Wednesday, March 29, 2006
Kreativitas Kok Bablas?
Pulang sekolah pada nongkrong di mal, jalan-jalan sekadar menghabiskan waktu
luang, kebut-kebutan di jalan kalo kebetulan nggak ada satuan keamanan,
terjerumus narkoba bagi yang kelebihan duit (kalo yang duitnya cekak juga
nodong terus sakaw deh). Bagi yang kantongnya pas-pasan, cukup nongkrong di
warung dekat sekolah sambil menghisap rokok saling bergantian bisa jadi
alternatif. Itu bagi anak cowok, lho.

Bagi remaja putri, ngomongin gosip artis plus langganan majalah dan tabloid
demi mengikuti tren mode terbaru adalah satu hal yang bisa aja jadi
‘kewajiban’. Sekolah pun cuma jadi ajang mejeng dan menggaet lawan jenis
daripada merupakan suatu tempat untuk menimba ilmu dan memperoleh
kepintaran.

Itu adalah sekilas fenomena remaja di Indonesia. Gambaran secara umum kalo
remaja tuh cenderung suka hidup santai aja dan nggak kreatif. Lihat aja
motto yang sering nampang di kaos or stiker di mobil dan motor ‘muda
foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga’. Wacks! Moga aja kamu yang lagi
baca STUDIA ini bukan termasuk ke dalam ilustrasi di atas. Kalo pun iya,
cepet nyadar gih. Mumpung masih ada waktu dan kesempatan.

Emang sih, nggak semua remaja bermalas-malasan kayak gitu. Masih banyak juga
para remaja itu yang mempunyai kreativitas tinggi dalam mengisi waktu
luangnya. Bukan melulu prestasi sekolah aja, tapi prestasi di luar sekolah
pun digaetnya.


Kreativitas yang nakal

Kalo menurut kamus Wikipedia Indonesia, kita bisa mendefinisikan kreativitas
sebagai inovasi, khususnya dalam seni dan sastra. Banyak yang memuji secara
prinsip, banyak yang mengejek sebenarnya, kreativitas dipergunakan sebagai
tempat perlindungan bagi orang luar dengan imajinasi. Beberapa sikap
ambivalen sampai kreativitas mungkin menghalangi pemahaman proses kreatif,
menyejajarkannya dengan menelan obat-obatan untuk menghasilkan vision, atau
dengan sederhana melihat kreativitas sebagai tingkah laku yang eksentrik.
(Silakan klik deh: http://id.wikipedia.org/wiki/Kreatifitas)

Secara sederhana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan bahwa
kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta; daya cipta. Kata sifatnya
adalah kreatif, yakni memiliki daya cipta.

Hmm...dari definisi di atas, kayaknya kreativitas lebih merujuk ke sastrawan
dan seniman deh (meski sebenarnya bisa juga di bidang iptek, seperti
menciptakan teknologi yang ramah lingkungan dan lain sebagainya), yaitu
hal-hal yang ada hubungannya dengan imajinasi sebagai cikal bakal seni dan
sastra. Dalam bidang ini, tarik ulur definisi seni dan sastra jadi klaim
beberapa kalangan.

Seni dan sastra adalah kreativitas yang ada unsur keindahannya. Bagi orang
yang tak bertanggungjawab dan di benaknya melulu dipenuhi ide jaman purba
yaitu hobi ketelanjangan, maka kreativitasnya juga tak jauh-jauh dari aliran
realis ala kucing. Kok bisa? Ya iyalah, mana ada sih kucing pake baju dan
menutup aurat? Sehingga ketika ada Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi
dan Pornoaksi (RUU APP), merekalah pihak yang paling kebakaran jenggot dan
merasa dirugikan.

Tengok saja nama Joni Kennedi Soaloon yang malah sengaja menggelar pameran
lukisan ketelanjangan di Galeri Seni di House of Sampoerna. Katanya mumpung
belum disahkan tuh RUU APP. Kalo pun nantinya jadi gol sebagai UU dan
mengebiri ekspresinya, doi bakal minta suaka ke Singapura untuk melindungi
kreativitasnya ini. (Jawa Pos, 17 Maret 2006)

Lalu tengok juga kreativitas grup musik Jamrud dengan hits-hitsnya yang
mayoritas menggambarkan pola hidup ala kucing. Sebut saja judul Senandung
Raja Singa, Bay Watch, Le Boy, Telat 3 Bulan dan yang paling terkenal adalah
Surti Tejo. Lalu ada grup baru yang sedang naik daun (ulat kali pake naik
daun hehe..) bernama Samsons dengan hit andalannya Naluri Lelaki. Waduh,
nggak tega deh kalo kita kudu nulis dengan kata-kata kesal pas ngelihat
kreativitas model gini, seperti: “gelo abis!” (lho, ini kok malah ditulis?
Hehe.. sori)

Nggak ketinggalan Mbak Melly Guslow yang emang lihai bener kalo bikin lirik
lagu romantis. Pasti selalu laris dan jadi idola para remaja. Tapi ternyata
kamu kudu hati-hati dengan lirik lagu terbarunya yang berjudul Kekasih
Terakhir. Simak aja nih kutipannya: “Mencintaimu hati hampa kini terisi/ Di
dekatmu hatiku tenang/ Hanya kau pelipur laraku/ Mencium engkau bisa juga
tenangkan jiwa/ Seluruh yang ada di engkau/ Bagiku ini karunia.”

Wah... hapal juga yah (heuheu...). Nggak kok, ini juga hasil dari browsing
di internet. Ceritanya pas nggak sengaja muter radio, eh ada suara Mbak
Melly yang kalo bikin lagu pasti syaik punya. Romantis abis gitu loh! Tapi
untuk yang satu ini, agak-agak gimana gitu waktu udah ke reff-nya.
Wasyah...nih lagu apa buat pasangan suami-istri ya? Tapi sebetulnya
lirik-lirik lagu ini adalah menggambarkan kondisi bergaul remaja kita yang
udah nggak kenal kata tabu, apalagi dosa. Ciloko tenan!

Di balik itu semua, ada fenomena cukup menggembirakan dari kreativitas
remaja kita. Hadirnya sastrawan dan seniman yang dengan karya mencerahkan
bisa menjadi angin segar di tengah tercemarnya bidang ini. Booming-nya fiksi
islami dengan tema dan kemasan yang beraneka ragam tapi tetap syar’i sudah
memenuhi rak-rak toko buku beberapa tahun terakhir ini.

Kemudian lagu-lagu bertema Islam yang dulu mungkin terdengar kuno, saat ini
diaransemen ulang dan dinyanyikan grup band GIGI, misalnya. Judul-judul lagu
seperti Keagungan Tuhan, Ketika Tangan dan Kaki Bicara, Dengan Menyebut Nama
Allah, Raihlah Kemenangan, Perdamaian, dan lain-lain, semakin akrab di
telinga kita-kita.

Tapi jangan salah. Booming-nya fiksi islami ini ternyata dimanfaatkan oleh
oknum-oknum tertentu untuk membuat karya islami tapi hanya sebagai kedok.
Gimana nggak kalo sang tokoh digambarkan berjilbab tapi ternyata isi cerita
nggak beda dengan koran-koran kuning penuh berisi kata-kata vulgar dan
adegan tak senonoh. So, kamu-kamu juga kudu waspada kalau mau membeli suatu
karya. Pastikan penerbit dan penulisnya emang yang bener-bener berkomitmen
menghasilkan karya islami yang berkualitas.


Mengapa terjadi?

Kejadian-kejadian di atas bukan hal asing lagi bagi masyarakat dan negara
yang menerapkan sistem sekuler alias dipisahkannya agama dari kehidupan.
Apalagi dilindungi sebuah sistem bernama demokrasi, lengkaplah alasan
orang-orang itu untuk menjadikan kreativitas sebagai dalih. Lha wong,
kebebasan berekspresi memang anak kandung dari demokrasi yang menjadikan
suara terbanyak adalah kebenaran.

Masih ingat kan kasus Dewa 19 dengan logo di album Laskar Cinta? Logo itu
pula yang dijadikan alas bagi pertunjukkan panggung grup band ini. Kita
pikir, bukannya Dewa nggak tahu kalo tuh logo adalah simbol kaligrafi untuk
asma Allah. Eh, malah mereka jejingkrakkan di atasnya. Masalah pun selesai
hanya dengan meminta maaf. Padahal, itu adalah sebuah penghinaan yang nggak
bisa dibilang enteng kepada umat Islam, Non.

Intinya, selama agama dipinggirkan hanya untuk mengurusi jenazah dan nikah
aja, maka selama itu pula kreativitas yang berkembang di masyarakat akan
menjadi bablas. Tak ada rambu-rambu yang jelas mana yang boleh dan nggak.
Batasan halal-haram jadi sesuatu yang menggelikan buat para sekuleris itu.
Kamu akan menemukan banyak sekali kejadian yang niatnya kreativitas tapi
malah bablas alias keterlaluan.

Emang sih, jadi Muslim tuh harus kreatif dan inovatif. Nggak boleh
bermalas-malasan (apalagi malas beneran?) dan cuma berpangku tangan. Tanpa
kreativitas, dunia ini akan terasa monoton dan sepi. Nggak bakal ada variasi
dan penemuan untuk karya-karya baru. Hidup akan jalan di tempat saja dan
nggak berkembang. Tak ada dinamika yang membikin hidup makin hidup (hehehe..
losta masta banget nih!)

Cuma untuk kreatif, apa iya sih harus menghalalkan segala cara kayak gitu?
Apa iya sih berprinsip: “Yang penting penggemar suka, habis perkara”? Dan
umumnya alasan utama mereka, “Yang penting nggak merugikan orang lain”.
Waduh, jelas nggak bisa gitu aja dong.


Semua ada aturannya

Yang namanya manusia hidup itu kudu ada rambu-rambunya. Ada aturan mainnya.
Kalo nggak gitu, pasti bakal tabrak sana-sini kalo masing-masing pingin
jalan semau gue atas nama kebebasan. Nggak ada ceritanya manusia mempunyai
kebebasan mutlak. Mereka yang mengagungkan demokrasi untuk dalih kebebasan
berekspresi, sebetulnya adalah budak dari demokrasi itu sendiri. Lebih
parahnya lagi mereka adalah budak hawa nafsu. Yang namanya hawa nafsu itu
nggak pernah ada puasnya. Terpenuhi satu keinginan, pasti pingin yang lain
lagi. Begitu terus nggak ada habisnya, kecuali mulutnya udah disumpal tanah
alias udah jadi mayat dan dikubur.

Tuh kan, yang namanya manusia ngatur hawa nafsunya sendiri aja nggak becus.
Apalagi mau ngatur manusia yang lain pake aturan yang berasal dari otak
manusia yang serba terbatas ini? Jelas aja aturan yang dihasilkan bukannya
malah bener tapi malah kacau. UU ataupun RUU apa pun itu bentuknya, selama
landasan yang dipakai bukan dari Yang Maha Memahami Manusia, pasti aturan
yang dihasilkan juga bakal kacau. Tarik ulur definisi porno misalnya, kalau
diserahkan pada akal manusia, masing-masing pasti punya pendapat yang
beda-beda sesuai kepentingannya.

Bahkan kalo kamu tanyakan pada yang hobi pamer aurat semacam Cut Tari, doi
bilang kalo yang kudu dibersihkan tuh otak ngeres mereka yang memandang,
bukan malah membatasi gaya berpakaian yang dipandang. Itu namanya
menyengsarakan perempuan. Belum lagi pendapat Isabel Jahya yang terjerat
kasus pornografi bersama Anjasmara. Doi keukeuh berpendapat apa yang
dilakukannya tak salah. Bahkan sampe minta dukungan Gus Dur segala (wah, itu
sih ibarat mo disunat tapi datangnya bukan ke dukun sunat, melainkan ke
dukun beranak. Kagak nyambung man!)

Kalo kamu emang ngaku Muslim, mau berkreativitas model apa pun, jangan lupa
aturannya. Kudu baik dan bener. Baik, karena dilakukan ikhlas karena Allah.
Benar tuh sesuai dengan tuntunan syariat yang udah dicontohkan oleh
Rasulullah saw. Ibaratnya berjalan, kamu kudu bawa peta or informasi lainnya
kalo nggak mau tersesat. Dalam kehidupan ini berlaku hal yang sama pula.
Kamu kudu bawa peta syariat agar selamat dunia-akhirat.

Nggak ada ceritanya kebebasan berekspresi dan berkreativitas tanpa
mengindahkan syariat. Alasan klasik sih atas nama seni. Idih... ini mau pake
cara cabul dan primitif aja pake dibungkus seni? Parah ya?
Waduh, kayaknya jadi remaja malas, salah. Mau berkreativitas, entar khawatir
salah juga. Eits...jangan bingung. Makanya jadi remaja jangan kupeng (kurang
pengetahuan) dan kuin (kurang informasi). Banyak banget informasi yang bisa
kamu dapatkan sebagai panduan agar tak salah langkah. Ada banyak buku buat
remaja yang dikhususkan untuk mendampingi kamu. Daripada uang saku buat
jajan doang kan mending dibelikan buku-buku bermanfaat itu. Ada Jangan Jadi
Bebek, Andai Kamu Tahu (sekuel Jangan Jadi Bebek), Surga Juga Buat Remaja,
Lho..., Be Positive be Happy, Jangan Nodai Cinta, Loving You Merit Yuk! dll.

Mau browsing di internet juga banyak site bagus. Beberapa di antaranya yang
bisa dicoba (sekadar contoh): http://dudung.net,
http://sobatmuda.multiply.com, dll. Mau gabung ke mailing list untuk diskusi
dan tukar informasi keislaman juga ada seperti milis Studia dan Sobat Muda.
Kalo kamu termasuk yang gaptek (gagap teknologi) jangan malas untuk
menghubungi rohis sekolah atau remas alias remaja masjid daerah tempat
tinggalmu. Dari sumber-sumber itu kamu bisa dapetin informasi tentang
batasan syariat untuk kreativitas dan juga hal-hal berguna lainnya.

Mulai saat ini kamu bisa buktikan kalo untuk kreatif tak mesti harus
berhubungan dengan obat-obatan dan tingkah laku yang eksentrik. Jadi kreatif
pun bisa juga tetap dengan koridor syariat dan karyanya pun mencerahkan
untuk umat. Bukan malah sebaliknya. So, be creative yang syar’i! [ria:
riafariana@yahoo.com]
posted by Asep @ 5:50 AM   2 comments
JANGAN BIARKAN PIHAK ASING MEMECAH-BELAH NEGERI KITA
Tanggal 23 Maret 2006 yang lalu, pemerintah Australia memberikan visa
sementara kepada 42 aktivis pro-penglepasan Papua yang meminta suaka
(perlindungan). Sebanyak 42 WNI tersebut berangkat dari Papua naik perahu
layar menuju ke Australia dengan spanduk bertuliskan,"Selamatkan
Orang Papua dari Genocide (Pembantaian) dan Pengejaran TNI".Ini
adalah sebuah propaganda. Mereka mendarat di Cape York, kemudian ditempatkan
di Christmas Island hingga mendapatkan visa sementara.

Tindakan pemerintah Australia ini jelas merupakan campur tangan
terhadap masalah dalam negeri Indonesia. Apalagi tatkala para pencari suaka
tersebut menyeberang, Presiden SBY telah menghubungi John Howard untuk
'tidak melayani' permintaan tersebut. Jelas tindakan ini adalah
bentuk dan upaya Australia untuk menginternasionalisasi persoalan di
Papua. Tindakan ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Australia berupaya
masuk ke dalam masalah penglepasan Papua dari Indonesia.

Jika kita menengok kembali 'sejarah' sepak-terjang Australia
dalam upayanya menginternasionalisasi masalah di Papua akan tampak bahwa
Australia sangat 'getol' memanas-manasi dan ikut campur tangan
dalam masalah dalam negeri Indonesia. Hal ini tampak pada:

Pertama: Setelah pada awal-awalnya menyatakan dukungan atas keutuhan
Indonesia, pada 8 Februari 1999 Australia secara tegas mengusulkan
lepasnya Timor Timur dari Indonesia. Selanjutnya Australia terlibat secara
aktif, baik melalui opini maupun militer, dalam upaya 'melepaskan'
Timor Timur dari Indonesia. Selama berbulan-bulan sebelum jajak
pendapat di Timtim, pasukan-pasukan intelijen dan helikopter-helikopter
Australia mondar-mandir masuk ke wilayah Indonesia, bahkan sampai masuk ke
kawasan Maluku Tenggara. TNI sendiri baru berteriak-teriak memprotes
campur tangan Australia itu dua bulan sesudah jajak pendapat selesai.

Kedua: kehadiran Sekretaris Kedubes Amerika serta utusan Australia,
Inggris, dan negara asing lainnya dalam Kongres Papua pada tanggal 29 Mei
hingga 4 Juni 2000 yang lalu. Kongres tersebut menggugat penyatuan
Papua dalam NKRI yang dilakukan pemerintah Belanda, Indonesia, dan PBB pada
masa Soekarno. Menurut Kongres tersebut, bangsa Papua telah berdaulat
sebagai bangsa dan negara sejak 1 Desember 1961. Selanjutnya Kongres
meminta dukungan internasional untuk memerdekakan Papua (Kompas,
5/6/2000).

Ketiga: Pada 15 Februari 2004 pemerintah Australia diduga kuat sejak tahun 1991 menyadap KBRI Australia dan rumah tinggal Duta Besar RI.

Keempat: Australia mendukung seluruh kebijakan AS dalam kasus Papua. Misalnya, Australia memberikan dukungan atas pernyataan Kongres AS yang membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) 2601, yang memuat masalah Papua di Amerika pada bulan Juli 2005, dan akhirnya disetujui oleh Kongres AS. RUU tersebut menyebutkan adanya kewajiban Menteri Luar Negeri AS untuk melaporkan kepada Kongres tentang keefektifan otonomi khusus dan keabsahan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

Kelima: Pada 26 Agustus 2004 pemerintah Australia mengumumkan rencana pembelian rudal jelajah jarak jauh yang merupakan senjata penghancur dari udara ke darat dan mampu menjangkau sasaran sejauh 400 km. Keberatan Indonesia tak dihiraukannya.
Keenam: Menyusul rencana pembelian rudal jelajah, Perdana Menteri Australia John Howard (20 September 2004) menegaskan tidak akan segan-segan memerintahkan ’serangan mendahului’ (preemptive strike) ke luar wilayahnya jika dianggap perlu untuk melindungi Australia. Protes Indonesia pun tidak digubris.

Ketujuh: Maret 2006, Australia menjalin Pakta Keamanan dengan Indonesia. Ketika ditanya tentang preemptive strike, Menlu Australia Alexander Downer hanya menyatakan dengan diplomatis, ”Untungnya hubungan Indonesia dengan Australia baik.” Maknanya, ketika hubungan menjadi ’kurang baik’ atau Australia memandang ada kepentingannya di Indonesia terganggu, ia tak akan segan-segan melakukan ’serangan mendahului’.

Australia, 'Sheriff' AS di Asia Tenggara

Australia bukan lagi sekadar sekutu bagi AS. Namun, lebih dari itu, Australia sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari AS. Lebih tegasnya, Australia merupakan agen militer Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik. Hal ini bisa dilacak saat kunjungan Menteri Pertahanan AS William Cohen ke Sydney (17/7/2005). Saat ditanya wartawan tentang sikap pemerintahnya mengenai konflik agama di Maluku, Cohen yang didampingi rekannya Menteri Pertahanan Australia John Moore menjawab, “(Washington) akan mengandalkan kepemimpinan Australia untuk merumuskan kebijakan kami di kawasan ini.”

Saat itu Cohen berada di Australia untuk menandatangani sebuah kerjasama industri perlengkapan militer antara kedua negara. Selama kunjungannya itu, ia berkali-kali memberikan isyarat, pemerintahnya tidak akan terlibat secara langsung lagi di kawasan Asia Tenggara. Beberapa tahun belakangan ini memang ada pergeseran prioritas dalam kebijakan militer global AS. Untuk kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, testing kemampuan Australia dalam campur tangan di Timor Timur dianggap relatif berhasil oleh AS.

Dalam kesempatan itu juga, sambil menyebut keberhasilan Australia di Timtim, Cohen juga menyatakan akan mengandalkan Australia untuk menangani kudeta di Fiji dan negosiasi-negosiasi di Kepulauan Solomon. AS juga meminta Australia untuk memimpin upaya ‘penyelesaian krisis’ di Indonesia. Dalam pidatonya, Cohen menyatakan peran Australia bukanlah sekadar ‘subordinat’ dari AS. Dengan kata lain, Cohen ingin mengatakan bahwa Australia bukan hanya sekadar wakil (deputi) ‘sheriff’, tetapi ‘sheriff’ baru di kawasan ini.

Keputusan ini semakin dipertegas saat kunjungan Menlu AS Condoleeza Rice ke Asutralia lalu. Rice juga menegaskan hal yang sama. Walhasil, AS akan terus bermain di kawasan ini secara tidak langsung. Namun, yang tampil secara resmi (dengan segala konsekuensi biaya tinggi dan risiko politiknya) adalah Australia. Ini artinya, setiap langkah politik Australia di Asia Tenggara, khususnya terhadap Indonesia, harus dipandang sebagai ‘agenda’ AS, juga agenda imperialis global yang dikomandoi oleh AS.

Islam Melarang Perpecahan

Perpecahan di antara negeri-negeri Islam adalah sebuah dosa besar dan sebuah keharaman yang nyata. Allah SWT dan Rasul-Nya telah melarang tegas hal itu. Karena itu, upaya Australia untuk memanas-manasi sebagian wilayah Indonesia—yang merupakan salah satu negeri Muslim—untuk melepaskan diri tentu harus kita sikapi secara benar. Allah SWT berfirman:

Berpegang teguhlah pada tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai-berai. (QS al-Imran [3]: 103).

Dalam nash tersebut kita dilarang tegas untuk saling tercerai-berai. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan tali ukhuwah kita dan menjaganya hingga titik darah penghabisan. Sebab, upaya asing memecah-belah negeri-negeri Muslim, termasuk Indonesia, selain dimaksudkan untuk memperlemah kaum Muslim dan negeri-negeri Islam, juga ditujukan untuk memperlambat upaya kaum Muslim untuk meraih kejayaannya kembali melalui tegaknya kembali Khilafah Islamiyah.

Wahai kaum Muslim: Selayaknya kita jangan mau didekte oleh pihak asing atau tunduk pada negara-negara kafir, seperti Australia dan AS. Sebab, sikap tunduk pada negara-negara asing yang kufur adalah sikap yang sangat bertentangan dengan jatidiri kaum Muslim sebagai umat yang terbaik. Allah SWT berfirman:

Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran [3]: 110).


Selain itu, sudah saatnya kaum Muslim, khususnya di Indonesia, mandiri. Semakin kaum Muslim di Indonesia tunduk pada tekanan asing, niscaya semakin kokoh pula cengkeraman itu atas negeri ini. Tidak ada cara lain kecuali rakyat Indonesia bersatu dan menolak segala campur tangan asing serta jangan mudah diadu-domba.


Wahai para penguasa: Waspadailah setiap sikap dan tindakan Australia yang turut mencampurri urusan dalam negeri Indonesia. Negara-negara besar, termasuk Australia, pada hakikatnya telah memproklamirkan diri sebagai ‘sheriff’ AS di Asia Pasifik, yang akan senantiasa mengobok-obok Indonesia agar tidak menjadi negara Muslim yang mandiri, kokoh, kuat, dan maju. Kasus terakhir (pemberian suaka pada aktivis pro–penglepasan Papua dari Indonesia) merupakan rangkaian panjang upaya Australia mencampuri dan mencabik-cabik bangsa ini. Untuk itu, sikap yang tegas terhadap Australia adalah memutuskan hubungan diplomatik dengannya dan hubungan yang lain. Janganlah kita bersikap ’lamban’ dan ’lembek’. Janganlah pula kita tunduk pada kekuatan asing manapun. Ingatlah firman Allah SWT:

Janganlah kalian tunduk kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka. Sekali-kali kalian tiada mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kalian tidak akan diberi pertolongan. (QS Hud [11]: 113).

Wahai kaum Muslim: Kami menyerukan kepada seluruh kaum Muslim—baik para ulama, cendekiawan, para pemimin ormas/parpol, para politisi, budayawan, para pengacara, para hartawan, para dosen maupun mahasiswa—agar waspada terhadap makar negara-negara asing yang ingin menggerogoti wilayah kita dengan menciptakan perpecahan di negeri Muslim ini. Marilah kita bersatu menghadapi makar itu dan mari kita berjuang untuk menjaga kesatuan negeri ini agar tidak semakin terpecah-belah. Allah SWT mewajibkan kita untuk mempertahankan keutuhan wilayah negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, bahkan memerintahkan kita untuk menyatukan seluruh negeri-negeri Islam yang lainnya dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah.

Kita sadar, perpecahan hanya akan semakin memperlemah Islam dan umatnya yang mengakibatkan langgengnya kezaliman. Kelemahan itulah yang diinginkan oleh negara-negara penjajah kafir. Pihak penjajah seperti AS, baik langsung ataupun melalui negara-negara yang menjadi agennya, akan terus berupaya mengerat-erat negeri Muslim. Indonesia adalah salah satu negara yang kini tengah berusaha dipecah-pecah oleh mereka.

Agar kaum Muslim menjadi umat yang kuat dan negeri-negeri Muslim menjadi negeri yang kokoh, tidak ada cara lain selain harus ada upaya dari kita semua untuk terus menyatukan diri dalam satu kesatuan dan satu kekuatan. Semua itu tidak mungkin terjadi kecuali kita harus menyatukan diri dalam satu institusi negara, yakni Khilafah Islamiyah, yang telah diwajibkan atas kita dan di-nubuwwah-kan oleh Rasul junjungan kita, Muhammad saw. Hanya dalam wadah Khilafahlah kaum Muslim sedunia tidak akan mudah dipecah-belah oleh kekuatan kafir manapun. Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb.
posted by Asep @ 5:35 AM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E