Friday, May 12, 2006

JAUHI KERUGIAN
DAN JADILAH ORANG YANG BERUNTUNG !
(Bahan Materi Khutbah Jum'at Masjid Raya Ibnu Sina Unpad Jatinangor)

Allah Swt. berfirman :
Artinya : " Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (al-Ashr : 1-3)

Hadirin Sidang Jum'at Rahimakumullah !

Surat al-'Ashr merupakan salah satu surat terpendek dalam al-Qur'an selain surat al-Kautsar yang sama-sama terdiri dari 3 ayat, menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Zubair surat ini tergolong surat Makiyyah.. Surat ini diawali dengan ucapan sumpah Allah atas nama waktu. Sebagaimana dimaklumi, seorang hamba dilarang oleh Allah untuk bersumpah kecuali dengan atas nama-Nya. Sementara dalam al-Qur'an kita sering menemukan ayat-ayat yang berisi sumpah Allah atas nama makhluk-makhluknya seperti, Demi waktu Dhuha, Demi Waktu fajar, Demi Bintang, Demi matahari dll. Sungguh, jika Allah Swt. bersumpah atas nama makhluknya, maka Dia menginginkan kita sebagai hamba-Nya untuk memperhatikan tentang sesuatu yang Dia bersumpah dengannya, disamping sebagai sebuah perhatian atas apa yang akan disampaikan-Nya setelah sumpah tersebut.


Dalam surat yang pendek ini tergambar tentang tatanan kehidupan Islam yang diinginkan oleh Sang Khalik disamping rambu-rambu keimanan yang menyeluruh dalam suatu gambaran yang jelas dan detail. Dengan kalimat yang singkat pula dijelaskan faktor-faktor yang menjadi sebab kebahagiaan, kesengsaraan, keberhasilan dan kerugiannya di dunia maupun di akhirat.
Imam as-Suyuti dalam ad-Durr al-Mantsur menjelaskan bahwa dulu ketika ada dua orang shahabat Nabi saw, yang apabila bertemu, mereka tidak berpisah hingga salah satunya membacakan surat ini kepada yang lainnya hingga selesai. Baru setelah itu mereka mengucapkan salam dan berpisah. Ini menunjukkan betapa dalam dan padatnya makna dari surat ini sebagai sebuah bekal dalam kehidupan.


Hadirin Sidang Jum'at Rahimakumullah !

Ada tiga variabel pokok yang terkandung dalam surat ini yang sejatinya kita perhatikan setiap saat, yakni waktu, kerugian dan 'amal shalih.
Imam al-Ghazali dalam bukunya Khuluqul Muslim menerangkan bahwa waktu adalah kehidupan. Karena itu, Islam menjadikan kepiawaian dalam memanfaatkan waktu termasuk diantara indikasi keimanan dan tanda-tanda ketakwaan. Orang yang menyadari pentingnya waktu berarti memahami pula nilai kehidupan dan kebahagiaan. Sebaliknya, orang yang tidak mengenal pentingnya waktu, maka ia seakan-akan hidup dalam keadaan mati, meskipun hakikatnya ia bernapas di muka bumi.

Allah Swt. Berfirman :
"Allah bertanya, berapa tahunkah lamanya engkau tinggal di bumi? Mereka menjawab, kami tinggal (di Bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyalah kepada orang-orang yang mengjitung." (al-Mu'minun : 112-113).


Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang tidak mengetahui pentingnya waktu seakan-akan hanya hidup sehari atau setengah hari, karena mereka tidak memahami arti umur, tidak mampu menguasai dan mengisinya dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Membiarkan waktu terbuang sia-sia dengan anggapan "esok masih ada waktu", merupakan salah satu tanda tidak memahami pentingnya waktu. Padahal ia tidak pernah datang untuk kedua kalinya. Pepatah arab mengatakan :"Tidak akan kembali hari yang telah berlalu". Disamping itu, anggapan seperti ini menunjukan kepicikan seseorang, padahal tidak ada jaminan baginya hidup hingga esok hari. Kematian bisa datang kapan dan dimana saja, tanpa mengenal waktu dan tempat, sementara manusia tidak bisa lari darinya. Allah Swt. berfirman dalam surat jum'ah :
"Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, ia akan menemuimu, kemudian kalian dikembalikan ke alam ghaib dan bersaksi atas apa yang kalian telah lakukan." (al-Jumuah : ..)

Hadirin Sidang Jum'at Rahimakumullah !

Lamanya hidup manusia di dunia telah ditetapkan. Seiring berjalannya waktu, umur yang dimiliki makin pendek. Karena itu, menarik apa yang diungkapkan ar-Razi dalam kitabnya at-Tafsir al-Kabir aw Mafatih al-Ghayb mengenai keterkaitan antara waktu dan kerugian. Ketika rugi dipahami sebagai hilangnya modal, sementara modal manusia adalah umur yang dimilikinya, maka manusia senantiasa mengalami kerugian. Sebab, setiap saat, dari waktu ke waktu, umur yang menjadi modalnya terus berkurang. Tidak diragukan lagi, jika umur itu digunakan manusia untuk bermaksiat, ia benar-benar mengalami kerugian; bukan hanya tidak mendapatkan kompensasi apapun dari modalnya yang hilang, bahkan dapat membahayakan dan mencelakakan dirinya. Demikian pula jika umurnya dihabiskan untuk mengerjakan perkara-perkara yang mubah (seperti nongkrong atau ngobrol yang tidak perlu apalagi saat khotib berkhutbah). Ia tetap dikatakan merugi. Sebab modal yang dimilki (umur) habis tanpa meninggalkan apapun bagi dirinya.


Hadirin Sidang Jum'at Rahimakumullah !


Bertolak dari pemahaman tadi, maka orang yang beruntung hanyalah yang bersedia menghabiskan umurnya utnuk mengerjakan amal shalih. Sebab, hanya dengan mengerjakan amal shalih manusia mendapatkan ganti rugi dari modalnya yang telah hilang, bahkan jauh lebih besar daripada yang hilang darinya. Alllah Swt. menjanjikan pahala berlipat bagi amal shalih yang dikerjakan manusia. (al-Qashash : 83).

Demikian pula dengan harta yang diinfakkan di jalan Allah Swt. kepada pelakunya, dijanjikan akan mendapatkan balasan tujuh ratus kali lipat.(al-Baqarah :261).

Keuntungan lebih besar dapat diraih oleh seseorang yang melakukan dakwah, saling berwasiat untuk menaati kebenaran dan menepati kesabaran. Rasulullah saw bersabda : "Siapa saja yang menunjukkan kepada (orang lain) kebaikan, ia mendapatkan pahala sama dengan yang mengerjakannya." (HR. Muslim).

Dengan adanya ketetapan tersebut, orang yang berdakwah, mengajak orang lain pada kebaikan, dan mencegah kemungkaran, seolah hidup lebih lama daripada umur yang sebenarnya. Dalam hadits riwayat Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi, dari Abu Hurairah r.a. disebutkan bahwa salahsatu dari tiga amal yang tidak terputus pahalanya disebabkan kematian adalah ilmu bermanfaat yang diajarkan semasa ia hidup. Wasiat tentang kebenaran dan kesabaran yang terus diamalkan orang lain dapat dimasukkan di dalamnya.

Hadirin Sidang Jum'at Rahimakumullah !

Dengan pemahaman seperti ini, seseorang yang beruntung adalah orang yang benar-benar memanfaatkan waktu (hidupnya) untuk mengerjakan amal shalih. Jangankan perbuatan terlarang, perbuatan mubah dan tidak mendatangkan manfaat pun sebaiknya ditinggalkan.

Rasulullah saw. Bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Hurairah r.a. :
"Diantara baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak berguna."(HR. at-Tirmidzi)


Pandangan ini pula, yang akan membuat seseorang menjadi orang yang bersabar. Sabar dalam keimanan. Hal ini tercermin dalam sikapnya yang kukuh, tahan dan tak tergoyahkan dalam mempertahankan akidahnya, meskipun harus menerima berbagai penderitaan dan siksaan. Sabar dalam menjalankan syari'at-Nya. Wujudnya, jiwanya terasa ringan mengerjakan semua perintah-Nya dengan segala kemampuan yang dimiliki, meskipun perintah itu berat. Sabar dalam menjauhi kemaksiyatan. Implementasinya, hatinya tidak tergoda melaksanakan perbuatan maksiat, kendati hal itu sangat mempesona dan menggiurkan. Sabar dalam berdakwah. bentuknya, ia tak pernah jemu menyampaikan dakwah, meskipun seringkali ditolak, atau bahkan mendapatkan cemoohan, siksaan dan hukuman. Ia juga sabar menerima semua musibah dan cobaan. Realisasinya, ia akan tetap berbaik sangka kepada Allah Swt. bahwa semua yang diberikan Allah, kepadanya adalah yang terbaik untuknya. Semua itu dilakukan karena berharap besarnya pahala yang diterima, berupa ridha Allah Swt. dan surga-Nya yang dipenuhi berbagai kenikmatan tiada tara.
Walhasil, masihkah kita berani menyia-nyiakan waktu? Marilah kita bergegas memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya untuk berjuang menegakkan agama-Nya. Supaya kita termasuk orang-orang yang beruntung. Amien

Jatinangor, Jum'at, 12 Mei 2006

posted by Asep @ 2:12 PM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E