Friday, March 17, 2006
Yang Tersisa Dari Pameran Peradaban Islam
Bagaimana peran peradaban Islam di Eropa? Jawabannya pada pameran peradaban Islam bertajuk “1001 Inventions: Discover the Muslim Heritage of Our World'” yang dibuka pekan lalu

Pameran bertajuk "1001 Inventions: Discover the Muslim Heritage of Our World" yang dibuka pada 8 Maret 2006 lalu menampilkan wajah peradaban Islam dan kontribusinya bagi ilmu pengetahuan dalam sejarah Eropa.

Konferensi Internasional yang bertempat di Cardwell Auditorium, Museum of Science and Industries in Manchester (MSIM) itu menghadirkan pembicara dan peserta dari berbagai negara dan semua agama. Semua pembicara memaparkan hasil penelitian orisinilnya yang telah ditekuni selama bertahun-tahun untuk menguak peradaban Islam dan kontribusinya bagi ilmu pengetahuan dalam sejarah Eropa.Dalam Konferensi yang diselenggarakan oleh Foundation for Science Technology andCivilisation (FSTC) ini menghadirkan beberapa ilmuwan penting.
Diantaranya adalah; Prof. Ekmeluddin Ihsanoglu (pakar sejarah sains dan Secretary General of the Organisation of the Islamic Conference), Prof. Charles Burnett ( seorang pakar studi Oriental dari University of London), Dr Zulha Idrisi (murid Prof. Burnett), Prof. John F. Healey (pakar studi Timur Tengah dari The University of Manchester), Dr Okasha El Daly (pakar arkeologi dari University College London), Prof. Nil Sari (pakar sejarah kedokteran dari Universitas Istambul), Dr. Emilie Savage-Smith (pakar studi Oriental dari Oxford University), dan sejumlah ilmuwan besar.

Para pakar itu menguak beberapa inovasi Islam yang terdiri dari kurun waktu sepuluh dekade 'sejarah yang hilang' antara abad ke-6 sampai abad ke-16 mulai dari kawasan Cina sampai selatan Spanyol.Selain menampilkan wajah peradaban Islam dan kontribusinya bagi ilmu pengetahuan, konfrensi juga mengungkap peran teknologi dan seni Islam pada masa abad kegelapan dalam sejarah Eropa.

Konfrensi yang diselenggarakan atas kerjasama British Home Office dan Departemen Perdagangan dan Perindustrian itu menunjukkan beragam inovasi dari peradaban Islam di Eropa yang sudah jauh lebih maju.

Diantara , mulai dari kios-kios dan catur sampai kincir angin dan ilmu memecahkan sandi rahasia-kesemua ilmu itu sangat populer dan cenderung diasosiasikan sebagai hasil peradaban Barat,Proyek pameran peradaban Islam ini diawali di Musium Ilmu Pengetahuan dan Industri Manchester dan menurut rencana akan digelar ke sejumlah kota di Inggris.

Dalam kesan penutupnya, Prof. Al Hassani berharap konferensi dan pameran ini menjadi langkah awal kolaborasi cendekiawan Muslim seluruh dunia untuk membangun kembali peradaban Muslim yang maju. Beliau juga memperkenalkan Menteri Sains Maroko yang kemudian menyampaikan kesan-kesannya: "Konferensi ini telah mencerahkan dan mengubah saya secara total menjadi individu 'baru'. Teruslah memimpikan gagasan-gagasan hebat, dan seluruh semesta akan 'berkonspirasi' untuk mewujudkannya", ujarnya.

Sebagaimana diketahui bersama, sejarah peradaban Islam di Eropa bermula pada zaman kekhalifahan Ottoman ketika Muhammad Al Faith berhasil merebut Konstantinopel yang dipercaya sebagai pintu masuk ke Eropa tahun 1453. Roger Garaudy, seorang pemikir Perancis bahkan menyimpulkan bilsa peradaban Islam adalah warisan peradaban modern ketiga yang diwarisi oleh Barat setelah Yunani dan peradaban Yudeo-Kristiani.

Masih banyak lagi berbagai inovasi Islam yang kini telah diwariskan dan dipergunakan dalam peradaban modern. Profesor Ekmeluddin dalam keynote speech berjudul "The Significance of Muslim Heritage to Humanity" menyampaikan, bila salah satu warisan peradaban Islam terpenting adalah penerjemahan kitab-kitab ilmu pengetahuan (dari Yunani, Cina, India, Persia, Mesir dan lain-lain) ke dalam bahasa Arab sebagai ‘bahasa ilmiah’ 3 benua (Asia, Afrika utara, Eropa selatan/timur).

Sementara itu, Prof. Charles Burnett, seorang pakar studi Oriental dari University ofLondon dalam makalahnya berjudul, "The Appreciation of Arabic Science and Technology in the Middle Ages", menegaskan kembali peranan Muslim dalam penerjemahan berbagai cabang ilmu yang sejak Abad Pertengahan telah diakui cendekiawan Eropa.

Beberapa ornamen/detail arsitektur di gereja-gereja, katanya, telah menjadisaksi, selain warisan paradigma ‘rasional’ dalam pengembangan sains. Konon, dulu Raja Henry II pernah berujar akan mengikuti ‘Nooruddeen’ (i.e. AddienulIslam) seandainya Pope (Sri Paus) tidak akan menurunkannya dari tahta kerajaan Inggris.

Presentasi menarik juga datang dari Dr Zulha Idrisi. Murid Profesor Burnett yang tak pernah melepaskan hijabnya ini menyampaikan makalah berjudul, "The influence of Islamic culinary Art on Europe". Prof. John F. Healey, pakar studi Timur Tengah dari The University of Manchester menyajikan makalahnya "The Syriac Speaking Christians and Translation of Greek Science into Arabic". Beliau menyoroti peran umat Nasrani dari keuskupan Nestorian -yang notabene tidak sama dengan mainstream Katolik Roma-. Selain itu, beliau juga menyinggung peran Hunayn ibn Ishaq (809-873) yang diakui sebagai 'Erasmus of the Arabic Renaissance'. Sebab, menurut beliau, Ibnu Ishaq telah menerjemahkan 190 kitab-kitab Yunani ke dalam bahasa Syriac kemudian Arab. Termasuk juga Thabit ibn Qurra, seorang pagan Harranian.

Penyampaian mengesankan datang dari Dr. Okasha El Daly. Pakar arkeologi dariUniversity College London ini dalam makalah berjudul, "Medieval Muslim Arabic attempts to decipher Egyptian Hieroglyphs", menampilkan sejumlah bukti-bukti takterbantahkan (berupa foto-foto otentik) dari hasil penelitiannya selama 7 tahun.Bahwa, cendekiawan Muslim abad ke-9 (salah satunya Abul Qasim al Iraqy) telah mendalami peradaban Mesir kuno dan memecahkan misteri Hieroglyphs, satu milenium sebelum Champollion (1822). Selain unggul dalam ketepatannya, ilmuwan Muslim juga telah mengabadikan ilmu / pemikiran Mesir kuno ke dalam kitab-kitab berbahasa Arab (termasuk di antaranya teori evolusi seperti yang dipopulerkan Darwin).

Permbembangan peradaban Islam tak hanya sekedar itu. Bahkan sampai pada inovasi peralatan bedah. Prof. Nil Sari, pakar sejarah kedokteran dari Universitas Istambul dalam makalahnya "Surgical Instruments innovated by Islamic Surgeons". Mengatakan, seorang cendekiawan Muslim bernama Abul Qasim az Zahrawy sudah mengembangkan dunia kedokteran setelah ditemukan beberapa fakta penting berupa piranti bedah untuk operasi: gigi, tulang belakang, liver, tumor, mata, dan termasuk gunting (katanya persis gunting bedah modern).Perkembangan peradaban dan pengetahuan di masa lalu, bahkan benar-benar berkembang pesat.

Menurut Dr. Emilie Savage-Smith, seorang pakar studi Oriental dari Oxford University mengajak hadirin berkeliling dunia dengan presentasinya berjudul "Mapping the Earth in Islam". Kata beliau, pada masa khalifah al Ma'mun terdapat sekolah "Balkhi" di al Istakhri, Baghdad tahun 1020-1050 yang sudah mampu membuat peta dunia paling akurat (karena sudah pakai skala). Keakuratan pembuatan peta ini, konon, ditengarai sebanding dengan London Underground Map). Selain itu, Al Khawarizmi sudah memperkenalkan koordinat geografi, dan al Idrisimalah membaginya menjadi 7 wilayah iklim (garis lintang) dan 10 wilayah waktu(garis bujur) serta menyusun atlas rinci ke-70 wilayah tersebut.

Perkembangan pengetahuan Islam di masa lalu, juga bisa dilihat temuan Ibn al-Haytham. Sebagaimana disampaikan Prof. M. M. El Gomati , pakar elektronika dari University of York dalam presentasinya berjudul "Ibn al-Haytham and the Moon illusion" mengutip karya ilmuwan Islam sebagaimana pernah ditulis dalam kitabnya berjudul, “Al Manazir”. Dalam kitab itu dijelaskan, bahwa Haytham (atau dipanggail Alhazen) menjelaskan mengenai anatomi mata dan proses penglihatan yang didominasi oleh otak. Ilusi penampakan bulan yang tampak lebih besar di horison daripada di titik zenit (puncak) dapat dijelaskan oleh Al Haytham dengan Size-Distance Invariance Hypothesis (SDIH) dan Oculomotor Micropsia (kerja otot-otot mata internal dan eksternal).Dr. Anne-Marie Brennan, dari London menyampaikan makalah berjudul, "Islam and Seeds of Change". Katanya, Peradaban Islam telah menghidupkan kembali pertanian dengan system irigasi yang mencakup aspek Iptek dan Sospol, perdagangan produk pertanian, metode pemuliaan tanaman, industri pengolahan gandum dan kopi, perkebunanbunga (mawar, tulip, dll) dan pertamanan. Bahkan, katanya, Fibonacci yang menemukan barisan matematis pola-pola di alam dan memperkenalkan sistem angka Arab ke dunia Eropa, justru setelah mendalami ilmunya dari guru-guru Muslim di Aljazair.

Dr. O. Kahl, seorang pakar studi Timur Tengah dari The University of Manchester dalam makalahnya berjudul, "Centuries Ahead: Scientific Transfer and Scholarship in Arabic Pharmacology", memaparkan bahwa umumnya cendekiawan Muslim di abad pertengahan telah menguasai berbagai bahasa. Sehingga, mereka dapat menterjemahkan kitab-kitab farmasi dari Yunani, India dan Cina. Ar Razy dalam Volume ke-22 Ensiklopedianya sudah memperkenalkan Generic Trade Name dan simbol untuk obat-obatan.Perkembangan khasanah Islam tentang Wanita di abad pertengahan juga benar-benar berkembang. Jauh seperti yang dipersangkakan kalangan penganut feminisme Barat selama ini.

Dr. Saleema Kauser, pakar manajemen bisnis dari The University of Manchester, dalam makalnya berjudul "Muslim Women in Science and Business", mengatakan, bahwa sepanjang sejarah Muslimah, peran wanita Muslimah justru lebih besar dibanding wanita dalam komunitas lain di dunia manapun. Menurut pembicara termuda ini, Khadijah adalah pebisnis, Aisyah yang cendekiawan, dan Fatima al Fihri adalah seorang pendiri Universitas Maroko. Di masa lalu, peran wanita tak kalah besar. Diantaranya ada nama Razia, seorang Sultan ratu Delhi. Juga Shaffa binti Abdullah yang telah menjadi menteri perdagangan. Namun, katanya. Karena budaya patriarki masih sering disalahtafsirkan, maka hanya 5% posisi manajemen puncak ditempati wanita.

Bagaimana dengan perkembangan seni arsitektur dalam Islam? Seorang pakar arsitektur, Dr S. Azzawi, dengan sangat mengesankan memaparkan hasil penelitiannya berjudul "Passive Solar Design in Islamic Vernacular Domestic Architecture and Urbanism". Hasil penelitiannya yang mengambil obyek perumahan tradisional di Baghdad yang dibangun sekitar tahun 1815, menunjukkan, betapa efektifnya desain rumah multi-musim dan multi strata sosial. Dengan system jendela ‘double-glaze’ rumah-rumah orang Islam di Bagdad zaman itu mirip sistem 'AC' cerdas. Termasuk pula desain payung, struktur dan denah ruma yang banyak dipergunakan dalam ilmu arsitektur modern. Ilmu pengetahuan Islam bahkan menerobos pada bahan-bahan yang sering digunakan persenjataan modern belakangan ini.

Dr. Gunham Danisman (pakar sejarah teknologi dari University Bogazici, Turki), dalam penelitian timnya berjudul "Ottoman Mining, Metal Working and Fire Arms Technology", menunjukkan fakta bahwa Dinasti Utsmani sejak abad ke-13 dan Seljuk abad ke-11-12 merupakan mediator teknologi persenjataan dari mesiu Cina ke Eropa (Barat). Buktinya ketika ditemukan peninggalan meriam perunggu 'Shahee' abad ke-15 (kapasitas bom 400 kg) dan reruntuhan kompleks industri penempaan besi abad ke-16-17 ditemukan di Turki.
Yang jelas, beberapa ivovasi dari ilmu dan peradaban Islam kala itu, sudah benar-benar maju. Peradaban modern, yang kini dikembangkan dan dipakai oleh dunia itulah sesungguhnya warisan Islam.



posted by Asep @ 6:08 AM   2 comments
Thursday, March 16, 2006
AGENDA PENJAJAHAN AS (Di Balik Kunjungan Condoleezza Rice)
Sebagaimana diketahui, Selasa lalu (14/3) Menlu AS Condoleezza Rice
berkunjung ke Indonesia untuk pertama kalinya. Kunjungan tersebut
berkaitan dengan rencana peningkatan kerjasama bilateral antara Indonesia dan
Amerika Serikat. Tema utama kunjungan itu antara lain mengenai demokrasi
dan keamanan regional. Tema tersebut dibawa Rice selama kunjungannya ke
Amerika Latin dan Asia Pasifik pada 10-18 Maret 2006.

Sebelumnya, tahun 2003 Presiden George W Bush telah berkunjung ke
Indonesia. Presiden SBY sendiri tahun lalu telah mengadakan kunjungan resmi
ke AS. Presiden Bush juga sudah beberapa kali mengadakan pertemuan
dengan Presiden SBY pada kesempatan lain, misalnya pada forum APEC di
Busan, Korsel, akhir November lalu. Pada kesempatan tersebut Presiden Bush
mengingatkan Presiden SBY bahwa salah satu persoalan penting Indonesia
adalah terorisme. Saat itu juga, AS \\\'menghadiahi\\\' Indonesia berupa
pencabutan embargo militer karena Indonesia dinilai mulai serius
memerangi terorisme.

Agenda Penjajahan AS

Setiap kunjungan petinggi AS ke luar negeri, baik George W Bush maupun
Condoleezza Rice, tentu berkaitan langsung dengan kepentingan nasional
AS di negara yang sedang dikunjungi. Untuk kasus Indonesia, agenda
tersebut dapat dipetakan sebagai berikut.

Pertama: menyangkut isu terorisme dan keamanan regional atau global.
Sebagaimana diberitakan, sebelum datang ke Indonesia, Rice di Washington
mengatakan bahwa dukungan Indonesia sangat penting dalam penyelesaian
sejumlah masalah di dunia, dengan mengedepankan sikap moderatnya,
termasuk dalam mengatasi masalah terorisme. (Kompas.co.id, 10/3),
Secara umum, moderat dalam kacamata Barat adalah sikap penerimaan
terhadap nilai-nilai Barat, atau sikap tidak menentang segala kebijakan
Barat yang dijalankan, khususnya di Dunia Islam. Dalam kasus terorisme,
misalnya, suatu negara akan dikategorikan tidak moderat jika pimpinan
negara tersebut berani menuding AS dan sekutunya telah melakukan aksi
terorisme di Irak maupun Afganistan. Pemerintah Indonesia sendiri, secara
resmi, tidak pernah menyatakan bahwa aksi AS di Irak dan Afganistan
sebagai terorisme negara (state terrorism). Jadi, wajar kalau Rice menyebut
Indonesia sebagai negara moderat.

Agenda AS dalam perang terhadap terorisme pada dasarnya perang terhadap
Islam dan kaum Muslim. AS menginginkan agar dunia menjadikan Islam
sebagai musuh bersama (common enemy). Sebab, setelah runtuhnya Komunisme,
Islam menjadi satu-satunya potensi kekuatan real yang akan menghadang
hegemoni Kapitalisme global yang dipimpin AS. Indonesia, dengan penduduk
Muslim terbesar di dunia, tentu sangat menarik bagi AS untuk diajak
berjalan bersama dalam memerangi terorisme. Jika berhasil, AS tidak perlu
lagi menguras tenaganya untuk mengontrol umat Islam Indonesia, tetapi
cukup diserahkan kepada Pemerintah Indonesia sendiri.

Program IMET (Pelatihan dan Pendidikan Militer Internasional) yang
didanai AS harus dibaca sebagai upaya kontrol AS atas negeri-negeri Muslim
melalui militer. Sebab, program IMET saat ini lebih terfokus pada isu
penanggulangan terorisme yang menjadi agenda AS. Intinya, para prajurit
hingga perwira militer akan dididik oleh AS untuk selalu mencurigai
Muslim, terutama yang menentang AS atau menentang Kapitalisme global dan
berjuang untuk menegakkan syariat Islam secara kâffah.
Hasil program IMET sudah mulai terlihat. Di beberapa daerah, beberapa
orang yang ditangkap karena diduga teroris rata-rata adalah Muslim.
Bahkan, sebagaimana yang dilaporkan Republika (11/3), TNI AL melakukan
simulasi latihan pembebasan sandera di kapal Pelni KM Kelud yang dilakukan
oleh pasukan elit Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) pada Rabu (8/3).
Kelompok teroris yang menyandera kapal tersebut disimulasikan mirip para
mujahidin; mereka berpakaian gamis, memakai kafiyah, dan berjanggut.
Setahun pasca Peristiwa WTC (17 September 2002), Gedung Putih
mengeluarkan dokumen penting tentang strategi keamanan nasional AS (The National
Security Strategy of the United States of America). Isinya yang
penting, bahwa AS ingin menjadi polisi dunia dan akan bertindak unilateral
dalam menghadapi berbagai ancaman yang membahayakan kepentingan nasional
AS. Jika negara-negara lain tidak bersedia diajak serta maka AS akan
bertindak sendiri, termasuk menggunakan kekuatan militernya. Untuk itu, AS
tentu memerlukan \\\'payung hukum\\\'. Makanya, AS kemudian menekan
sejumlah negara, khususnya Dunia Ketiga, untuk menandatangi Perjanjian
Bilateral Tentang Imunitas (Bilateral Immunity Agreement, BIA) dengan AS.
Isi dari BIA adalah permintaan jaminan kekebalan hukum bagi warga
negara AS dari tuntutan Mahkamah Pidana Internasional (International
Criminal Court, ICC) atas segala tindak kejahatan yang dilakukan AS di
berbagai wilayah dunia. Asal diketahui, lebih dari 20 negara di Asia telah
menandatangani perjanjian ini. (Elsam.or.id, 19/6/2005).

Kedua: menyangkut kepentingan ekonomi AS. Sebagaimana diketahui,
Indonesia merupakan ladang empuk bagi penjajahan ekonomi AS. Bagi AS, Blok
Cepu dan Papua, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan bisnis murni
ExxonMobile dan Freeport semata, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan
nasional AS, yaitu untuk mengalirkan secara langsung kekayaan bumi
Indonesia ke Washington. Karena itu, kunjungan Rice harus dilihat sebagai
upaya AS untuk memberikan tekanan kepada Pemerintah Indonesia dalam
kaitannya dengan Blok Cepu dan Freeport.

Menurut hasil survei dan kajian (technical evaluation study, TEA)
Humpuss Patragas tahun 1992-1995, cadangan minyak Cepu mencapai 10.9 miliar
barel. Karena itu, Blok Cepu merupakan sumber minyak terbesar yang
pernah ditemukan di Indonesia. Sehubungan dengan persoalan pengelolaan Blok
Cepu oleh ExxonMobile ataukah Pertamina, Pemerintah selalu mengatakan
bahwa dalam kasus itu tidak ada tekanan asing. Namun, kenyataan yang ada
justru menunjukkan sebaliknya. Wapres Jusuf Kalla dan Menteri ESDM,
misalnya, selalu menyatakan bahwa Pemerintah akan bersikap netral dalam
sengketa Pertamina dengan Exxon dalam pengelolaan Blok Cepu. Sikap
Pemerintah ini tentu sangat ganjil. Mengapa Pemerintah bersikap netral,
padahal Blok Cepu berkaitan dengan kepentingan negara dan kesejahteraan
rakyat ke depan. Jika AS sendiri berpihak pada Exxon, tentu tidak logis
kalau Pemerintah tidak berpihak pada Pertamina atau bersikap netral,
kecuali ada tekanan asing (AS).

Dari Yogyakarta, Ekonom UGM, Revrisond Baswir, melihat proses
pergantian dirut Pertamina sebagai skenario politik untuk memenangkan
ExxonMobile atas Blok Cepu. Indikasinya, menurut Revrisond, sudah terlihat sejak
Presiden Yudhoyono melansir pernyataan tentang overhaul Pertamina.
\\\"Saya kira arahnya nanti, Exxon yang akan menang,\\\" kata Revrisond.
(Republika, 10/3). Kenyataannya, Pemerintah melalui Pertamina, akhirnya
memang \\\'memenangkan\\\' ExxonMobile dengan menyerahkan begitu saja
posisi general manager kepada perusahaan AS itu dalam pengelolaan Blok
Cepu.

Kepentingan AS juga ada di Papua melalui Freeport. Menurut catatan
Departemen ESDM, selama periode 10 tahun (1992-2002) Freeport telah
memproduksi 5.5 juta ton tembaga, 828 ton perak, dan 533 ton emas. Padahal
Freeport telah memulai produksinya sejak bulan April 1967. Bisa ditakar,
sudah berapa triliun dolar AS kekayaan negeri ini yang dijarah oleh
jaringan mafia Washington.

Ketiga: menyangkut politik luar negeri, kunjungan Rice ke Indonesia
juga tampaknya akan dimanfaatkan oleh AS untuk menggalang dukungan
Pemerintah Indonesia-yang penduduknya mayoritas Muslim terbesar di dunia-dalam
masalah Palestina dan Iran. Intinya, AS ingin agar Pemerintah Indonesia
juga turut menekan Palestina (Hamas) dan Iran. Sebagaimana diketahui,
dalam kasus Palestina menyusul kemenangan Hamas, AS terus-menerus
mendesak Hamas untuk mengakui negara Israel sekaligus melucuti senjatanya.
Adapun dalam kasus Iran, AS berencana menggalang dukungan internasional
untuk menekan Iran setelah negeri itu tetap kukuh dengan program
nuklirnya. Bahkan AS secara tersirat berkeinginan untuk \\\'menggulingkan\\\'
rezim Iran. Demikian isyarat yang ditangkap oleh anggota Dewan Hoover
Institution di Stanford yang bertemu dua pekan lalu dengan Presiden Bush
dan Wapres Dick Ceney, sebagaimana dilansir The Washington Post
(Seputar Indonesia, 14/3).

Selain ketiga agenda di atas, yang mungkin juga akan menjadi agenda AS
di Indonesia adalah keinginan AS untuk menempatkan militernya di Selat
Malaka dan Papua, yang wacananya telah lama mencuat. Kontrol terhadap
dua wilayah tersebut sangat penting bagi AS demi menjaga berbagai
kepentingan AS di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia.
Selain itu, kunjungan Condoleezaa Rice ke sebuah pesantren penerima
bantuan USAID juga terkesan merupakan politik \\\'belah bambu\\\' terhadap
umat Islam. Sebagaimana diketahui, melalui USAID, AS telah mengucurkan
dana bantuan ke sejumlah pesantren, khususnya di Indonesia, seiring
dengan keinginan AS jauh-jauh hari untuk mengubah kurikulum pesantren.
Bagaimanapun, bantuan tersebut akan menciptakan kesan di kalangan sebagian
umat Islam bahwa AS adalah negara yang \\\'bermurah hati\\\'. Ini
tentu, sedikit-banyak, akan bertentangan dengan pandangan sebagian besar
Muslim yang justru memandang AS sebagai penjajah, khususnya di Dunia
Islam.

Sikap Kaum Muslim

Setiap Muslim, baik rakyat apalagi penguasa, harus menyadari tiga hal
penting berkaitan dengan agenda-agenda AS di dunia Islam termasuk
Indonesia.
Pertama: mewaspadai tujuan politik luar negeri AS berupaya
penyebarluasan ideologi Kapitalisme (sekularisme, demokrasi, HAM, pluralisme,
pasar bebas, terorisme) di seluruh dunia bagi kepentingan nasional AS.
Metode yang digunakan AS untuk mencapai tujuannya itu adalah melalui
penjajahan dalam berbagai bentuknya. Karena itu, hubungan politik dan
ekonomi AS dengan Dunia Islam harus dibaca sebagai hubungan penjajah
dengan yang terjajah. Sebab, AS tidak akan memperhatikan suatu negeri pun
kecuali di situ dia melihat ada yang menguntungkan bagi naluri
penjajahnya, baik secara politik maupun ekonomi.

Kedua: menolak setiap intervensi asing atas negeri-negeri Muslim di
mana pun, termasuk di Indonesia; baik dalam bidang politik, ekonomi,
budaya, keamanan, pendidikan, dan sebagainya. Sebab, hal itu akan membuka
pintu penjajahan terhadap negeri-negeri Muslim dan mengantarkan kaum
Muslim ke jurang kehinaan dan kesengsaraan. Membantu dan memfasilitasi para
penjajah kufur jelas diharamkan dalam Islam, karena Allah SWT telah
berfirman:

Janganlah orang-orang Mukmin mengambil orang-orang kafir sebagai
penolong
. (QS Ali Imran [3]: 28).

Ketiga: membangun kekuatan real kaum Muslim untuk menata kembali dunia
berdasarkan cahaya Islam, sekaligus mengakhiri hegemoni Kapitalisme
yang telah menyengsarakan seluruh umat manusia di dunia. Sebagai Muslim
kita harus meyakini, kekuatan real yang secara nyata akan mampu
menenggelamkan kezaliman global Kapitalisme itu adalah Khilafah Islamiyah yang
menerapkan syariat Islam secara kâffah.

Lalu Kami memberikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman atas
musuh-musuh mereka, kemudian mereka menjadi orang-orang yang menang
. (QS
ash-Shaff [61]: 14). []
posted by Asep @ 6:25 PM   3 comments
Monday, March 13, 2006
Internet bongkar intelijen rahasia CIA
Chicago Tribune mengatakan telah mengumpulkan sebuah daftar yang berisi data 2,653 pegawai CIA, hanya melalui pencarian di internet.

Koran itu mengumpulkan informasi tersebut melalui servis online yang mengumpulkan data publik, dan setiap pelanggan yang sudah membayar bisa mengakses data tersebut.

Meskipun tidak menyebutkan nama, atas permintaan CIA. Banyak agen rahasia yang diyakini ada didalamnya.

Koran itu juga memberitahukan 2 lusin fasilitas rahasia CIA.

Jennifer Dick, Juru bicara CIA mengakui internet memiliki lubang untuk masuk ke metode yang dimiliki CIA.

" agen rahasia merupakan isu yang kompleks lebih dari usia internet " kata Jennifer Dyck.

" ada beberapa yang sudah bekerja sebelumnya dan tidak lagi aktif. Direktur CIA Porter Goss telah melakukan pembaruan atas cara kerja badan intelejen itu untuk melindungi agennya yang tengah melakukan kerja yang berbahaya"

Dyck menolak untuk memberikan detail pembaruan itu " karena kita tidak menginginkan orang jahat mengetahui apa yang tengah kami perbaiki ".

Target Terror ?

Chicago Tribune menurunkan artikel dengan berita utama : "Internet membongkar Agen rahasia CIA."

Dimulai dengan : " Wanita 52 tahun itu, menikah, besar di pinggir kota Kansas, dan sekarang tinggal di Virginia dengan rumah baru berkamar tiga."

lalu menjelaskan kalau internet memberikan gambaran wanita itu sebagai pekerja CIA yang pernah ditugaskan di beberapa kedutaan di Eropa.

CIA mengkonfirmasi jika wanita itu pernah melakukan tugas penyamaran.

Koran itu juga mengidentifikasikan fasilitas di Chicago, bagian utara Virginia, Florida, Ohio, Pennsylvania, Utah dan negara bagian Washington.

Disebutkan beberapa fasilitas tersebut dalam penjagaan yang ketat, sedangkan yang lain terlihat seperti pemukiman pribadi.

Ditanya mengenai, banyakya data pribadi Agen CIA didalam internet, seorang petugas intelejen senior Amerika Serikat mengatakan ke Tribune " saya tidak memiliki wewenang untuk menjelaskannya ".

Mengenai kemungkinan kekhawatiran hal tersebut bisa dijadikan jalur bagi kelompok teroris, ia menjawab: "Saya tidak tahu apakah Al Qaedah bisa mengetahui hal tersebut, tetapi Cina mungkin bisa."

Pengungkapan itu keluar bersamaan dengan investigasi yang dilakukan Departemen Kehakiman AS atas pengungkapan identitas agen rahasia Valerie Plame, yang diduga dilakukan oleh anggota pemerintahan Bush.

posted by Asep @ 3:23 PM   0 comments
Sunday, March 12, 2006
Iran 'ancaman serius' bagi Amerika Serikat
Menteri luar negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice mengatakan Iran bisa menjadi ancaman serius bagi Amerika.
Rice menyatakan keinginan kuat Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, bisa membuat Iran "menjadi bank sentral untuk terorisme" di Timur Tengah dan merupakan penghalang demokrasi.

Pernyataan ini ia sampaikan saat memberikan penjelasan di Kongres dan dikeluarkan ketika Iran bertekad untuk tidak mengindahkan tekanan internasional terkait dengan program nuklir mereka.

Iran bersikukuh bahwa mereka berhak memiliki senjata nuklir untuk kepentingan damai.

Iran juga membantah tudingan Amerika dan Uni Eropa bahwa mereka berupaya mengembangkan senjata nuklir.

Ancaman sanksi

Rice mengatakan potensi ancaman Iran lebih tinggi dibandingkan negara lain. kebijakan Iran terhadap Timur Tengah sama sekali berbeda dengan tujuan yang diinginkan Amerika.

Ia mengatakan Iran agaknya ingin sekali mengembangkan senjata nuklir, sekaligus mengabaikan tekanan internasional.

"Dukungan Iran terhadap terorisme membantu memperlambatkan pertumbuhan demokrasi di Timur Tengah," kata Rice.

Sebelumnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Iran akan terus melanjutkan upaya menguasai teknologi nuklir.

"Pemerintah dan rakyat Iran sekarang lebih tangguh, dan seperti halnya besi, kami menentang setiap tekanan maupun konspirasi," katanya.

Laporan tertulis badan tenaga atom PBB, IAEA, telah diteruskan ke Dewan Keamanan PBB.

Dokumen yang bocor ke media pekan lalu menyebutkan Iran telah melakukan langkah pertama dalam proses yang bisa menghasilkan bahan bakar reaktor nuklir maupun materi bom.

Paling cepat Dewan Keamanan akan membahas persoalan ini pekan depan.

Dewan Keamanan berwenang menerapkan sanksi namun belum jelas apakah semua anggota penting akan mendukung langkah tersebut.

Sumber : http://www.bbc.co.uk/indonesian

posted by Asep @ 6:19 PM   0 comments
"Teori Konspirasi" Anti-Porno

Bambang Harymurti pemimpin redaksi majalah TEMPO bersemangat mengkampanyekan sebuah teori konspirasi. Katanya, RUU APP, tersembunyi konspirasi Timur Tengah

Biasanya, majalah TEMPO selalu menolak dengan sinis teori konspirasi jika itu diajukan oleh kalangan Muslim. Konspirasi Israel-Neo-Con dibalik serangan 9/11, ditolak. Konspirasi RMS-Kristen Internasional-kekuatan-kekuatan Barat di balik kerusuhan Ambon-Poso, ditolak juga. Konspirasi IMF-Multinational Corporations-Barat Anti-Islam di balik kejatuhan Soeharto, ditolak. Konspirasi Kristenisasi Internasional-Bisnis Konglomerat-CSIS di balik gerakan pemurtadan umat Islam Indonesia, ditolak. Namun, tadi pagi (9/3/2006) di ruang Diponegoro hotel Mandarin Jakarta yang adem, Bambang Harymurti pemimpin redaksi majalah TEMPO bersemangat mengkampanyekan sebuah teori konspirasi.

Menurut dia, segala usaha menggolkan RUU Anti-Pornografi-Pornoaksi (RUU-APP) semata-mata merupakan agenda politik tersembunyi Ikhwanul Muslimin dan Hizbut-Tahrir dari Timur Tengah, demi memaksakan nilai dan a hidup mereka di sana kepada bangsa Indonesia. Weleh-weleh-weleh.

Bagi puluhan wartawan bule yang hadir dalam diskusi Jakarta Foreign Correspondent Club itu (kebanyakan tentu wartawan politik), sudah pasti teori konspirasi Bambang jauh lebih menarik untuk digali, ketimbang keprihatinan seorang ibu, Santi Soekanto, pembicara lain dalam forum itu. Santi – yang mewakili Aliansi Masyarakat Anti-Pornogradi dan oaksi, yang juga wartawan senior-- datang membawa komputer penuh dengan file berupa gambar, potongan koran, berita koran, iklan, clip film dan sinetron Indonesia, yang menunjukkan benang merah usaha yang luar biasa raksasa untuk merusak anak-anak dan remaja Indonesia lewat ografi. Salah satu yang ditayangkan di forum itu adalah sebuah adegan sinetron remaja di SCTV, di mana beberapa pasang pelajar SMA berseragam menonton film o. Mereka digambarkan terangsang, lalu satu per satu meninggalkan ruangan untuk memuaskan syahwatnya.

Menanggapi argumen Santi, Bambang yang lulusan Universitas Harvard, Amerika, mengatakan, “Kalau berbagai tayangan dan penerbitan o itu menjadi sebab perkosaan dan lain-lain, tentu Skandinavia adalah kawasan yang tingkat perkosaannya paling tinggi. Tapi, Timur Tengah justeru yang tingkat perkosaannya paling tinggi, di mana peraturan justeru sangat ketat.” Ck..ck..ck.. serampangan benar tuduhan Bambang terhadap negera-negara Timur Tengah itu.

Bambang juga berkali-kali menuduh, bahwa Aliansi (Santi dan kawan-kawan) sebenarnya tidak peduli pada ografi. Buktinya, katanya, pasal-pasal dalam KUHP sudah cukup untuk menyeret pelaku ografi, namun Aliansi dan mereka yang mengusung RUU-APP tidak pernah melakukan tekanan kepada polisi untuk mengambil tindakan tegas guna melaksanakan pasal-pasal itu. Meskipun tuduhan “tidak pernah melakukan tekanan terhadap polisi” itu asal bunyi (karena usaha-usaha itu nyatanya sudah dilakukan), secara jujur memang gejala korupsi di kalangan penegak hukum juga harus jadi perhatian kita. “Jadi, mereka (Aliansi) ini sebenarnya lebih peduli pada agenda tersembunyi, yaitu mendorong pelaksanaan syariat Islam di negeri ini, seperti Taliban di Afghanistan. Saya menghawatirkan, potensi gerakan kekerasan jika RUU ini diberlakukan.”

Analisis ini diamini oleh Leo Batubara, salah satu Ketua Dewan Pers, yang berbulan-bulan ini sangat bersemangat membela majalah o Indonesia agar boleh terbit di sini. “Saya tidak suka multiparty system, tapi saya suka multi-posision (dalam melakukan hubungan seks),” katanya. “Dari mana saya dan istri saya bisa belajar posisi-posisi itu kalau bukan dari media o?” Hadirin tertawa. Menurut Leo, kebutuhan orang dewasa akan ografi juga harus dilindungi dengan undang-undang. Ia menyimpulkan, RUU-APP ini hanya salah satu cara pemerintah Presiden SBY untuk menyenangkan hati Majelis Ulama Indonesia supaya kekuasannya didukung terus, sekaligus mendapatkan cara baru untuk mengontrol kebebasan pers.

Leo juga berkali-kali mengklaim, bahwa 41 juta orang Sunda pasti menolak RUU-APP itu, karena akan mengkategorikan tari jaipongan sebagai oaksi. tayuban di Jawa, tari Bali, dan orang Papua yang hanya berkoteka juga dikhawatirkan Leo akan ditangkapi polisi. Suami isteri yang berciuman di depan umum juga akan ditangkap. “Ini gerakan Taliban Afghanistan, atau Saudi Arabiyah, mau dipaksakan kepada bangsa Indonesia,” katanya berapi-api. Teori konspirasi lagi.

Berbagai tema yang berkembang di media massa, di ruang-ruang DPR, dan di masyarakat seputar RUU-APP tumpah di forum wartawan asing itu. Semua keberatan itu dikemas dengan sangat menarik lewat dua isu, “konspirasi Islam militan Ikhwanul Muslimin-Hizbut Tahrir-Timur Tengah-Pro-Taliban untuk memaksakan syariat Islam di Indonesia” serta “konspirasi pemerintah SBY-Majelis Ulama Indonesia untuk mengekang kembali kebebasan pers”. Sungguh teori-teori konspirasi yang punya news-value sangat tinggi di masa kini, bukan? Uenaak tenaaan...

Bagi Bambang dan Leo, tidaklah penting untuk mendengarkan kecemasan yang melanda jutaan ibu dan ayah atas serangan ografi, sementara mereka saban sore menuntun tangan mungil anak-anaknya dengan penuh kasih sayang menuju masjid atau mushalla, atau taman bacaan Al-Quran. Itu tidak penting.

Bambang dan Leo mungkin juga tidak percaya, bahwa ada jutaan pemuda dan pemudi yang hanif, yang sehari-hari menjaga pandangan mata dan pergaulannya agar ibadahnya khusyu’ dan akhlaknya semakin baik. Tidak penting juga bagi Bambang dan Leo untuk mendengarkan kegelisahan para ulama (karena dari cara mereka menyebut kata “ulama” terasa, bahwa mereka tidak merasa perlu menghormatinya), betapa kerja keras mereka mendidik jutaan santri terancam oleh raksasa industri ografi.

Bambang dan Leo jelas tidak merasa penting untuk mengapresiasi kerja keras ibu-ibu yang tulus semisal Santi dan Bu Elly Risman dari Yayasan Kita dan Buah Hati, yang bekerja keras mengumpulkan begitu banyak bukti dahsyatnya kerusakan masyarakat kita akibat industri ografi dan oaksi. Nampaknya tidak terbayang oleh Bambang dan Leo, bahwa ada jutaan orang tua yang setiap malam meneteskan air mata memohon kepada Allah agar anak-anaknya diselamatkan dari kerusakan zaman. Tidak, tidak, tidak. Itu bukan hal-hal yang penting bagi Bambang dan Leo.

Karena itu sulit diterima oleh Bambang dan Leo, bahwa tanpa Ikhwanul Muslimin maupun Hizbut Tahrir sekalipun, akan ada jutaan penduduk Indonesia yang siap melakukan apa saja (termasuk mendukung RUU-APP yang banyak kelemahan redaksionalnya), agar di mata Allah Subhanahu wa ta’ala mereka tidak dianggap membiarkan berlangsungnya kemungkaran. Jutaan penduduk Indonesia seperti ini, dengan sabarnya mendukung proses demokrasi agar ikhtiar mereka disempurnakan Allah.

Bagi jutaan penduduk Indonesia yang seperti ini, menghadapi keberingasan kejahatan seperti ografi, dan orang-orang yang membelanya seperti Bambang dan Leo memang memprihatinkan. Namun mereka sudah biasa menghadapi hal itu, karena sudah membaca pesan al-Quran, bahwa akan selalu ada permanent confrontation (demikian istilah Prof Naquib Al-Attas, bukan lagi clash of civilization) antara Haq dan Bathil, sampai akhir zaman.

Ada dua konsep yang absen dalam diskusi tadi pagi di hotel Mandarin, yaitu konsep DOSA dan AKHIRAT. Konsep inilah yang memisahkan antara Santi dan Bambang-Leo dalam dunia yang sangat berjauhan, sehingga nyaris mustahil dipertemukan.

Istilah “melindungi masyarakat” dan “kerusakan akhlak bangsa ini” yang dulang-ulang Santi, bukanlah sesuatu yang difahami dengan kecemasan yang sama oleh orang yang tidak memahami konsep dosa dan pengadilan Akhirat. Tak ada kecemasan apa-apa. Sedangkan bagi Santi dan banyak orang yang ikut melawan kejahatan ografi, jika pilihannya cuma dua, lebih baik mereka dipaksa oleh negara untuk masuk surga, daripada diberi kebebasan oleh negara untuk melenggang ke neraka. [Sumber: Dzikrullah, Jumat, 10 Maret 2006, hidayatullah.com]
posted by Asep @ 6:15 PM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E