta Dinas Informasi Kepariwistaan dan Kebudayaan Kota Bogor kepada hotel, losmen, serta wisma. Kondom gratis juga dibagikan kepada kelompok waria dan kaum gay di Kota Bogor. Disebutkan, pembagian kondom itu juga sesuai dengan keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia melalui Surat keputusan Skep 68/MEN/IV/2004 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di tempat kerja. (Media-indonesia.com, 26/12/2005).

Di samping itu, Pemerintah melalui BKKBN telah dan sedang berencana mendirikan ATM Kondom di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, Lampung, Riau, Papua dan Papua/Jaya Irian Barat. Khusus di Jawa Barat, rencananya dipasang 10 ATM Kondom, yang salah satunya di tempat pelacuran sekelas Saritem, sebagai upaya meningkatkan partisipasi pria terhadap KB sekaligus menekan penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. (Bkkbn.go.id, 27/11/2005).

ATM Kondom yang dibangun oleh BKKBN ini merupakan sumbangan dari sebuah produsen kondom. Cara kerja alat ini mirip dengan sebuah telepon umum; setiap calon pembeli kondom diwajibkan untuk memasukkan tiga keping uang logam Rp 500,- untuk mendapatkan tiga kotak kondom dengan tiga jenis rasa. (Beritajakarta.com, 19/12/2005).

Pemerintah punya alasan. Program "kondomisasi" yang diwujudkan dengan pembagian kondom gratis dan pendirian sejumlah ATM Kondom adalah dalam rangka mencegah penyebaran virus HIV/AIDS. Untuk itu, BKKBN terus-menerus melakukan kampanye penggunaan kondom yang dikenal dengan sebutan "Promosi Kondom Dual Proteksi". Intinya, selain mencegah kehamilan, kondom juga dipromosikan dapat mencegah penularan HIV/AIDS. "Tujuan kami jelas, untuk mencegah penularan HIV/AIDS," ujar Kepala BKKBN Pusat Dr. Sumarjati Arjoso SKM dalam peringatan Hari AIDS Sedunia beberapa waktu lalu. (Cybermed.cbn.com, 4/12/2005).

Tak urung, sejumlah ulama di Tanah Air telah mengajukan penolakannya terhadap keberadaan ATM Kondom. MUI Jawa Barat dan PP Persis, misalnya, kembali menegaskan sikap penolakannya terhadap keberadaan ATM Kondom, karena khawatir disalahgunakan untuk pelacuran; sebab sarana itu bisa bebas diakses siapa saja. Pernyataan sama juga dikemukakan Kabid Tarbiyah Pengurus Pusat (PP) Persis, Dr. H.M. Abdurrahman, yang mendampingi Kiai Hafizh. (Pikiran Rakyat, 5/1/2006).

Fakta Penyebaran HIV/AIDS

Data United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) menyebutkan, pada akhir tahun 2004, terdapat 39,4 juta orang dengan HIV/AIDS di seluruh dunia. Sebanyak 17,6 juta (45%) adalah perempuan dan 2,2 juta adalah anak-anak berusia kurang dari 15 tahun. Adapun Indonesia yang berpenduduk 220 juta jiwa, hingga akhir September 2005 sudah memiliki 8.251 kasus HIV/AIDS, terdiri dari 4.065 kasus HIV dan 4.186 kasus AIDS. (Cybermed.cbn.com, 4/12/2005).

UNAIDS melaporkan bahwa Indonesia memasuki tahap awal epidemi (wabah) AIDS. Menurut lembaga itu, penyebaran tercepat penyakit itu melalui pertukaran jarum suntik pada pengguna narkotika, serta pelacur dan para pelanggannya. (Tempointeraktif.com, 28/11/2005).

Menurut Armyn Nurdin, Wakil Ketua Komisi Penanggulangan AIDS, banyak lembaga dan para pakar telah memperkirakan skenario terburuk jika Indonesia tidak dapat menanggulangi penyakit ini. "Tahun 2010 diperkirakan 5 hingga 10 juta orang akan terinfeksi HIV/AIDS," kata Armyn. Sejak kasus pertama di Bali 18 tahun lalu, kata Armyn, peningkatan jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Indonesia sangat cepat. Hingga akhir September lalu, Departemen Kesehatan melaporkan 8.251 ODHA yang terdeteksi, sebanyak 4.065 orang terinfeksi HIV dan 4.186 telah dinyatakan AIDS. "Kebanyakan adalah PSK (pekerja seks komersil)," ujarnya. (Tempointeraktif.com, 18/11/2005).

Logika Keliru

Katakanlah niat Pemerintah benar, program "kondomisasi" adalah didasarkan pada alasan untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS. Namun demikian, alasan seperti ini tidak sepenuhnya logis karena beberapa hal. Pertama: Akar penyebab penyebaran HIV/AIDS adalah seks bebas (pelacuran, gonta-ganti pasangan, pergaulan bebas, homoseksualitas/lesbianisme). Karena itu, perang terhadap seks bebas inilah yang seharusnya dilakukan Pemerintah, bukan dengan program "kondominasi" yang lebih banyak ditujukan kepada pasangan yang bukan suami-istri.

Kedua: Program "kondomisasi" belum terbukti ampuh dalam mengurangi penyebaran HIV/AIDS. Di negara-negara Barat, meski program serupa sudah lama berlangsung, penyebaran HIV/AIDS di sana tetap tinggi dan terus meningkat.

Ketiga: sebagaimana legalisasi (pengesahan) aborsi, program "kondomisasi" yang antara lain diwujudkan dengan pendirian sejumah ATM Kondom hanya akan menyuburkan perilaku seks bebas, khususnya di kalangan anak-anak muda. Dengan berbagai kemudahan mendapatkan kondom, anak-anak muda akan merasa lebih "aman" melakukan seks bebas. Para remaja putri, misalnya, yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas tidak akan lagi merasa khawatir hamil atau tertular HIV/AIDS, karena toh kondom-yang dipropagandakan sebagai dapat mencegah HIV/AIDS, di samping mencegah kehamilan-kini mudah mereka dapatkan. Bahkan boleh jadi, anak-anak muda yang tadinya tidak pernah melakukan seks bebas pun akan tergoda dan mulai coba-coba melakukan seks bebas dengan berbekal kondom yang sudah bisa didapatkan secara mudah dan bebas.

Keempat: Sebagian pakar kedokteran masih meragukan efektivitas kondom dalam mencegah HIV/AIDS. Alasannya, pori-pori karet lateks yang menjadi bahan pembuatan kondom adalah 0,003 mm, sedangkan ukuran virus AIDS adalah 0,000001 mm. Perbandingan keduanya adalah seperti pintu gerbang yang besar dengan seekor tikus. Logikanya, "tikus'' dengan sangat mudah bisa mondar-mandir di "pintu gerbang" yang sangat besar itu tanpa halangan sedikit pun. Memang, konon bahan lateks untuk kondom dibuat lebih baik sehingga pori-porinya bisa lebih kecil daripada virus AIDS. Namun, dengan adanya tekanan saat dipakai, atau akibat gesekan, kondom tetap saja bisa kebobolan. Apalagi sejak awal kondom memang hanya efektif untuk mencegah masuknya sperma ke dalam rahim, dan belum terbukti efektif untuk mencegah berbagai penyakit kelamin, apalagi HIV/AIDS yang sampai saat ini belum diketahui serum untuk mengatasinya.

Liberalisasi Budaya Barat (Seks Bebas)

Sebagaimana legalisasi aborsi, program "kondomisasi" disinyalir hanya merupakan alat untuk menyuburkan liberalisasi budaya Barat, khususnya seks bebas, di Indonesia. Program ini seolah berjalan seiring dengan semakin bebasnya pornografi dan pornoaksi di tengah-tengah masyarakat kita. Kita tahu, VCD porno, majalah porno, dan film-film/sinetron semi porno sudah lama menyapa masyarakat. Pemerintah pun seolah membiarkan fakta-fakta tersebut. Bahkan RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi pun sampai kini urung disahkan. Sekarang, bermunculan ATM Kondom. Kloplah sudah. Jika sudah begitu, bagaimana masyarakat tidak menyimpulkan bahwa semua itu pada akhirnya hanya akan mengarah pada semakin liberalnya seks bebas di tengah-tengah masyarakat kita, khususnya generasi muda.

Wahai kaum Muslim:

Kita harus berani mengatakan, bahwa gagasan ATM Kondom secara tidak langsung sama artinya dengan menyuruh atau membenarkan orang berbuat zina. Kita jangan sampai terjebak dengan program "kondomisasi" melalui ATM. Sebab, cara seperti itu tidak akan pernah efektif mencegah penyebaran HIV/AIDS. Kita justru harus berani mengatakan, bahwa wabah penyebaran HIV/AIDS adalah akibat seks bebas yang memang telah menjadi budaya Barat sekular, yang sengaja tengah disebarkan ke Dunia Islam, bukan karena tidak digunakannya kondom dalam hubungan seks. Di Dunia Barat, para orangtua tidak pernah melarang anaknya untuk melakukan hubungan seks bebas, dengan catatan, harus menggunakan kondom atau sejenisnya. Sebab, seks bebas memang telah menjadi bagian dari gaya hidup Barat sekular. Gaya hidup seperti ini pula sesungguhnya yang ingin disebarluaskan oleh mereka ke Dunia Islam. Caranya antara lain dengan dibukanya lebar-lebar pintu pornografi dan pornoaksi, legalisasi aborsi, dan program "kondomisasi"-termasuk pendirian sejumah ATM Kondom-yang lebih banyak ditujukan kepada mereka yang bukan pasangan suami-istri.

Wahai kaum Muslim:

Ingatlah, maraknya pornografi dan pornoaksi serta seks bebas sekarang ini adalah akibat diterapkannya sistem sekular, yang mengadopsi demokrasi dan HAM, yang memang telah menjamin kebebasan manusia dalam segala bidang, khususnya kebebasan berperilaku. Karena itu, sudah selayaknya umat Islam mencabut sistem sekular seperti saat ini, yang nyata-nyata telah menimbulkan banyak persoalan kemanusiaan. Kita harus sadar, bahwa sistem sekular telah gagal dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk mewabahnya HIV/AIDS. Karena itu, sudah saat kaum Muslim segera kembali pada sistem kehidupan islami; sudah saatnya kita kembali pada tatanan kehidupan yang didasarkan pada pada syariat Islam. Sebab, hanya Islamlah satu-satunya solusi bagi seluruh persoalan kehidupan manusia; hanya sistem hukum Islamlah yang terbaik bagi umat manusia. Renungkanlah kembali firman Allah SWT:

]أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ[

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah [5]: 50).

Karena itu, marilah kita segera mematuhi seruan Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:

]اسْتَجِيبُوا لِرَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لاَ مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللهِ مَا لَكُمْ مِنْ مَلْجَأٍ يَوْمَئِذٍ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَكِيرٍ[

Patuhilah seruan Tuhan kalian sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kalian tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak pula dapat mengingkari (dosa-dosa kalian). (QS asy-Syura [42]: 47). []

KOMENTAR AL-ISLAM:
Demokrasi dan Islam Moderat Jadi Modal Indonesia (Republika, 07/1/2006)
Jadikanlah syariat Islam sebagai modal, bukan demokrasi atau apapun.


sumber : www.hizbut-tahrir.or.id

posted by Asep @ 5:41 AM   73 comments
Khilafah Hanya Masalah Waktu

Dunia akan memperhatikan maklumat, ketika negara superpower dunia mulai menggunakan kata tertentu dalam pidato yang dibuat oleh para politisi dan pembuat kebijakannya. Kata itu sekarang berada di lidah dan catatan pidato pemerintah AS, ditambahkan oleh Inggris, negara-negara Eropa dan negara lainnya. Kata yang dimaksud adalah kata "Caliphate" yaitu Sistem Islam (Khilafah).

Eric Edelman dari Sekretaris Pertahanan untuk Kebijakan AS, telah menyinggung tentang Khilafah antara bulan November sampai Desember 2005 sebelum Meja Bundar Dewan Hubungan Luar Negeri berkata, "Masa depan Irak akan membuat berani salah satu teroris, memperluas jangkauannya dan mampu menegakkan kembali Khalifah atau hal itu akan membuat mereka mampu melakukan pemogokan yang melumpuhkan"

Sekretaris Pertahanan AS Donald Rumsfeld dalam idato tanggal 5 Desember 2005 di Washington berkata,"Irak bisa menjadi tempat berdirinya sebuah Khilafah Islam baru yang akan meluas menyusuri Timur Tengah dan akan mengancam legitimasi pemerintahan di Eropa, Afrika dan Asia. Ini menjadi rencana mereka. Mereka berkata demikian juga. Kita membuat sebuah kekeliruan yang mengerikan jika kita gagal mendengar dan belajar". Dia kemudian menyinggung tentang Khalifah hanya 3 hari kemudian (8 Desember 2005) dalam wawancara di PBS.

Sebelumnya Stephen Hadley penasehat Keamanan Nasional AS, menyinggung tentang Khalifah pada bulan Oktober 2005 dalam pidato di New York dan Los Angeles pada waktu pemeriksaan Jenderal John Abizaid Komandan Tertinggi Amerika di Timur Tengah. Hadley berkata,"Mereka akan mencoba menegakkan kembali sebuah Khilafah yang akan meliputi seluruh dunia."

Sedangkan Presiden AS George Bush tidak pernah menggunakan istilah Khalifah di depan publik, namun berulangkali menggambarkan Khalifah sebagai,"sebuah Imperium Islam totalitarian yang kekuasaanya dari Indonesia sampai Spanyol". Pernyataan ini sebenarnya menggambarkan kondisi aktual saat ini yaitu, "AS adalah sebuah Imperium kapitalis totalitarian yang kekuasaannya dari timur ke barat. Namun tidak ada seorang politisi barat pun termasuk Bush yang mau berterus terang.

Jadi apa yang membuat khawatir pemerintah AS sehingga mereka berkepentingan memasukan kata Khalifah sebagai bagian dari brifing harian mereka ? Itu tidak berkaitan dengan isu Al Qaeda dan terorisme -sebagaimana AS dan perang melawan teror-nya yang ingin diakui oleh dunia. Ini adalah sebuah upaya untuk mengalihkan perhatian yang mana sejumlah sarjana politik dan mantan pejabat pemerintah telah menempatkannya sebagai isu yang sangat gencar. Hal ini mirip dengan periode McCarthysme dimana AS sedang melawan komunisme era 60-an saat perang dingin.

Adalah sebuah kenyataan bahwa keinginan untuk mengembalikan kekhilafahan di antara umat Islam secara global makin meningkat dan telah menjadi keyakinan yang mendalam. Hal itu terlihat pada pemerintahan AS, banyak pemimpin negara kapitalis lainnya serta kroni-kroni mereka di dunia Islam. Mereka merasakan bahwa telah tumbuh keyakinan, keinginan dan mobilisasi politik di antara muslim yang bertujuan mendirikan khilafah. Oleh karena itu pemerintah AS tidak bisa menghindari dan wajib untuk mendeskreditkan sistem pemeritnahan Islam dengan tujuan mengasingkan antara umat Islam dan penduduknya dengan khalifah dan sistem pemerintahannya.

Umat Islam harus menyadari bahwa di dalam tembok Gedung Putih, Downing Street dan lainnya bergema diskusi tentang khalifah. Ini adalah sebauh realita dan bukan mimpi sehingga menggoncangkan singgasana para penguasa di timur dan barat.
Seorang muslim juga harus menyadari bahwa diskusi dan upaya yang mereka lakukan untuk menghambat kembalinya khilafah hanya memperlambat waktu berdirinya khilafah. Kembalinya khilafah hanya perkara waktu saja.

Sejak runtuh tahun 1924 kewajiban menegakkan kembali khalifah adalah perkara yang utama. Dan dengan ijin Alllah hanya waktu saja. Hudayifah bin Yaman meriwayatkan dari Muhammad SAW, "..kemudian Dia akan menaikkannya kemudian menurunkannya; kemudian akan muncul khilafah rasyidah yang sesuai metode kenabian, kemudian dia (nabi SAW) diam." (Musnad Imam Ahmad 4/273).

sumber :www.hizbut-tahrir.or.id

posted by Asep @ 5:32 AM   0 comments
Sunday, January 08, 2006
Tidak Ada Toleransi Dalam Aqidah Dan Ibadah
oleh : Azhari
"Katakanlah: 'Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku'." (Qs .al-Kâfirûn [109]: 1-6).

Latar belakang turunnya ayat ini (asbabun nuzul) ketika kaum kafir Quraisy berusaha membujuk Rasulullah Saw: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." Setelah Rasulullah Saw membacakan ayat ini kepada mereka maka berputus-asalah kaum kafir Quraisy, sejak itu semakin keras permusuhannya kepada Rasulullah Saw.
Dua kali Allah SWT memperingatkan Rasulullah Saw: "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak menyembah Tuhan yang aku sembah." Artinya, kita sama sekali tidak boleh melakukan peribadatan yang diadakan oleh non-muslim, dalam bentuk apapun!

Dalam kondisi sekarang, maka melakukan do'a bersama orang-orang non-muslim (istighasah), menghadiri perayaan natal, mengikuti upacara pernikahan mereka atau mengikuti pemakaman mereka merupakan cakupan dari surah Al-Kaafiruun. Semua hal itu tidak boleh diikuti oleh kaum muslimin, karena ada hubungannya dengan masalah aqidah dan ibadah.

Orang-orang non-muslim juga tidak ada gunanya mengikuti peribadatan kaum muslimin, karena sama sekali tidak ada nilainya dihadapan Allah SWT. Amalan mereka bagaikan fatamorgana atau bagaikan debu yang tertiup angin, tidak berbekas sedikitpun.

"Dan orang-orang yang kafir, amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana ditanah yang datar yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apapun." (Qs. an-Nûr [24]: 39).

"Perumpamaan orang-orang yang kafir kepada Rabbnya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (didunia)." (Qs. Ibrahim [14]: 18).
Sering kita salah kaprah dalam memahami toleransi, kita boleh bertoleransi dengan non-muslim dalam hal mu'amalah saja (perdagangan, industri, kesehatan, pendidikan, sosial, dll) tetapi tidak dalam hal aqidah dan ibadah. Islam mengakui adanya perbedaan, tetapi tidak boleh dipaksakan agar sama sesuatu yang jelas-jelas bebeda.

Diakhir surah dikatakan; "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku", karena tidak mungkin agama kita dicampur-adukkan dengan agama mereka. Islam meyakini bahwa Tuhan sama sekali tidak bisa disamakan dengan makhluk, sedangkan mereka menyembah seorang Nabi (makhluk) yang mereka yakini sebagai tuhan (kristen). Islam meyakini Tuhan Maha Esa dan tidak boleh dipersekutukan dengan lain, sedangkan mereka menyembah tuhan (dewa-dewa) yang dijelmakan dalam banyak patung (hindu, budha dan konghucu). Ini bagaikan air dan minyak, tidak mungkin disatukan!

Lantas bagaimana bisa dikatakan bahwa esensi tuhan semua agama sama, hanya cara penghormatannya yang berbeda?, sehingga setiap manusia yang saleh didalam agamanya masing-masing akan masuk syurga juga. Seperti yang dikampanyekan oleh orang-orang liberal itu. Wallahua'lam.

sumber : www.hayatulislam.net
posted by Asep @ 8:11 AM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E