Tuesday, February 21, 2006
Muhammad saw. Junjungan Kami
yllands-Posten mendadak populer beberapa minggu terakhir. Surat kabar
Denmark ini yang jadi biang keladi pemicu kemarahan umat Islam sedunia
karena telah memuat dua belas karikatur yang menghina Rasulullah saw. pada
30 September 2005 lalu. Dalam salah satu karikatur itu, Rasulullah
digambarkan sebagai lelaki yang menggunakan sorban berbentuk bom. Melalui
karikatur-karikatur itu, Rasulullah saw. dan Islam dilecehkan sebagai
penebar bom dan teroris. Asal deh!

Raed Halihul, salah seorang tokoh Islam Denmark, mengatakan bahwa kisah
pelecehan itu bermula dari sebuah buku yang melecehkan Islam, Al-Quran dan
Kehidupan Muhammad, yang ditulis Kory Blotikn. Penulis ini meminta kepada
para kartunis dan karikaturis untuk membuat gambar sebagai ilustrasi dari
ide yang dituangkan dalam bukunya itu. Akan tetapi para kartunis dan
karikaturis menolak karena takut terhadap respons balik dari kaum Muslimin.

Penulis buku ini kemudian mendatangi harian Jyllands-Posten. Terus,
Jyllands-Posten mengundang 40 pelukis untuk melakukan tugas itu. Sebanyak 12
orang di antaranya menyerahkan kartun yang melecehkan pribadi Rasulullah
saw. Kartun-kartun itu selanjutnya menjadi lampiran buku Al-Quran dan
Kehidupan Muhammad setebal 272 halaman itu. (Republika, 13/02/06)

Udah jelas-jelas menuai protes, karikatur ini malah dicetak ulang di
berbagai surat kabar Eropa. Di Perancis oleh Harian France Soir dan majalah
Charlie Hebdo. Di Norwegia oleh majalah Kristen Norwegia, Magazinet. Di
Selandia Baru oleh Wellington’s Dominion Post dan Christchurch’s
The Press. Di Australia, The Courier Mail, koran terbesar di negara bagian
Queensland, juga memuat ulang kartun-kartun tersebut di edisi akhir
pekannya.

Alasanya, menurut dua media cetak Selandia Baru yang dimiliki oleh kelompok
Australia’s Fairfax itu, pemuatan kartun ini merupakan bagian dari
upaya mereka untuk ambil bagian dalam pertempuran antara agama dan kebebasan
berekspresi (Republika, 06/02/06). Hmm....nantangin nih ceritanya?

Kaum Muslimin marah

Nggak pake nunggu lama, tantangan yang disodorkan media massa Barat itu
dijawab dengan suara lantang oleh kaum Muslim sedunia. Gelombang unjuk rasa
di segenap dunia Islam menerjang kedubes Denmark dan Norwegia. Permintaan
maaf yang dilakukan pihak Jyllands-Posten melalui Kantor Berita Yordania,
Petra, pun lebih karena telah menimbulkan perasaan tidak enak kaum Muslim.
Bukan atas pemuatan kartun tersebut, yang dianggap tetap sah sebagai sebuah
kebebasan (freedom). Parahnya, Editor Jyllands Posten, Flemming Rose, malah
bertanya, “Minta maaf untuk apa?”
Akibatnya, Sabtu lalu (4/2), gedung Kedubes Denmark dan Norwegia di
Damaskus, Suriah, dibakar oleh para demonstran. Esoknya, (5/2) giliran
Kedubes Denmark di Beirut, Libanon yang dilalap si jago merah. Lybia menutup
kedutaan besarnya di Denmark. Arab Saudi dan Suriah menarik pulang duta
besarnya dari Denmark.

Tunisia menyita semua koran terbitan Prancis, France Soir, edisi 1 Pebruari
2006. Iran memutuskan hubungan dagang dengan Denmark. Dan para pemimpin
agama negara itu mendesak pemboikotan produk-produk Denmark. Sementara itu
perusahaan makanan dari produk susu Denmark-Swedia Arla mengatakan penjualan
mereka di Timur Tengah mencapai titik nol karena boikot terhadap produk asal
Denmark (Hidayatullah, 03/02/06). Inilah akibatnya kalo melempar puntung
rokok ke dalam genangan bensin. Boom!

Kebebasan pers Barat yang narsis

Dalam masyarakat liberal ala Barat, media massa mereka berhak indepen alias
steril dari dogma agama maupun aturan dari pemerintah. Mereka bebas untuk
menjual berita atau info sensasional semacam pornografi atau isu SARA yang
diminati konsumennya.

Inilah dalil yang dipake koran France Soir, Perancis. “Ya, kami berhak
untuk mengkarikaturkan Tuhan,” tulis judul utama koran itu. Berita ini
dilengkapi dengan kartun “tuhan” dari agama Buddha, Yahudi,
Islam dan Kristen yang melayang-layang di atas awan. “...karena tidak
ada dogma agama yang dapat memaksakan diri di masyarakat demokratis dan
sekuler, (maka) France Soir memuat karikatur yang dipersalahkan
tersebut,” tulis koran France Soir terbitan edisi Rabu (1/2)
(Hidayatullah, 02/02/06)

Padahal, Barat sendiri sering ngerasa risih dengan kebebasan pers yang
diagungkannya. Salah satu buktinya, beberapa dekade lalu warga Kristiani,
agama yang dianut mayoritas Barat, marah besar ketika John Lennon mengklaim
dia dan grupnya lebih populer dari Yesus. Orang Barat juga marah tatkala
Madonna memakai kalung salib di dadanya yang telanjang. (Republika,
11/02/06)

Dan baru-baru ini, pemerintah AS dibikin sewot lantaran surat kabar
terkemuka Iran Hamshahri di Teheran, menggelar kompetisi menggambar
karikatur Holocaust atau pembunuhan besar-besaran kaum Yahudi oleh Nazi
dalam Perang Dunia II. Menurut pengelola Hamshahri, kompetisi sengaja
digelar untuk menguji sejauh mana batasan dari kebebasan berpendapat yang
selama ini didengungkan media massa Eropa. Nyatanya, Gedung Putih merasa
terhina dengan adanya karikatur Holocaust itu (Liputan6.com, 08/02/06).
Senjata makan tuan nih yee. Rasain lo!

Nah sobat, sekarang ketahuan kan kalo kebebasan pers dalam media massa Barat
cuma berlaku buat mereka aja. Giliran mereka yang kena getahnya,
ngamuk-ngamuk deh. Mereka ngerasa peradaban mereka paling istimewa sehingga
pantas ditauladani dan dimuliakan. Nggak boleh ada yang melecehkannya.
Narsis banget kan? Iih...najis deh!

Barat ngiri ama Rasul kita

Kenapa Barat membenci Nabi Muhammad saw.? Pertanyaan ini pantas kita ajukan.
Sebab menurut harian The Guardian yang terbit di Inggris, Jyllands-Posten
pernah menolak pemuatan kartun Yesus karena dianggap akan membuat marah umat
kristen. Tapi mengapa dalam kasus Nabi Muhammad saw. nggak dipake
pertimbangan yang sama? Di negara-negara Barat ada larangan mengkritik
Yahudi dengan alasan anti-semit. Tapi menghina ajaran Islam dan Nabi
Muhammad saw. kenapa nggak masuk dalam kategori sama: anti-Muslim? Ini
menunjukkan ada faktor kesengajaan dalam pemuatan karikatur itu.

Kesengajaan media Barat ini kian memperjelas sikap kebencian mereka terhadap
Nabi saw. Barat menyimpan religious complex. Mereka dendam terhadap agamanya
sendiri. Sejarah mencatat, semenjak abad ke-15, Barat telah memerangi
agamanya sendiri dan menonjolkan rasionalisme. Sejak mereka mengenal
kebebasan berpikir (renaisans), semenjak itu pula mereka berontak terhadap
dogma gereja. Mereka membenci agama mereka sendiri, mereka mengecilkan dan
mengucilkan para Nabi. Ironisnya, rasa dendamnya itu mereka lampiaskan pula
kepada agama orang lain

Mereka ngiri terhadap Islam karena mereka nggak punya Nabi yang bisa
dijadikan figur panutan dalam menyelesaikan permasalahan hidup yang mereka
hadapi. Mereka benci lantaran Muhammad memberikan pemahaman kepada manusia
untuk hidup di atas aturan Allah. Sementara Barat justru mengajak manusia
untuk hidup berdasarkan aturan buatan manusia dan menjauhkan aturan agama.

Rasio mereka nggak bisa ngerti dengan kharismatik Rasul yang mampu
membangkitkan semangat perjuangan dan perlawanan bangsa Arab dan kaum
Muslimin di masa lampau terhadap nenek moyang mereka. Bahkan mereka paranoid
dengan sistem politik dan pemikiran Islam yang ditularkan Nabi Muhamamd saw.
kepada umatnya yang mengancam kelanggengan peradaban mereka saat ini.
Walhasil, tindakan pengecut mereka dengan melecehkan Nabi, menunjukkan kalo
mereka kehabisan amunisi untuk menjatuhkan Nabi, Islam, dan kaum Muslim
secara intelektual. Mereka pantas dikalungi gelar ala Dygta: pecundang
sejati!

Bersikap cerdas, nggak pake beringas

Sobat, nggak wajar rasanya kalo ada orang diem-diem aja melihat saudara kita
yang kita cintai, ayah-ibu yang kita hormati, atau kekasih kita yang sangat
kita sayangi direndahkan oleh orang lain. Kalo punya temen model gini, kita
wajib bilang ke doi: “mana ekspresinya..?!”

Apalagi ini yang dihina, dilecehkan, dan direndahkan adalah junjungan kita,
Nabi Muhammad saw. Kebangetan banget deh kalo ada kaum Muslim yang
cuek-bebek dengan pemberitaan ini. Sebab itu menandakan dia nggak cinta ama
kekasih Allah. Padahal, kecintaan kepada Rasul menunjukkan identitas kita
sebagai Muslim. Nah, kalo nggak cinta ama Rasul, sama aja kita nggak cinta
ama Allah Swt. sekaligus melunturkan keIslaman dalam diri kita. Nggak lah
yauw!

Dari Anas ra., ia berkata: telah bersabda Rasululah saw: “Tidak
beriman seorang hamba hingga aku lebih dicintai daripada keluarganya,
hartanya, dan seluruh manusia yang lainnya.” (Mutafaq ‘alaih)

Imam Nawawi telah meriwayatkan dalam Syarah Muslim tentang arti cinta kepada
Rasulullah saw. dari Abu Sulaiman al-Khathabiy. Dalam syarah itu dikatakan:
“...Engkau tidak dikatakan benar-benar mencintaiku hingga dirimu
binasa dalam taat kepadaku, dan engkau lebih mementingkan ridhaku daripada
hawa nafsumu, meski engkau harus binasa karenanya.”

Cinta Rasul berarti ridho ngikutin aturan Islam yang dibawanya; ringan hati
kita mendakwahkan ajarannya; dan rela berada di barisan terdepan melawan
pihak-pihak yang melecehkannya. Jadi, silahkan aja kalo ada yang mau
memboikot produk Denmark seperti yang terjadi di Timur Tengah atau ikut aksi
turun ke jalan untuk menyampaikan protes.

Tapi dengan catatan, semuanya mesti dilakukan damai nggak pake anarkis.
Karena Rasul sendiri membenci pengrusakan fasilitas umum. Sebaliknya, kita
kudu cerdas mensikapi kasus pelecehan ini. Cerdas dalam pengertian memahami
kalo penyelesaiannya nggak cukup dengan aksi boikot produk atau turun ke
jalan. Lantaran seperti yang udah-udah, sering nggak ada kelanjutannya.
Makanya Barat makin tengil menghina Islam dan kaum Muslim.

Cerdas yang dimaksud adalah tegas bin tuntas beresin masalah sampe
akar-akarnya biar nggak terulang. Seperti pada masa Rasul dulu. Imam
asy-Syaukani (Nayl al-Awthâr, VII/213-215) mengemukakan hadis tentang
hukuman bagi penghina Rasulullah saw. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib ra.
Menuturkan hadis berikut: Sesungguhnya pernah ada seorang wanita Yahudi yang
sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Oleh karena perbuatannya
itu), perempuan itu lalu dicekik sampai mati oleh seorang laki-laki.
Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya. (HR Abu Dawud)

Dengan kata lain, hukuman mati merupakan harga yang pantas bagi pelaku
penghinaan terhadap Nabi saw. Mereka sangat layak mendapatkannya. Tapi tentu
hukuman ini hanya bisa diberlakukan jika ada Khalifah yang memimpin kaum
Muslim. Kalo nggak ada kayak sekarang? Berarti itu tugas kita bersama untuk
mewujudkannya kembali agar ada kekuatan untuk melindungi kemuliaan Islam dan
menjaga kaum Muslim dari kejahatan musuh-musuh Islam. Yakni berdakwah untuk
mengembalikan tegaknya Islam sebagai ideologi negara dan bingkai Khilafah
Islamiyah.

Nah, orang cerdas, pasti berdakwah demi tegaknya khilafah dan diterapkannya
syariah. Siap banget kan? Go Khilafah go! [Hafidz: hafidz341@telkom.net]






posted by Asep @ 3:00 PM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E