Wednesday, January 25, 2006
Muhammadiyah Ancam Demo, Jika Majalah Playboy Terbit
Setelah organisasi Islam berpengaruh, Nahdhatul Ulama (NU) dan semua elemennya menentang dan mengancam akan mengerahkan massa jika majalah Playboy versi Indonesia jadi terbit, organisasi Islam besar Muhammadiyah juga melakukan gerakan serupa. Pernyataan ini disampaikan Pimpinan Pisat Muhammadiyah, Dr. Din Syamsuddin sebagaimana dikutip Antara, Selasa (24/1) kemarin.


"Sebenarnya pokok persoalan bukan terletak masalah playboy-nya. Tapi kami melihat gelagat penyebaran liberalisme moral yang akan merusak masa depan bangsa, dan itulah yang kami protes," kata Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsuddin.

Din bahkan mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika majalah playboy versi Indonesia jadi terbit dan diedarkan di Indonesia.

Din mengatakan majalah playboy merupakan salah satu icon penentangan terhadap agama yang bisa menghancurkan moral masa depan bangsa, dan jika majalah tersebut terbit maka akan mengundang majalah serupa masuk Indonesia.

"Majalah playboy bertentangan dengan agama dan budaya ketimuran kita. Itu sama artinya menentang dakwah dan umat beragama. Karena itu jika playboy tetap diterbitkan, itu sama dengan menentang umat beragama dan kita akan melawannya," katanya.

Din menjelaskan selama ini majalah playboy khusus pria dewasa yang merupakan produk di Amerika Serikat, sudah dikenal dengan majalah yang menyuguhkan foto model tanpa busana.

"Karena itu jika penerbit membantah tidak akan menyuguhkan foto tanpa busana itu hanya dalih dan taktik. Jika memang mereka berniat baik, kenapa harus menggunakan nama playboy, ganti saja dengan nama yang santun agar tidak menimbulkan kerancuan," katanya.

Din menyesalkan penerbit yang terlihat bersikukuh ingin tetap menerbitkan majalah playboy meski sudah banyak kecaman dari berbagai kalangan.

Karena itu, Din berpendapat jika ingin moralitas bangsa ini tidak tercabik-cabik, maka pemerintah harus bertindak tegas melarang beredarnya media yang dapat merusak budaya ketimuran baik itu media elektronik maupun media cetak termasuk playboy.

"Janganlah ada yang mengeruk keuntungan tapi dengan meruntuhkan ahlak bangsa," katanya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi umat Kristiani yang juga Sekretaris Jenderal Komite Indonesia untuk agama dan perdamaian (A.C.R.P), Theophilus Bela mengatakan ikut menentang keras rencana penerbitan majalah "playboy" versi Indonesia.

"Atas nama Agama Kristiani saya menentang penerbitan majalah playboy. Bahkan jika nanti ada yang melakukan demo penentangan, kami bersedia bergabung," katanya.

Theophilus juga meragukan pemasaran majalah playboy jika jadi terbit akan hanya diakses oleh pria dewasa, karena tidak menutup kemungkinan generasi muda yang penasaran justru akan memburu majalah playboy.

Seharusnya sasaran tak hanya Playboy, sebab majalah porno di Indonesia juga kelewat banyak. Termasuk tayangan tengah malam di seluruh TV swasta di Indonesia.

Setelah dua ormas besar --Muhammadiyah dan NU-- melakukan ancaman, berarti sudah ada tiga organisasi Islam yang memberikan peringatan keras. Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) juga melakukan ancaman yang sama. (ant/hid/cha)

sumber : www.hidayatullah.com
posted by Asep @ 11:45 PM   0 comments
Mengintip Konspirasi Kaum Templar
oleh : Masfufah*

Hidayatullah.com--Pernah menontong film "Kingdom of Heaven"? film perebutan kota Jerusalem karya sutradara film Gladiator, Ridley Scott?.

"Kingdom of Heaven" bercerita mengenai suasana Jerusalem pada masa Perang Salib di abad ke-12, dimana Raja Jerusalem saat itu, King Baldwin (Edward Norton), memilih untuk menjalin dan mempertahankan perjanjian damai dengan pihak kerajaan Islam yang dipimpin oleh “Saladin” (sebutan orang Barat terhadap Salahuddin Al-Ayyubi. Pejuang legendaris Islam).

Alkisah, karena melihat sejarah buram berbagai korban yang ditimbulkan oleh akibat Perang Salib itulah, King Baldwin (dari pihak Kristen) ingin mengadakan perjanjian damai dengan pihak Islam (yang diwakili Salahuddin Al-Ayyubi).

Perjanjian damai yang diinginkan Baldwin adalah terciptanya Jerusalem sebagai suatu kerajaan surgawi yang tentram dan makmur, tanpa peperangan dan kebencian, yang dia istilahkan dengan, "A kingdom of concious, peace instead of war, love instead of hate".

Sayangnya, rencana perjanjian indah itu ternoda oleh ambisi dan kerakusan oleh segolongan kecil orang dari kubu pasukan Kristen. Golongan ini dikepalai oleh Guy de Lusignan (Marton Csokas), suami dari adik raja, sekaligus calon raja Jerusalem.

Ia, lebih memilih melakukan konfrontrasi dengan pasukan Islam secara terang-terangan. Guy de Lusignan lah (dalam cerita film tersebut) yang digambarkan sebagai sosok pemimpin pasukan ksatria Templar (Knights Templar).

Disaat pihak raja Kristen dan Islam sedang mencari jalan damai, justru para Kesatria Templar-lah, yang melakukan pembantaian sekelompok masyarakat Islam dengan sangat keji, termasuk adik dari Panglima Islam kala itu, yakni Salahuddin Al-Ayyubi. Begitu kejinya, sampai-sampai utusan yang dikirim Salahuddin untuk meminta jasad adiknya, justru Guy membunuh sang kurir dari Saracen (sebutan untuk kaum Muslim) dengan memotong kepalanya.

Ksatria Templar adalah sebuah ordo militer Kristen terbesar dan paling kuat. Dia lahir sebagai dengan sebutan ‘Para Perwira Miskin Kristus dan Bait Salomo’, yang berpusat di Yerusalem. Ksatria Templar dibentuk pada 1118, setelah Perang Salib Pertama 1096 dibawah pimpinan Paus Urban II.. Tadinya, ia hanya bertugas membantu Kerajaan Yerusalem melindungi kerajaannya, dan untuk melindungi keamanan para peziarah Eropa yang ingin pergi ke Yerusalem. Para Ksatria Templar, ibarat pasukan khusus yang hanya tunduk pada perintah kepausan.

Dalam perkembangannya, Kaum Templar begitu cepat berkembang. Bahkan menjadi penggerak utama dalam politik internasional di masa Perang Salib. Karena itu, Kepausan memberinya tugas istimewa (lihat Omne Datum Optimum) dengan mengijinkan mereka mengumpulkan pajak dan menerima sumbangan, yang sebagian hasil yang dikumpulkan saat Perang Salib dari kaum Muslim.

Kepercayaan yang luar biasa pada para Ksatria Templar menyebabkan ordo ini semakin menggurita, terutama dalam hal keuangan. Tak heran pundi-pundi uang disimpan di kantor-kantor cabang dan gereja-gereja mereka. Begitu besarnya uang yang dimiliki, sampai-sampai, sutradara Holywood pernah membuat film berjudul, “National Treasure”, yang berceita tentang legenda harta karun para Ksatria Templar. Konon, harta karun ini sangat besar, bahkan mungkin paling besar dalam sejarah manusia, dan tersembunyi di sebuah tempat di Amerika

Karena berjibunnya uang itu, tahun 1135 ordo ini memulai kegiatan baru berupa pinjam-meminjamkan uang kepada para peziarah Spanyol yang ingin berkunjung ke Tanah suci. Kelak kegiatannya ini k Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang kita kenal dengan istilah perbankan dan dunia riba.

Mereka pula yang pertama kali menyelenggarakan sistem cek dan kredit, menyerupai yang ada pada sebuah bank. Menurut penulis Inggris, Michael Baigent dan Richard Leigh, mereka membangun semacam kapitalisme abad pertengahan, dan merintis jalan menuju perbankan modern dengan transaksi mereka yang berbasis bunga.


Cikal-bakal Freemason

Sayangnya, di saat kekuatan dan kekayaanya semakin menggurita, ketamakannya dan kedoknya mulai terkuak. Para Templar, secara diam-diam justru hanya memanfaatkan gereja meski perilakunya jauh keluar dari iman Katolik.

Diantara penyimpangannya adalah; mereka melakukan ritual-ritual setan yang tak pernah diajarkan dalam Katolik. Para Templar, yang awalnya bersemboyan ‘Para Perwira Miskin Kristus” sesungguhnya adalah orang-orang superkaya. Para Templar menyebut dirinya “tentara miskin”, tetapi dalam waktu singkat mereka menjadi sangat makmur.

Sebagian kaum Templar mengaku mereka melakukan tindakan-tindakan homoseksual, dan bahwa mereka menyembah kepala manusia dan sebuah agama misteri yang dikenal sebagai Bafomet.

Para Templar juga melakukan ritual yang dianggap keluar dari iman Katolik karena meludahi Salib tiga kali, serta mencium bokong orang lain.

Tahun 1307, Raja Prancis Philip le Bel dan Paus Clement V memutuskan untuk menangkap dan membubarkan anggota-anggota ordo ini. Clevement V bahkan mengeluarkan keputusan kepausan dengan nama Vox in Excelso (suara dari langit). Sejak itu, para pemimpin Templar, yang dijuluki “pemimpin Besar (Grand Master)”, mulai dari yang terpenting dari mereka, Jacques de Molay, dihukum mati pada tahun 1314 atas perintah Gereja dan Raja. Kebanyakan mereka dijebloskan ke dalam penjara, namun sebagaian melarikan diri ke tempat yang aman.

Salah satunya mereka berlindung di satu-satunya kerajaan di Eropa yang tidak mengakui kekuasaan Gereja Katolik di abad keempat belas, yaitu Skotlandia. Di sana, mereka menyusun kekuatan kembali di bawah perlindungan Raja Skotlandia, Robert the Bruce. Mereka juga melakukan penyamaran dan melanjutkan gerakan rahasia mereka dalam bentuk gilda (serikat sekerja) di Kepulauan Inggris abad pertengahan lalu mereka menguasainya.

Mereka juga memilih Negara Swiss sebagai tempat pelarian dan penyusunan kembali kekuatannya. Pendeknya, para Templar tidak tertumpas, sebaliknya filsafat serta berbagai kepercayaan dan upacara mereka tetap berlangsung di balik samaran Freemasonry, yang kelak masih ada hubungannya dengan Yahudi dan Zionisme.

Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang Mason, Christopher Knight dan Robert Lomas, yang berjudul the Hiram Key pernah mengungkapkan beberapa fakta penting tentang akar-akar gerakan Freemasonry. Menurut mereka, jelas sekali bahwa Masonry adalah kesinambungan dari para Templar.

Adalah penting bagi anda membaca buku yang tak kalah serunya dengan cerita dalam film ini. Ordo Templar, membuktikan pada kita semua bahwa teori konspirasi memang ada. Para Templar juga membuktikan bagaimana ada ‘negara dalam negara’.



*Penulis ibu rumah tangga dan "penggemar" tinggal di Surabaya
posted by Asep @ 11:33 PM   1 comments
Tuesday, January 24, 2006
Teruntuk Pejuang Agama Allah....bersabarlah!!!
oleh : Rany

Hatiku lemas mengawang tiada berpijak di bumi
Menatap pilu akan kehidupan yang terus
mengoyak-oyak pikiran
Dunia sedang tidak biasa
Menggelora dalam pusaran konspirasi yang tak
berujung
Jutaan nafas terhempas oleh tangan2 berdarah
Jutaan peluh, darah, bahkan nyawa mengukir bumi
Cahaya kehidupan kian suram
Buram..suram..lalu gelap

Betapa berat melangkah kini
Betapa lisan ini kelu untuk berkata-kata
Betapa jemari ini lelah untuk meraih perjuangan
Gemetar menghadapi budak2 pencinta harta dan
yang putus asa dalam hidup
Tangan ini kecil, tak mampu menghadang
Badan ini terlalu payah untuk bertahan

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk
syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan)
sebagaimana halnya orang-orang terdahulu
sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka
dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan
bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah
Rasul dan orang-orang yang beriman
bersamanya: Bilakah datangnya pertolongan
Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah
itu amat dekat.

Bersabarlah wahai pengemban dakwah agama
Allah
Teguhkan selalu langkahmu dalam jalan Allah
Kokohkan niat dan tekad untuk berjuang
Walau rintangan menghadang merintangi setiap
peluh
Walau cobaan menabur kepedihan pada luka
berdarah
Ingatlah selalu akan pertolongan Allah SWT yang
teramat dekat
Dan janji Allah yang pasti akan datang

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka
yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi
mereka disediakan surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi
rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka
mengatakan : Inilah yang pernah diberikan kepada
kami dahulu Mereka diberi buah-buahan yang
serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-
isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya

Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki,
niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari
yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya
(pula) untukmu istana-istana

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang
beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke
dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir
sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi
perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan
mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan
mereka dan surga yang di dalamnya mengalir
sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya;
dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang
beramal

Dan apabila kamu melihat di sana (surga),
niscaya kamu akan melihat berbagai macam
kenikmatan dan kerajaan yang besar

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-
orang mukmin diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. Mereka
berperang pada jalan Allah; lalu mereka
membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji
yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al
Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya
(selain) daripada Allah? Maka bergembiralah
dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan
itulah kemenangan yang besar
posted by Asep @ 11:59 PM   0 comments
"Gerakan Homoseksual dari IAIN Semarang"
Oleh: Adian Husaini

Saat ini, liberalisasi nilai-nilai dan ajaran Islam di Indonesia benar-benar sudah sampai pada taraf yang sangat ajaib dan menjijikkan. Orang-orang yang bergelut dalam bidang studi Islam tidak segan-segan lagi menghancurkan ajaran agama yang sudah jelas dan qath’iy. Sementara, institusi pendidikan tinggi Islam seperti tidak berdaya, membiarkan semua kemungkaran itu terjadi di lingkungannya.

Pekan lalu, saya menerima kiriman buku dari Semarang berjudul Indahnya Kawin Sesama enis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual, (Semarang:Lembaga Studi Sosial an Agama/eLSA, 2005). Buku ini adalah kumpulan artikel di Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 25, Th XI, 2004.

Buku ini secara terang-terangan mendukung, dan mengajak masyarakat untuk mengakui dan mendukung legalisisasi perkawinan homoseksual. Bahkan, dalam buku ini ditulis strategi gerakan yang harus dilakukan untuk melegalkan perkawinan homoseksual di Indonesia, yaitu (1) mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara, (2) memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya, (3) melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, (4) menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita.” (hal. 15)

Kita tidak tahu, apakah para penulis yang merupakan mahasiswa-mahasiswa fakultas Syariah IAIN Semarang itu merupakan kaum homo atau tidak. Tetapi, umat Islam tentu saja dibuat terbelalak dan terperangah dengan berbagai tulisan yang ada di buku ini. Betapa tidak, anak-anak ini dengan beraninya melakukan ijtihad dan merumuskan hukum baru dalam Islam, bahwa aktivitas homoseks dan lesbian adalah normal dan halal, sehingga perlu disahkan dalam satu bentuk perkawinan.

Masalah perkawinan memang senantiasa menjadi sasaran liberalisasi agama. Ketika hukum-hukum yang sudah pasti – seperti haramnya muslimah menikah dengan laki-laki non-Muslim – dirombak oleh sejumlah dosen IAIN/UIN, seperti Zainun Kamal dan Musdah Mulia – maka logika yang sama bisa digunakan untuk merombak hukum-hukum lain di bidang perkawinan, dengan alasan perlindungan Hak Asasi Manusia kaum homoseks. Bahkan, mereka berani membuat tafsir baru atas ayat-ayat Al-Quran, dengan membuat tuduhan-tuduhan keji terhadap Nabi Luth.

Seorang penulis dalam buku ini, misalnya, menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut. Si penulis kemudian mengaku bersikap kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran surat al-A’raf :80-84 dan Hud :77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua laki-laki, yang kebetulan homoseks.

Ditulis dalam buku ini sebagai berikut:

‘’Karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo disamping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo.” (hal. 39)

Sejak kecil, anak-anak kita sudah diajarkan untuk menghafal dan memahami rukun iman. Salah satunya, adalah beriman kepada Nabi dan Rasul, termasuk sifat-sifat wajib yang dimiliki oleh para Nabi. Yaitu, bahwa para Nabi itu merupakan orang yang jujur, amanah, cerdas, dan menyampaikan risalah kenabian. Mereka juga berifat ma’shum, terjaga dari kesalahan. Tetapi, dengan metode pemahaman historis-kritis ala hermeneutika modern, semua itu bisa dibalik. Kisah Nabi Luth, misalnya, dianalisis secara asal-asalan oleh anak IAIN ini. Dan hasilnya, Nabi Luth digambarkan sebagai sosok yang emosional dan tolol.


Dikatakannya dalam buku ini:

“Luth yang mengecam orientasi seksual sesama jenis mengajak orang-orang di kampungnya untuk tidak mencintai sesama jenis. Tetapi ajakan Luth ini tak digubris mereka. Berangkat dari kekecewaan inilah kemudian kisah bencana alam itu direkayasa. Istri Luth, seperti cerita Al-Quran, ikut jadi korban. Dalam Al-Quran maupun Injil, homoseksual dianggap sebagai faktor utama penyebab dihancurkannya kaum Luth, tapi ini perlu dikritisi… saya menilai bencana alam tersebut ya bencana alam biasa sebagaimana gempa yang terjadi di beberapa wilayah sekarang. Namun karena pola pikir masyarakat dulu sangat tradisional dan mistis lantas bencana alam tadi dihubung-hubungkan dengan kaum Luth…. ini tidak rasional dan terkesan mengada-ada. Masa’, hanya faktor ada orang yang homo, kemudian terjadi bencana alam. Sementara kita lihat sekarang, di Belanda dan Belgia misalnya, banyak orang homo nikah formal… tapi kok tidak ada bencana apa-apa.” (hal. 41-42).

Tentu saja, penafsiran anak IAIN ini sangat liar, karena ia tidak menggunakan metodologi tafsir yang benar. Disamping ayat-ayat Al-Quran, seharusnya, dia juga menyimak berbagai hadits Nabi Muhammad saw tentang homoseksual ini. Begitu juga para sahabat dan para ulama Islam terkemuka. Tapi, bisa jadi, si anak ini sudah terlalu kurang ajar dan tidak lagi mempunyai adab dalam mengakui kesalehan dan kecerdasan para Nabi, termasuk para sahabat Nabi. Pada catatan yang lalu, kita sudah memahami, bagaimana mereka mencaci-maki sahabat Nabi seenak perutnya sendiri.



Dengan sedikit bekal ilmu syariah yang dimilikinya, si penulis berani ‘berijtihad’ membuat hukum baru dalam Islam, dengan terang-terangan menghalalkan perkawinan homoseksual. Menurutnya, karena tidak ada larangan perkawinan homoseksual dalam Al-Quran, maka berarti perkawinan itu dibolehkan. Katanya, ia berpedoman pada kaedah fiqhiyyah, “’adamul hukmi huwa al-hukm” (tidak adanya hukum menunjukkan hukum itu sendiri).

Logika anak IAIN ini jelas sangat tidak beralasan dan berantakan. Di dalam Al-Quran juga tidak ada larangan kawin dengan anjing, babi, atau monyet. Dengan logika yang sama, berarti anak-anak Fakultas Syariah IAIN Semarang itu juga dibolehkan menikah dengan anjing, babi, atau monyet. Kita tunggu saja, mungkin sebentar lagi, mereka akan meluncurkan buku “Indahnya Menikah dengan Monyet”. Bukankah monyet juga mempunyai Hak Asasi untuk menikah dengan mahasiswa Syariah IAIN Semarang itu?

Tentang Kisah Luth sendiri, Al-Quran sudah memberikan gambaran jelas bagaimana terkutuknya kaum Nabi Luth yang merupakan pelaku homoseksual ini.

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (QS Al-A’raf:80-84).

Para mufassir Al-Quran selama ratusan tahun tidak ada yang berpendapat seperti anak-anak ‘kemarin sore’ yang berlagak menjadi mujtahid besar di abad ini, meskipun baru mengecap bangku kuliah S-1 di Fakultas Syariah IAIN Semarang itu. Orang yang memahami bahasa Arab pun tidak akan keliru dalam menafsirkan ayat tersebut. Bahwa memang kaum Nabi Luth adalah kaum yang berdosa karena mempraktikkan perilaku homoseksual. Hukuman yang diberikan kepada mereka, pun dijelaskan, sebagai bentuk siksaan Allah, bukan sebagai bencana alam biasa. Tidak ada sama sekali penjelasan bahwa Nabi Luth dendam pada kaumnya karena tidak mau mengawini kedua putrinya. Tafsir homo ala anak IAIN Semarang yang menghina Nabi Luth itu benar-benar sebuah fantasi intelektual untuk memaksakan pehamamannya yang pro-homoseksual.

Dalam Islam maupun Kristen, hingga kini, praktik homoseksual tetap dipandang sebagai tindakan bejat. Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus dirajam (dilempari batu sampai mati) tanpa membedakan apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah. Dalam Pidatonya pada malam Tahun Baru 2006, Paus Benediktus XVI juga menegaskan kembali tentang terkutuknya perilaku homoseksual.

Gerakan legalisasi homoseksual yang dilakukan para mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Semarang – dan mendapatkan legalisasi dari Institusinya – merupakan fenomena baru dalam gerakan legalisasi homoseksual di Indonesia. Di dunia Islam pun, gerakan semacam ini, belum ditemukan. Hal semacam ini merupakan sesuatu yang “unthought”, yang tidak terpikirkan selama ini; bahwa dari lingkungan Fakultas Syariah Perguruan Tinggi Islam justru muncul gerakan untuk melegalkan satu tindakan bejat yang selama ribuan tahun dikutuk oleh agama.

Tentulah, gerakan homoseksual dari lingkungan kampus Islam, merupakan tindakan kemungkaran yang jauh lebih bahaya dari gerakan legalisasi homoseks yang selama ini sudah gencar dilakukan kaum homoseksual sendiri.

Dalam catatan penutup buku ini dimuat tulisan berjudul “Homoseksualitas dan Pernikahan Gay: Suara dari IAIN”. Penulisnya, mengaku bernama Mumu, mencatat, “Ya, kita tentu menyambut gembira upaya yang dilakukan oleh Fakultas Syariah IAIN Walisongo tersebut.”

Juga dikatakan: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”

Membaca buku ini, kita jadi bertanya-tanya, sudah begitu bobrokkah institusi pendidikan tinggi Islam kita? Sampai-sampai sebuah Fakultas Syariah IAIN menjadi sarang gerakan legalisasi tindakan amoral yang jelas-jelas bejat dan bertentangan dengan ajaran agama? Wallahu a’lam.(Kuala Lumpur, 19 Januari 2006/hidayatullah.com).
posted by Asep @ 11:16 PM   0 comments
Jual Tampang di Ajang Boyband
Its…ladiest time!” demikianlah konsep acara yang diusung TPI dalam program
talent search terbaru mereka, ajang Boyband. Ini bener-bener acaranya kaum
hawa, Bro. Pemandu acaranya cewek, jurinya wanita, sampe bintang tamunya
juga perempuan. Bahkan program siaran langsung berdurasi 120 menit ini cuma
boleh dihadiri dan ditonton oleh female doang di area panggung. Bahkan
kabarnya ada pemilihan penonton cewek yang cantik, seksi, dan heboh pas
berlangsungnya ajang Boyband di TPI tersebut. Ada-ada aja. Padahal para
pesertanya jelas-jelas cowok lho. Ini acara nyari bakat apa nyari tukang
pukul sih?! Hehehe...

Setelah melalui audisi yang digelar di Jakarta dan Bandung, Ajang Boyband
yang di-launching 26 November 2005 lalu berhasil mengumpulkan 12 finalis.
Lima grup dari Bandung dan tujuh dari Jakarta. “Peserta audisi sendiri
berjumlah 66 grup. Mereka tidak hanya datang dari Jakarta dan Bandung tapi
juga dari Bogor, Makassar, Jember, dan Surabaya,” ungkap Nala Rinaldo,
Production Division Head TPI. (Suara Merdeka, 26/12/05)

Peserta yang lolos hingga babak final adalah BTBoys, Lima, Moderu, Nouvel
dan Solider dari Bandung serta Bgosh, Forte, F2O, JFC, Move, Gstar, dan
Xdragons dari Jakarta. Mereka akan dikarantina setiap Kamis-Sabtu selama
tiga bulan di Padepokan Pencak Silat, TMII. Selama masa karantina para
finalis akan mengikuti serangkaian kegiatan dan pendidikan dalam hal vokal,
kepribadian, koreografi, dan lain-lain dari tim pengajar profesional yang
sesuai dengan keahlian masing-masing. Biar siap jadi idola baru ya?

Boyband, siapa sih mereka?
Eit, jangan pura-pura jadi Oneng ya. Masa hari gene gak tau boyband sih. Itu
lho, sekumpulan cowok yang bisa dan pede nyanyi nggak cuma di kamar mandi
atau dalam kamar yang terkunci; terus punya tampang yang resolusinya minimal
1024 x 768 pixel (dalam format .jpg atau .bmp? Hihihi.. kebanyakan mainin
program desain grafis nih!), sehingga enak dipandang; dan terakhir biasanya
mereka punya jurus pamungkas tebar pesona yang bisa bikin para cewek
histeria. Whuaa.....setaaan! (histeris apa paranoid non hehehe...)

Dulu, boyband dikenal sebagai grup pop yang beranggota tiga sampai enam
lelaki muda, mereka harus bisa menari. Bukan memainkan musik layaknya sebuah
group band. Kualitas vokal mereka begitu menonjol. Seperti penampilan The
Temptations yang populer di masa 1960-an dengan genre musik pop dan R&B.
Kemudian ada pula Latin boyband bernama Menudo yang dibentuk pada 1977.
Tahun 1980 remaja-remaji di seantero jagat juga sempet terhipnotis dengan
kehadiran boyband New Kids on The Block (NKOTB). Dunia kemudian mengenal
nama Boyz II Men, Backstreet Boys, Nsync, 98 Degrees, Take That, Boyzone,
atau Westlife.

Seiring perkembangan era, banyak boyband yang lahir dikemudian hari cuma
bermodalkan tampang, pintar menari, dan mengandalkan vokal yang pas-pasan
(Waduh, bukannya nuduh ye, cuma ngeluarin uneg-uneg aja. Nggak lebih. Oke?
Boleh dong itu bagian dari kritik kita...). Ending-nya boyband model gitu,
kemungkinan besar nggak pada awet. Banyak yang bubar dan personelnya yang
paling berkualitas memilih berkarier solo. Sebut saja di antaranya Michael
Jackson (Jackson Five), Robbie Williams (Take That), Justin Timberlake
(NSYNC), dan Ronan Keating (Boyzone).

Meski begitu, kelahiran boyband-boyband baru seolah tak terbendung. Mereka
yakin kalo vokal suara mereka layak diperhitungkan. Selain tampang yang
camera face tentunya. Sehingga kita kenal North, boyband Australia; A1 dan
Blue dari daratan Inggris; F4 asal Taiwan yang populer lewat serial Meteor
Garden; atau mytown asal Irlandia. Pokoknya banyak banget.

Nah dengan tujuan menjaring potensi group penyanyi cowok di negeri
sendirilah ajang boyband digelar. Biar ada produk lokal. Masa’ ngandelin
produk mancanegara aja. Gitu kali pikir penyelenggaranya.

Apa yang dicari?
‘bikin keren...bikin beken’. Inilah jargon yang sering kali terdengar dalam
ajang boyband yang dipandu Astrid Sudarwanto dan Nagita Slavina. Bagi para
peserta, lolos audisi dan berhak berlaga di babak final berarti jalan menuju
ketenaran kian terbuka lebar. Sebab, boyband dengan wajah eye catching,
cool, dan penampilan yang menawan udah pasti menjadi bintang pujaan para
wanita. Ini berarti alamat kebanjiran order dan penghargaan guna memancing
pasar remaja khususnya kaum hawa. Seperti yang pernah terjadi pada boyband
Blue, Westlife, atau F4.

Bayangin aja, Blue sempet dikontrak untuk menjadi model iklannya produk
softdrink Pepsi dengan bayaran sebesar 50 juta poundsterling; Westlife
berhasil mengoleksi sertifikat platinumsebanyak 52. Kebayang dong berapa
juta kopi album mereka yang terjual. Banyak! Kesuksesan yang sama juga
diraih boyband Asia, F4, yang dalam waktu 6 bulan aja, grup ini sukses
meraup omset 150 juta dolar Taiwan. Gimana nggak tergoda jadi boyband.
Populer, tajir, dan dipuja para wanita. Khususnya remaja putri. Mana
tahaaan!

Bagi para penonton wanita, sepertinya menikmati wajah tampan alias qurota
a’yunin menjadi daya tarik tersendiri. Dalam obrolan cewek, udah jadi tren
punya idola yang layak dipuja, yang mengisi ruang imajinasinya, dan ditempel
posternya di kamar tidur. Inilah yang memancing kehadiran mereka dalam
setiap konser-konser boyband tanah air maupun mancanegara. Siapa tahu ada
yang bisa dijadiin idola baru. Kok bisa ya?

Kenapa nggak. Inikan wajar. Demi memenuhi naluriah standar manusia yang suka
kepada lawan jenis, pasti cewek/cowok suka curi-curi pandang bin cari
perhatian plus cari kecengan. Basi banget kalo nggak punya idola yang cute
bin charming (bukan Aming lho. Inget!). Emang basi kalo nggak punya idola.
Tapi lebih basi lagi (malah sampe bulukan ditumbuhi belatung) kalo kita
keliru mengambil idola. Makanya carilah idola yang bisa mengajak kita ke
arah kebaikan dunia-akhirat. Bukan yang malah menghanyutkan kita dalam arus
budaya hedonis. Betul?

Jangan terjebak budaya hedonis
Maraknya kepedulian pihak produsen tv dalam menggali potensi remaja kian
disambut baik oleh masyarakat. Khususon oleh generasi muda. Terbukti,
program talent yang udah digelar berulang kali dengan kemasan reality show
selalu kebanjiran peserta saat audisi. Remaja merasa punya wadah untuk
menyalurkan bakat dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Sehingga pantas
diorbitkan untuk jadi penyanyi solo, boyband, group band, komedian, hingga
juru dakwah.

Sayangnya, kerja keras dunia entertaintment yang mengemas program talent
remaja bukan tanpa pamrih. Dalam format reality show, liputan kegiatan
sehari-hari para peserta selama masa karantina memberikan hiburan tersendiri
bagi pemirsa. Sehingga masyarakat merasa dekat secara emosi, hapal, dan
mengenal karakter masing-masing peserta. Ditambah media massa tak
henti-hentinya memberitakan seputar kehidupan para peserta. Tak terasa, rasa
simpati masyarakat terhadap peserta terbawa dalam obrolan sehari-hari.
Dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Walhasil, lahirlah
idola-idola baru produk program talent remaja ini.

Menjadi idola seperti diidamkan banyak remaja memang identik dengan bintang
iklan, bintang tamu, bintang sinetron, dan bintang di atas panggung.
Sejumlah status yang menjanjikan materi. Udah gitu, popularitas dengan cepat
diraih karena setiap lika-liku kehidupannya pun tak lepas dari sorotan
kamera dan headline media massa.

Padahal status selebriti yang disandangnya menuntut kehidupan glamour dengan
biaya yang nggak sedikit. Otomatis tingginya ongkos hidup untuk tetep eksis
sebagai bintang dan demi mempertahakan ketenaran memaksanya berlari mengejar
materi. Yup, mereka mesti berlari dalam track gaya hidup hedonis tanpa garis
finis jika tak ingin disalip idola-idola baru.

Tanpa disadari, kelahiran idola-idola baru turut mempopulerkan budaya
hedonis di tengah masyarakat. Sebuah budaya yang mendorong para pelakunya
untuk berfoya-foya dan ngabisin waktunya demi ngegeber pemenuhan kesenangan
duniawi. Kehidupan mewah yang mereka pertontonkan, atau kemolekan tubuh yang
mereka obral menjadi ikon kebahagiaan dunia. Walhasil, masyarakat secara
umum, terutama para penggemarnya terhanyut dalam pemujaan terhadap sosok
idola. Bahaya tuh!

Kendalikan nafsu dengan Islam
Banyak yang berpikir kalo kekayaan dan ketenaran itu menyenangkan en
membahagiakan. Padahal apa yang kita pikir dan kita lihat menyenangkan di
dunia kenyataan berbicara sebaliknya. Kekayaan yang berlimpah dan
popularitas bisa bikin kita nggak pernah merasa puas. Yang ada, kita malah
jadi konsumtif dan kufur nikmat. Nabi saw bersabda: “Kalaulah anak Adam
memiliki satu bukit emas, ia akan bernafsu untuk memiliki dua bukit. Dan
tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah.” (HR Muslim)

Terlebih lagi banyak hal yang nggak bisa dibeli dengan harta dan
popularitas. Persahabatan sejati, kasih sayang yang murni, ketenangan diri,
pahala, dosa, surga, atau neraka. Karena itu, jangan biarkan kecintaan
terhadap materi dan popularitas menguasai diri kita. Jangan biarkan dunia
hiburan menghanyutkan diri kita dalam budaya hedonis. Jangan biarkan
kehadiran idola baru memaksa kita memuja mereka. Pokokmya jangan biarkan
deh. Catet tuh! (bukan ngancem, tapi maksa. Hehehe...)

Bener sobat. Kita kudu nyadar, kalo hidup kudu punya aturan maen yang jelas,
tegas, dan benar. Kita yang udah gede ini pantes punya kemandirian dan
standar buat ngukur perilaku yang mau kita kerjain. Nggak asal ngikut ajakan
temen, terjebak oleh opini media massa, atau malah pake prinsip trial and
error. Waduh berabe kalo gitu mah. Sama aja kita mempertaruhkan hidup kita.
Padahal kita nggak pernah tahu sampe kapan Allah ngasih izin kita menghirup
oksigennya dengan gratis. Makanya, pantes rasanya kita sebagai remaja Muslim
pake aturan hidup Islam untuk jinakkin hawa nafsu kita. Bukan yang lain.

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mukmin, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu
ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.
Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah
sesat, sesat yang nyata. (QS al-Ahzab [33]: 36)

Dan kita tahu, nafsu kita akan sulit terkendali kalo sendirinya alergi untuk
menghadiri forum-forum kajian Islam untuk mencerahkan pemikiran kita.
Makanya ikut ngaji. Satu hal yang mesti kita ingat, jadi anak ngaji bukan
berarti nggak boleh kreatif. Kalo kamu punya potensi yang bisa disalurkan
untuk kemajuan Islam dan Kaum Muslimin, why not. Asal tetep dalam jalur yang
benar dan baik dalam kacamata Islam. Oke? Mulai sekarang, jadi anak ngaji,
dan ukir prestasi! [Hafidz: hafidz341@telkom.net]

sumber : STUDIA Edisi 277/Tahun ke-7 (23 Januari 2006)
posted by Asep @ 11:02 PM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E