Wednesday, December 27, 2006
Hamba Mengerti - Ampuni kami Yaa Allah!
(Renungan Akhir Tahun 2006)


Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Bila Allah Azza wa Jalla murka kepada suatu kaum, maka kaum itu akan ditimpa adzab. Harga-harga barang menjadi mahal, kemakmurannya menjadi surut, perdagangannya tidak mendapatkan untung, hujan sangat jarang turun, sungai-sungainya tidak mengalir, dan penguasanya adalah orang-orang yang rusak akhlaknya." (Hadits Riwayat Dailami dan Ibnu Najjar).

Sepanjang tahun 2006 berbagai bencana alam menerpa bangsa Indonesia. Bencana alam adalah sebuah pesan, bahasa yang sederhana dan jujur, yang seharusnya kita pahami maknanya.

Ketika tsunami menghantam bumi Serambi Mekah, 26 Desember 2004, dua tahun lalu, lebih dari 200 ribu jiwa melayang. Kepedihan yang begitu menyayat hati belum sirna, di Jawa Barat pada 21 Februari 2005, muncul musibah yang menewaskan sekiar 100 jiwa akibat tertimpa longsoran sampah dengan volume satu juta meter kubik. Sebuah tragedi yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Kejadian di atas hanyalah dua di antara sejumlah rentetan musibah yang menimpa bangsa Indonesia, ketika rakyat Indonesia belum jauh dari kisaran 100 hari menikmati alam demokrasi pasca pilpres pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.

Memasuki tahun 2006, sejumlah musibah datang silih berganti. Akhir Maret 2005, kawasan Nias yang pada Desember 2004 ikut dihempas tsunami, kali ini mengalami gempa yang kekuatannya terbesar dalam kurun waktu satu abad terakhir di lokasi yang sama, dan menelan ribuan jiwa.

Mei 2006, ketika masyarakat se Indonesia ketar-ketir dengan potensi musibah yang berasal dari Gunung Merapi, yang datang justru gempa. Gempa yang menghampiri Yogja-Jateng dan berskala 5.9 - 6.1 SR ini bukanlah kali pertama terjadi di kawasan Yogya. Pada tahun 1867, gempa serupa pernah terjadi mengakibatkan 372 rumah roboh, 5 orang meninggal. Pada tahun 1943, sekitar 2800 rumah hancur, 213 orang meninggal, 2096 orang luka-luka. Pada tahun 1981, dinding Hotel Ambarukmo retak-retak. Sedangkan pada tahun 2006, sekitar 6.234 orang meninggal, sekitar 50.000 orang luka-luka, dan 70.000 bangunan rusak/ambruk.

Ketika perhatian dan kesedihan kita masih tertuju kepada musibah gempa Yogya-Jateng, pada saat yang bersamaan sebuah musibah lain di tempat yang tak berapa jauh dari Yogya mulai datang menjelang. Yaitu banjir lumpur Lapindo di Sidoardjo. Musibah lumpur panas yang menyembur sejak 29 Mei 2006 dari sumur Banjar Panji-1 milik PT Lapindo Brantas di desa Renokenongo, kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo provinsi Jawa Timur ini, hingga akhir tahun 2006 ini masih terus menyemburkan lumpur panasnya.

Ketika musibah lumpur Lapindo masih terus berlangsung, musibah lain hadir di Jawa Barat. Gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR) menghantam kawasan pantai Pangandaran pada hari Senin pukul 15.19 tanggal 17 Juli 2006. Gempa di Pangandaraan ini dibarengi dengan tsunami, sehingga meluluh-lantakkan bangunan di sekitar pantai.

Dari serentetan musibah yang terjadi sepanjang tahun 2006, musibah lumpur Lapindo merupakan musibah yang tak jelas kapan akan berakhir.

Ada apa dengan Sidoardjo?

Ternyata di Sidoardjo tidak saja ada Marsinah si pejuang buruh yang ketika itu (1993) berusia 24 tahun tewas dibunuh aparat karena membela kepentingan kawan-kawannya sesama buruh. Uniknya, kasus Marsinah juga terjadi pada bulan Mei, 13 tahun lalu (1993).


Selain ada Marsinah yang dianiaya, di Sidoardjo juga ada pabrik miras termasuk Vodka, yang baru ketahun setelah lumpur Lapindo menenggelamkan Sidoardjo. Selama ini masyarakat tidak menyadari keberadaan pabrik miras ini.

Barulah pada Agustus 2006, ketika sejumlah anak-anak menemukan botol miras di antara genangan lumpur, masyarakat baru tersadar, ternyata lingkungan mereka telah menjadi salah satu kawasan produsen minuman haram yang dilaknat Allah.

Dua bulan sebelum musibah lumpur Lapindo terjadi, pada hari Minggu tanggal 5 Maret 2006, di Sidoardjo berlangsung kompetisi aerobik yang digelar sejumlah lembaga swasta bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo, yang berlangsung di atrium GOR Delta Sidoarjo, dihadiri dan diresmikan oleh Bupati Win Hendrarso dan istrinya, Emy Sussanti. Para peserta kompetisi aerobik ini, mengenakan uniform yang nyaris telanjang, padahal penonton yang hadir berasal dari segala umur dan jenis kelamin. Kompetisi ini bebas ditonton siapa saja dan tidak dipungut biaya.

Ternyata selain ada Vodka dan kompetisi aerobik yang nyaris telanjang, di Sidoardjo juga ada Dr. Emy Sussanti aktivis perempuan yang rela dan ikhlas bila para wanita tampil nyaris telanjang di depan umum (padahal perbuatan itu dilaknat Allah), namun menolak konsep poligami yang dibenarkan syari'ah.

Emy Sussanti adalah aktivis gender dari Pusat Studi Wanita (PSW) UNAIR Surabaya, yang ketika wacana poligami mengemuka ia secara tegas menyatakan tidak setuju para suami untuk poligami. Sebab perilaku tersebut, menurutnya jelas akan bisa menimbulkan kekerasan psikis bagi sang istri. Sebagai istri Bupati, Emmy secara otomatis menjadi penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sidoarjo.

Selain ada Dr Emy Sussanti, ternyata dari Sidoardjo muncul sebuah nama mesum yaitu Maria Eva, yang berzinah dengan Yahya Zaini, petinggi Golkar, anggota DPR dengan basis kultural NU. Sidoardjo memang basis NU.

Sekitar bulan November 2006, video mesumnya mulai terkuak secara meluas. Dari kasus itu, masyarakat pun jadi mengenal Maria Eva, yang sebelumnya tergolong sebagai penyanyi dangdut tidak terkenal.

Sebagai orang Sidoradjo, Maria Eva tak menyia-nyiakan peluang memanfaatkan musibah lumpur Lapindo untuk dijadikan momentum mendongkrak popularitasnya yang sedang terangkat berkat kasus mesumnya. Maka, Mariapun bertandang ke lokasi pengungsi 15 Desember 2006 lalu. Di sana ia disambut para pengungsi bagaikan super star beken, bahkan banyak di antara pengungsi yang berlomba-lomba meminta tandatangan dari Maria Eva.

Ternyata, rakyat Sidoardjo dan pemimpinnya sama saja. Mereka lebih akrab dengan kemaksiatan dibanding dengan kesalehan. Sang Ratu mesum disambut kedatangannya bagai menyambut pahlawan. Padahal, seharusnya ditimpuki batu atau diceburkan ke kubangan lumpur sesuai dengan kebiasaannya yang gemar berlumpur dosa.

Oleh karena itu, ketika pada 22 November terjadi ledakan pipa gas yang menewaskan sejumlah aparat dan rakyat, dan dari kobaran api yang mencuat membentuk lafadz ALLAH, sebagaimana didokumentasikan salah satu petugas di sana, ada yang bergumam, mungkin ini isyarat agar kita terutama masyarakat Sidoardjo agar segera mengingat Allah, menjauhi larangan-Nya.

Masyarakat Sidoardjo adalah cuplikan masyarakat Indonesia pada umumnya, yang lebih bisa menerima sesuatu yang dilaknat Allah ketimbang menerima syari'at Allah. Dalam perkara poligami, di tingkat nasional pemimpinnya juga bersikap sama. Bila istri Bupati lebih bisa menerima kompetisi aerobik yang nyaris telanjang padahal merendahkan martabat wanita, namun menolak poligami yang dibenarkan agama. Di tingkat pusat juga demikian. Ibu pejabat tidak pernah kedengaran suaranya ketika ada kasus-kasus yang menjadikan wanita sebagai korban. Namun ketika poligami ditempuh ulama kondang Abdullah Gymnastiar, mereka tergopoh-gopoh mengingatkan sang suami, antara lain berupa dorongan untuk merevisi PP yang berkenaan dengan poligami dan perkawinan.

Padahal banyak pusat perhatian yang seharusnya dibidik ibu pejabat, baik tingkat kabupaten maupun nasional. Kasus kematian Alda di sebuah hotel, seharusnya mampu membuka mata para ibu-ibu pejabat, untuk mendorong suami mereka merevisi atau menerbitkan PP yang melarang seorang perempuan tanpa suami atau mahram bisa check in di hotel mana pun di Indonesia.

Para ibu pejabat seharusnya mendorong suami mereka membuat PP atau Perda yang melindungi anak-anak mereka dari bahaya narkoba, bahaya seks bebas, dan bahaya moral lainnya baik yang bersumber dari lingkungan maupun media hiburan seperti televisi. Atau dari bahaya makanan yang tidak sehat akibat digunakannya zat pewarna pakaian untuk jajanan.

Ya Allah, kami mengerti mengapa musibah datang silih-berganti. Karena memang banyak kemungkaran yang berlangsung di tengah-tengah kami, namun kami diamkan saja, padahal Engkau memerintahkan kami untuk memeranginya.

Ketika kemungkaran berlangsung di depan mata, kami justru sembunyi di balik jendela, seraya mengintip, bukan justru memeranginya.

Ya Allah ampunilah kami. Berilah kami kekuatan untuk memerangi kemungkaran dan berilah kami kekuatan untuk bisa tolong-menolong dalam kebaikan. Berikanlah kami rizki yang dapat digunakan untuk menolong agama-Mu, dapat digunakan untuk melawan kebathilan, kemungkaran dan angkara murka lainnya.

Ya, Allah muliakanlah kami dengan berdirinya khilafah Islamiyah 'ala minhaji nubuwwah yang akan menghapus segala kemunkaran yang ada di negeri-negeri kami. Berilakah kami kekuatan untuk menyebarkan rahmat Islam ini ke seluruh penjuru dunia dengan khilafah.

Allahumma Amiin.

(sumber : www.swaramuslim.net dan sedikit modifikasi dari pengelola blog )


posted by Asep @ 2:19 AM   0 comments
Profil
Profil Facebook Asep Firman
Buat lencana kamu sendiri
Tentangku
My Photo
Name:
Location: Kelapa Gading, Jakarta, Indonesia

Manusia biasa yang sedang meretas jalan untuk meraih ridho Illahi

Banner 1
Banner 2
Udah Lewat
Arsip Lama
Sekilas Info


.:AGENDA & REGARD:.
Akhir-akhir ini banyak berkutat dengan soal-soal UAS, maklum bentar lagi UAS kan...hehehe..
Afwan, kepada siapa saja kalau akhir-akhir ini saya kurang respon karena kondisi kesehatan agak terganggu nich...mudah-mudahan tidak mengurangi ukhuwwah kita..

Shillah Ukhuwwah
Pengingat Waktu

Anda Pengunjung Yang Ke :

Counter Stats
travel insurance
travel insurance Counter -->

Link Website

Bahan Renungan


.:Wise Words:.
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al Maidah 50)

Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.(Qs. Thahâ [20]: 124).

Dia-lah (Allah) yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkan di atas segala agama-agama walau pun orang-orang musyrik benci. (QS Ash-Shaff [61] : 9)

Apabila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan akan meneguhkan kedudukan kalian di muka bumi. (TQS Muhammad:7)

Sesungguhnya Allah Swt. berfirman,"Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; dan Aku menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo'a kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat(Dikeluarkan oleh ath-Thabrani dalm Kitab al-Kabir)

Backsound


Afiliasi
15n41n1
 Blognya Indonesian Muslim Blogger?E